17 Tip Atasi Stres Saat Kerja Di Rumah Selama WFH


  • 17 Tip Atasi Stres Saat Kerja Di Rumah Selama WFH
    Tip Atasi Stres Saat Kerja Di Rumah Selama WFH. (Foto: Dok. Pexels.com)

    Hampir satu bulan mayoritas dari kita berdiam di rumah. Kerja dari rumah, melaksanakan segala tugas di rumah, dan lain sebagainya. Berhubung pandemi ini belum berakhir dan belum tahu sampai kapan menemui titik akhir, maka tak sedikit yang mulai merasa bosan dan tertekan khususnya bagi yang masih struggling dengan pekerjaan. 


    (Baca Juga: Trik Mengatur Rumah dan Pekerjaan untuk Ibu Bekerja)




    Oleh sebab itu, dalam artikel kali ini Her World akan bagikan 17 tips yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir tekanan yang kalau dibiarkan bisa membuat mood jadi berantakan. So, check this out! Stay fit, healthy, and stay at home.


    1. Jauhi kopi, nikotin, dan alkohol

    Kurangi Minum Kopi

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Dalam situs SkillsYouNeed.com dituliskan bahwa "Caffeine and nicotine are stimulants and so will increase your level of stress rather than reduce it." Artinya, mengonsumsinya saat sedang bekerja akan lebih berpotensi meningkatkan stress level dibandingkan tidak meminumnya sama sekali. Hal ini pun berlaku khususnya bagi mereka yang punya toleransi rendah terhadap stressor.


    That's why, ada baiknya mengganti ketiga pemicu tadi dengan teh herbal, jus buah alami, atau air mineral agar kamu bisa tetap bekerja dengan baik dan fokus sampai pekerjaan selesai. Mengapa? Karena kafein, nikotin, dan alkohol punya efek langsung pada jantung yang tak semua orang kuat menerimanya. Ketika jantung berdetak lebih kencang, maka aliran serta tekanan darah juga akan meningkat. Fakta inilah yang membuat ketiga pemicu tersebut jadi lebih mudah meningkatkan stres pada seseorang.


    (Baca Juga: Kebiasaan Minum Kopi, Apakah Baik Atau Buruk?)


    2. Tidur yang cukup

    Tidur yang cukup

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Selama WFH, kecenderungan orang bergadang atau sulit tidur memang meningkat tajam. Oleh sebab itu saat pagi harus kembali bekerja, mood sudah terlanjur serampangan karena masih ngantuk. Menurut situs Sleepfoundation.org, "Stress can lead to insomnia by causing hyper-arousal in your body and mind. Making matters worse, getting too little sleep can make you feel even more stressed, leading to a vicious cycle of continuous tossing and turning and tension." Ini pun jadi semacam vicious circle yang saling memengaruhi satu sama lain. Kurang tidur dapat membuat stress dan stress bisa membuat insomnia. Jadi, baiknya tidur tetap seperti biasa, ya. Supaya di pagi hari kamu bisa bekerja dengan segar dan tetap fit!


    (Baca Juga: Konsumsi 4 Minuman Ini Agar Tidur Lebih Nyenyak!)


    3. Aktifkan selera humor

    Aktifkan selera humor

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Untuk kamu yang senang menonton film lucu, talk show yang menghibur, melihat akun receh di Instagram, atau mendengarkan podcast yang jenaka, dengarkanlah saat kamu sedang merasa down atau ketika pekerjaan terasa terlalu banyak. Pasalnya, tertawa merupakan salah satu bentuk dari ekspresi bahagia pelepas endorfin. Endorfin sendiri punya fungsi sebagai stress release yang akan membuat seseorang menjadi lebih tenang, gembira, dan positif. Perbanyaklah menonton atau mendengarkan konten-konten semacam ini agar kamu dapat bersenang hati setiap hari.


    (Baca Juga: Rekomendasi Film Komedi Romantis Jaman Dulu)


    4. Mendengarkan musik

    Mendengarkan musik

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Mungkin hal ini terdengar klise, namun mendengarkan musik memang telah terbukti secara sains dapat menurunkan kadar stress seseorang. Alexandra Linneman dalam jurnalnya di bidang Psychoneuroendocrinology, mengatakan bahwa "music listening was effective in reducing subjective stress levelsThe most profound effects were found when ‘relaxation’ was stated as the reason for music listening, with subsequent decreases in subjective stress levels and lower cortisol concentrations," - menurut situs Sciencedirect.com.


    Di sini, dituliskan bahwa mendengarkan musik yang tepat bahkan bisa menurunkan kadar kortisol dalam homon. Artinya, karena stres juga sifatnya sangat hormonal, maka musik punya efek langsung dalam mengubah sesuatu yang berkaitan erat dengan hormon. Bisa membuat bahagia seketika, sedih, bahkan marah dan naik darah. So, pilih musik favoritmu, dengarkan, dan bersantailah sejenak saat pikiranmu sedang terasa lelah. Lambat laun semua tentu akan baik-baik saja.


    (Baca Juga: 10 Lagu Ghibli Pilihan Untuk Membuatmu Betah Kerja di Rumah)


    5. Bermain game

    Bermain game

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Ada banyak pilihan untuk menikmati sebuah permainan. Bisa melalui handphone, tablet, PC, konsol, board game, dan lain sebagainya. Tinggal kamu sesuaikan permainan yang akan kamu mainkan and just do the rest. dengan begitu, tekanan yang sedang kamu rasakan pelan-pelan akan terlupakan. Siapa bilang main game hanya buang-buang waktu dan terkesan tidak bermanfaat? No! Game itu sesungguhnya punya peran penting dalam membuat seseorang bahagia karena bisa melepas hormon endorfin seperti yang telah dibahas sebelumnya. Namun, tetap harus ingat waktu, ya. Sebab kalau tidak, kalau kamu sampai pagi lagi, maka kan jadi kurang tidur lagi dan mood jadi berantakan lagi. Sama juga bohong, kan


    (Baca Juga: 8 Game Seru yang Bisa Dimainkan Bareng Keluarga di Rumah)


    6. Bicara dengan seseorang

    Bicara dengan seseorang

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Jika kamu tinggal seorang diri, teleponlah temanmu atau siapa saja yang bisa mengobati rasa sendu. Ngobrol ngalor-ngidul dan sejenak tertawa-tawa atau sekedar curhat nyatanya bisa sangat membantumu meredam emosi yang kelewat tinggi. Jika rasa bosan atau stress terlanjur menghampiri, lakukan video call atau voice call dengan orang-orang tersayang. Maka sebagian energi negatifmu akan terbuang dan berganti dengan energi positif yang malah berpotensi memotivasi. Just a bit reminder, kita adalah makhluk sosial. Maka meski social distancing sedang diterapkan, bukan berarti kita juga jadi tidak berinteraksi dengan orang lain. Curahkanlah apa yang harus dicurahkan melalui perbincangan-perbincangan sarat makna atau bahkan penuh dengan tawa. Dengan begitu kamu pasti baik-baik saja.


    (Baca Juga: Cara Pacaran Saat Harus Social Distancing)


    7. Meditasi 

    Meditasi

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Tak hanya sebagai pelepas stres, meditasi juga bisa memperbaiki segala bentuk emosi dan urusan hormon. Lakukanlah dengan metode yang sederhana sambil ditemani musik untuk relaksasi dan campuran aromaterapi yang menenangkan. Saat penat, putar lagu, nyalakan mesin aromaterapi, dan duduklah dengan kaki bersila sambil menegakkan badan. Setelah itu ambil napas perlahan, letakkan telapak tangan di bagian dengkul kiri dan kanan dengan posisi menghadap langit-langit. Setelah itu, hilangkan semua pikiran dengan memfokuskan segalanya pada ritme napas. Dengarkan napasmu sendiri saat menghirup dan membuang udara. Di sini, kamu akan dibawa untuk mengenal dirimu sendiri dan memahami tekanan yang sedang kamu miliki. Lakukanlah sekitar 15-30 menit sampai kamu merasa benar-benar tenang dan kembali berenergi sehingga siap untuk memulai kerja kembali.


    (Baca Juga: Cara Kelola Amarah Menurut Ahli Meditasi)


    8. Lakukan hobi

    Lakukan hobi

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Salah satu obat stress paling mujarab adalah dengan menjalankan hobi. Namun untuk saat ini sepertinya hobi yang bisa dilaksanakan hanyalah yang sifatnya rumahan. Misalnya menggambar, melukis, main musik, mengaransemen lagu, karaokean, masak, menjahit, dan lain sebagainya. Lakukanlah apa yang kira-kira bisa membuatmu tenang dan lebih senang. Sebentar saja tak apa. Jika pekerjaanmu sangat menumpuk, maka setengah jam pun rasanya cukup.


    (Baca Juga: 4 Youtuber ini Terkenal Karena Hobi Memasak)


    9. Bermain dengan essential oil

    essential oil

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Tak dapat dipungkiri bahwa aroma minyak esensial memang bisa menurunkan kadar stres seseorang. Bisa dihirup dengan cara diuapkan ke udara atau dihirup langsung dari botolnya, beberapa minyak memang dibuat khusus untuk mereduksi tekanan dalam kepala. Beberapa di antaranya yaitu minyak Lavender, Ylangylang, Bergamot, Lemon, Basil, Frankincense, Geranium, Grapefruit, Marjoram, Pine, Roman Chamomile, dan Tangerine.


    Bisa digunakan selama meditasi, saat bekerja, atau saat akan tidur malam, aroma ekstrak tumbuhan, bunga, dan buah-buahan yang langsung diambil dari alam ini akan bisa membawamu pada kondisi yang rileks dan lebih santai. Tak hanya beraroma harum, minyak esensial juga bisa membawamu pada imajinasi seakan-akan kamu sedang berada di tengah hutan yang tenah, tepi danau, lautan, atau area lainnya yang punya bau-bau khas nan menentramkan jiwa.


    (Baca Juga: Bagaimana Cara Menggunakan Essential Oil? Berikut 4 Caranya)


    10. Olahraga

    olahraga

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Banyak olahraga pereda stress yang bisa dilakukan di rumah. Tak usah terlalu berat, asal otot-otot kaku digerakkan dengan ritme yang baik, maka stabilitas emosi pun akan tercapai. Sebab tidak hanya untuk urusan kebugaran, olahraga juga punya banyak kegunaan dalam membuat orang kembali fokus dan tidak depresi. Seperti yang tertera dalam situs Everydayhealth.com, ada 4 olahraga sederhana yang bisa meminimalisir rasa under pressure yaitu Yoga, Tai Chi, Pilates, dan Kickboxing. Namun jika kamu punya kolam renang di rumah, berenanglah karena olahraga satu ini merupakan 'obat' dari segala penyakit baik secara fisik maupun psikis. 


    (Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah)


    11. Membaca

    membaca

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Punya buku favorit yang ringan namun bisa membuat senang? Seperti misalnya komik jenaka, buku nostalgia masa kecil, atau bahkan novel-novel kesukaan? Atau bisa juga majalah yang paling dicinta? Jika ya, bacalah sebentar sembari beristirahat dari gempuran tugas kantor yang tak berujung. Ajaklah dirimu untuk berimajinasi kembali dan menikmati bagaimana menyenangkannya membaca buku-buku lama dengan cerita sederhana namun bisa membuat bahagia. Tak masalah jika justru bacaan beratlah yang malah membuatmu tertarik. Selama bisa membuatmu happy dan lupa akan rasa bosan dan kesal yang sedang dirasa, why not


    (Baca Juga: 3 Aplikasi untuk Membaca Majalah Digital)


    12. Tarik napas panjang

    tarik nafas panjang

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Hal paling mudah namun punya efek luar biasa terhadap otak, otot, dan emosi adalah menarik napas panjang. Sebuah studi menyatakan bahwa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, memasukkannya ke dalam tubuh, dan mengeluarkannya secara perlahan terbukti bisa membuat seseorang lebih tenang dari kecemasan. Hal ini berlaku pula pada stres yang kemudian bisa tereduksi jika kita mengambil napas panjang beberapa kali.


    Caranya pun mudah, tarik napas dari hidung, hitung sampai 3 hingga perut menggembung terisi udara, tahan selama 2 hingga 3 detik, lalu lepaskan perlahan melalui mulut. Saat sedang merasa luar biasa tertekan, lakukan hal ini dan ulang sebanyak-banyaknya sampai kamu sendiri akhirnya bisa merasa lebih tenang. 


    (Baca Juga: 5 Cara Untuk Tetap Fokus di Lingkungan Kerja yang Sibuk)


    13. Mengunyah permen karet

    Mengunyah permen karet

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Satu penelitian unik menyatakan bahwa orang yang sering mengunyah permen karet punya level stres yang lebih rendah dan memiliki sense of well-being yang lebih baik. Apa penjelasannya? Kenapa bisa seperti itu? Karena ternyata saat seseorang sedang mengunyah permen karet, terciptalah sebuah gelombang pada otak yang juga terjadi saat seseorang sedang merasa rileks tanpa tekanan. Efek yang ditimbulkan sama persis sehingga para ahli mengambil kesimpulan bahwa mengunyah permen karet bisa jadi stimulan yang baik untuk membuat seseorang jadi lebih tenang. Tak hanya itu, studi lain pun membuktikan hal yang serupa di mana dikatakan bahwa mengunyah permen karet membuat aliran darah ke otak jadi lebih baik.


    (Baca Juga: 5 Jenis Makanan Penghilang Stres)


    14. Berpelukan dan bergumul 

    Berpelukan dan bergumul

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Cuddling on a bed atau bergumul bersama pasangan tak dapat dipungkiri adalah stress release paling baik bagi tiap orang. Selain itu, cukup dengan berpelukan erat sambil membenamkan diri di dada pasangan pun akan dapat membuatmu lekas  merasa baik-baik saja.


    Dalam situs Psiloveyou.xyz, dituliskan bahwa setidaknya ada 10 keuntungan berpelukan yang punya imbas positif terhadap kesehatan yaitu, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sistem imun, menstabilkan ritme detak jantung yang tidak karuan, menekan level kortisol (stress level), memperbaiki kualitas tidur, meminimalisir rasa sakit, mengalirkan energi dan emosi positif, membuang anxiety, hingga membuat seseorang lebih bahagia secara keseluruhan karena hatinya bak terisi penuh adalah beberapa efek yang ditimbulkan olehnya.


    Maka tak perlu dipertanyakan lagi, kan kenapa kalau stress lebih baik kita berpelukan saja. Boleh sama siapa saja, kok tak harus pasangan. Bisa sahabat, orangtua, bahkan adik atau kakak. Semua bisa mengalirkan rasa nyaman yang sama jika kamu pun merasa nyaman dengan mereka.


    (Baca Juga: 5 Gaya Pelukan Yang Wajib Diketahui)


    15. Bermain dengan hewan peliharaan

    Bermain dengan hewan peliharaan

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Jika punya hewan peliharaan, maka bermainlah bersama mereka saat sedang dirundung masalah. Selain bisa membuatmu tertawa atau setidaknya tersenyum melihat kegemasannya yang genuine, kamu pun bisa melakukan interaksi sosial yang wajar meski hanya dengan seekor binatang. Hal ini pun sangat baik untuk keseimbangan jiwa dan masuk dalam salah satu cara memelihara kesehatan mental sehingga tak hanya bisa membuatmu tak merasa kesepian, mereka juga akan membuat pemiliknya tak lagi merasakan stress yang sebelumnya memuncak.


    (Baca Juga: Olahraga yang Bisa Dilakukan Bersama Hewan Peliharaan)


    16. Bersyukur

    selalu bersyukur

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Tak hanya kamu, banyak yang sedang mengalami stres besar di tengah pandemi ini. Baik dari segi ekonomi, psikologis, sampai urusan kecil hingga besar lainnya yang tentu berbeda di tiap insan. Nah, memahami kondisi tersebut, ada baiknya kita harus tetap bersyukur bahwa selama kita masih dibuat stress akan tugas-tugas kantor atau pekerjaan lain. Artinya masih ada yang mau memercayakan kita untuk bekerja buat mereka.


    Masih ada yang mau menggaji kita meski mungkin tidak penuh seperti biasanya. Masih ada juga kegiatan yang bisa kita lakukan dan punya dampak besar ke perusahaan. Itu semuayang harus kita syukuri sebab tak sedikit para survivor di luar sana yang sudah mengalami pemutusan hubungan kerja, tidak dibelri upah sama sekali, atau bahkan bisnis-bisnis mereka gulung tikar.


    Jadi nampaknya akan lebih bijaksana saat kita mau lebih bersyukur dan tidak mengeluh pada keadaan karena kita semua sedang berada di situasi yang sama. Bukan cuma kamu, tapi kita semua. We're in this together. And we'll be part of world's history years and years later. Syukuri saja apa adanya. Karena ternyata, rasa syukur juga terbukti bisa meminimalisir stress.


    (Baca Juga: 10 Tips Bikin Hidup Lebih Bahagia di Usia 20-an Tahun)


    17. Keluarkan saja

    keluarkan semua unek-unek

    (Stres saat WFH. Foto: Dok. Pexels.com)


    Terakhir, dari seluruh tip yang ada, mungkin nomor 1- 15 dirasa belum bisa membuatmu terbebas dari rasa tertekan. Nah, cara terakhir ini bisa jadi merupakan yang paling tepat buatmu, yaitu keluarkan saja semuanya. Berteriaklah keras-keras di sebuah bantal, menangislah jika perlu menangis, atau tuangkanlah segala emosi lewat tulisan di blog, buku harianmu, atau karya-karyamu. Apa saja.


    Yang penting rasa kesal itu bisa keluar hingga kamu tak perlu lagi memendam kemarahan sehingga tak mengendap jadi stres yang berkepanjangan. Let it out! Marahlah jika ingin marah, termenunglah jika perlu termenung. Lakukan apa saja yang bisa membuatmu merasa lebih baik. Namun tetap harus ingat batasan-batasan yang ada. Marah secukupnya, menangis seperlunya, dan kesallah sewajarnya. This too shall pass. Nikmati selagi bisa.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below