Wajib Tahu! Ini Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah


  • Wajib Tahu! Ini Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah
    Foto: Freepik

    KESIBUKAN dan minimnya sarana publik untuk berolahraga, membuat banyak wanita enggan berolahraga. Padahal, olahraga bisa membuat stamina tubuh tetap bagus, dan membantu menyelesaikan pekerjaannya – entah itu pekerjaan kantor, mengurus anak, atau suami.


    Namun, sebenarnya sarana dan kesibukan tak bisa menjadi alasan. Ya, dijelaskan Dr. Ade Jeanne L. Tobing, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, bahwa seseorang tetap bisa berolahraga di rumah sekalipun ia tak mendaftarkan diri ke pusat kebugaran dan kesibukannya karena berstatus karyawan. 




    Kamu hanya memerlukan waktu 30 menit sehari dan memakai alat yang ada di rumah. Sebagai contoh, kamu dapat melakukan latihan sirkuit di kursi ruang makan atau jogging memutari halaman atau kompleks perumahan.


    “Latihan fisik idealnya dapat mewakili tiga kategori, yaitu kebugaran atau cardiorespiratory fitness, peregangan (stretching), dan penguatan (strengthening).


    Nah, kalau latihan yang kamu pilih itu sirkuit di kursi ruang makan atau jogging memutari halaman, hal itu masuk ke dominan masuk ke cardiorespiratory fitness,” terangnya, dalam acara bertema Anlene Mendorong Masyarakat Indonesia untuk Lebih Aktif, di Jakarta, 11 April 2018 


    Selain itu, tambah dia, kamu dapat melakukan stretching menggunakan sapu dan bahkan melakukan gerakan strengthening dengan handuk setelah mandi. Latihan fisik ini juga dapat dikombinasi dengan olahraga teratur seperti aerobik, yoga, atau pilates yang akan membantu kesehatan tulang, sendi, dan otot.


    “Pada dasarnya, sangat mungkin buat kita berolahraga di rumah. Tapi kebanyakan bukan soal bisa dan tidak bisa. Mau atau tidaknya,” tutup dokter Ade.


    Adapun untuk mendapat manfaat kesehatannya, disarankan melakukan latihan fisik minimal 30 menit sehari. Dan melakukannya setidaknya tiga kali dalam seminggu atau total 2,5 jam perminggu. 


    Menurut dokter Ade, bila kamu bisa rutin melakukan aktivitas fisik tersebut, hal itu bisa membuat sendi lebih fleksibel dan otot lebih kuat. Di mana proses itu terjadi saat otot mendorong dan menarik tulang selama latihan fisik.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below