Penjelasan dr. Reisa Broto Asmoro Tentang Vaksinasi Covid-19


  • Penjelasan dr. Reisa Broto Asmoro Tentang Vaksinasi Covid-19
    dr. Reisa Broto Asmoro menjawab sejumlah pertanyaan seputar vaksin Covid-19 (Foto:Dok.reisabrotoasmoro/Instagram)


    Vaksinasi Covid-19 telah resmi dimulai hari ini ditandai dengan pemberian suntikan pertama kepada Presiden RI, Joko Widodo. BPOM telah mengeluarkan ijin penggunaan darurat vaksin keluaran Sinovac ini dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan suci dan halal untuk digunakan.




    Apa saja yang perlu kita ketahui tentang vaksinasi Covid-19 yang sebentar lagi akan dilakukan secara massal dan gratis bagi masyarakat Indonesia? Dr. Reisa Broto Asmoro, juru bicara satgas Penanganan Covid1-19 Nasional berbincang dengan her world beberapa waktu lalu melalui Instagram Live.


    (Baca Juga: 1,2 Juta Vaksin Corona Tiba Di RI, Ini Faktanya)




    Apa kabar terbaru dari Satgas Covid-19?

    Kabarnya banyak, perkembangannya makin hari makin ‘positif’ dalam dua hal —diselingin tawa. Bahwa kita punya harapan baru yaitu vaksin yang sudah ada di depan mata. Dan yang kedua, progres tentang penanganan yang semakin baik. Di lain pihak, kasus positif juga meningkat terus tiap hari, dengan angka rekor baru. Ini bahaya karena penyebarannya makin cepat. Kita harus antisipasi lebih ketat lagi. Hal mendasar yang yang paling penting adalah 3M untuk melindungi diri dan lingkungan dari virus Covid-19. Perilaku ini simpel namun harus secara disiplin dilakukan dan jangan dianggap sepele.


    Kabar mengenai vaksinasi di Indonesia?

    Pemerintah merencanakan ada 6 jenis vaksin: 5 dari luar negeri dan 1 buatan Indonesia. Semua masih dalam tahap persiapan, ada yang sedang dipesan dan ada yang sedang menunggu proses uji klinisnya. Yang sudah datang dari Sinovac. Nanti akan ada beberapa lagi, semoga proses pembelian dan pengirimannya berjalan lancar sehingga kita semua dapat menerima vaksinasi secepatnya.


    Kita berpacu dengan waktu. Kita lagi berhadapan dengan virus yang sangat menular dan berkembang cepat sekali. Dalam situasi emergency ini yang kita kejar adalah herd immunity (kekebalan kelompok). Supaya makin cepat banyak orang yang terlindungi akan tercipta kekebalan yang lebih kuat. Kalau kekebalan kelompok minimal sebanyak 70% (dari jumlah penduduk) maka virus tidak bisa menyerang lagi. Bahkan jika mencapai 80% atau 90%, virus pun akan punah. 


    Banyak yang menyangsikan keampuhan vaksin yang datang di tahap awal ini (Sinovac). Bagaimana menurut Dokter?

    Apapun merk vaksinnya, semua sama. Sama-sama dapat menciptakan kekebalan spesifik terhadap virus SaR Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 ini. Apapun merk nya, bukan masalah. Vaksin Sinovac sudah dilakukan uji efikasi (kemanjuran) di berbagai negara, seperti China, Turki, Brazil dan juga Indonesia, yang menghasilkan angka efikasi bahkan di atas standar yang telah ditetapkan WHO. 


    (Baca Juga: Kenali Vaksin Influenza dan Manfaatnya Untuk Tubuh)




    Benarkah vaksin yang datang dari Eropa ataupun Amerika Serikat lebih ampuh dan memiliki efek samping yang ringan?

    Itu hoax. Jangan melihat dari negara nya, tapi keefektifan dari vaksin itu untuk menimbulkan kekebalan spesifik. Vaksin yang telah lolos dan mengantongi ijin dari Badan Pengawasan Obat & Makanan baik di Indonesia maupun internasional ( seperti Food & Drug Administration di Amerika) sudah merupakan vaksin yang aman, bermutu dan berkhasiat. 


    Apa saja tahapan umum sebuah vaksin lolos edar?

    Yang pertama adalah penelitian eksplorasi, pra klinis, uji klinis (3 fase), peninjauan & regulasi, setelah itu baru bisa didistribusikan oleh produsen. Sinovac telah melewati tahap satu dan dua. Uji klinis fase satu (uji keamanan dan imunogenesitas) dan fase dua (potensi efek samping, respon imun dan dosis optimal) juga sudah dilakukan. Uji klinis fase tiga sudah dilakukan di Indonesia, untuk melihat kemanjurannya. Dengan begitu, tidak perlu dipertanyakan lagi aman atau tidak, karena proses pengujian itu sudah dilewati. 


    Untuk tahap awal, siapa saja yang diprioritaskan?

    Orang-orang yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi terpapar virus, yaitu tenaga medis, pelayanan masyarakat. Semua ini membutuhkan vaksinasi dalam waktu cepat. 


    Siapa saja yang boleh menerima vaksin dan apa yang harus disiapkan?

    Nanti akan ada kuesioner yang wajib diisi oleh semua masyarakat yang mendapat tahapan vaksin. Siapa saja yang menerima, itu juga nanti akan ada panduan lengkapnya. Saat ini panduan tersebut masih digodok oleh berbagai organisasi profesi dan kementerian kesehatan. 

    Secara garis besar, orang-orang yang sedang mengalami penyakit akut (yang sedang kambuh), mempunyai gangguan imunitas, tidak diperbolehkan. Tapi ada beberapa kondisi penyakit tertentu yang masih boleh, dengan beberapa persyaratan, seperti HIV atau penyakit lain yang dalam keadaan terkontrol. 


    Golongan masyarakat yang tidak dimasukkan ke dalam penerima vaksinasi Sinovac?

    Vaksin diberikan sesuai dengan uji klinis yang telah dilakukan. Uji klinis dilakukan untuk masyarakat yang berusia 18-59 tahun. Tapi kita cukup berlega hati, karena uji klinis di Brazil menyertakan golongan masyarakat di atas 60 tahun. Dan hasilnya menyebutkan, vaksin ini efektifitasnya baik dan tidak menimbulkan efek samping yang bermakna. Jadi kita harapkan akan ada update lagi. Untuk ibu hamil & menyusui serta anak-anak belum ada clinical trial nya. Jadi kita orang-orang yang di sekitarnya yang harus melindungi mereka.


    (Baca Juga: Tes Deteksi Covid-19 Mana yang Terbaik?)


    Berapa lama vaksin ini akan melidnungi kita?

    Belum tahu, saat ini sedang kita tunggu, karena ini merupakan hal yang baru. Rata-rata 6-24 bulan. Tetapi kita belum tahu pasti, masih dalam tahap pemantauan uji klinis yang sedang berlangsung. 


    Bagaimana prosedur pemberian vaksin secara umum?

    Selain ada kuesioner yang wajib diisi, akan ada wawancara tentang riwayat penyakit dan kondisi kesehatan di tempat vaksinasi. Seperti layaknya jika kita datang berobat. Juga ada pemeriksaan fisik, seperti cek tensi, dan tes general lain. Setelah penyuntikan, pasien harus menunggu di tempat selama 30 menit untuk melihat apakah ada reaksi alergi yang muncul. Untuk Sinovac, vaksin akan diberikan 2 tahap dengan jeda waktu 14 hari. Prosedur yang dilakukan pada vaksinasi tahap dua akan sama persis dengan yang pertama.


    Apakah benar akan ada aplikasi seperti e-Hac untuk program vaksinasi?

    Ya betul. Nanti ada aplikasi baru yang lebih lengkap, dipastikan keamanannya. Aplikasi ini sangat bermanfaat karena nanti akan dibagikan sertifikat tanda telah divaksinasi. Nah sertifikat inilah yang nantinya akan menggantikan dokumen tes pemeriksaan Covid-19 yang selama ini dilakukan dan telah menghabiskan biaya.


    Bagaimana dengan distribusinya?

    Distribusi menjadi tantangan Pemerintah karena Indonesia sangat luas. Tapi untuk melindungi secepatnya para tenaga kesehatan, maka vaksin telah mulai didistribusikan. 


    (Baca Juga: WOTY 2020: Cerita Dewi Nur Aisyah Saat Tangani Covid-19)


    Vaksinasi ini gratis kan?

    Ya betul. 


    Apakah tersedia juga yang mandiri?

    Dulu disiapkan dua jalur, ada yang mandiri dan subsidi. Tapi kemudian Presiden berubah pikiran, bahwa semua vaksinasi bisa diberikan secara gratis. Jadi jalur vaksin mandiri pun tidak lagi digunakan. Semua orang harus divaksinasi sesuai dengan tahapannya, tanpa syarat adminsitrasi (tidak harus punya BPJS).


    Bagaimana halnya dengan terapi plasma yang ramai dibicarakan?

    Vaksinasi untuk pencegahan, sementara plasma konvalesen termasuk dalam salah satu cara pengobatan. Menggunakan plasma darah orang yang pernah sakit dan sudah sembuh. Darahnya diambil diolah plasmanya, diambil bagian khususnya dengan satu alat, lalu saat sudah siap, bisa diberikan kepada pasien yang membutuhkan. Tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 membutuhkan plasma konvalesen.


    Ada beberapa orang juga yang tidak bisa menerima. Mengapa demikian? Karena ini darah, harus melalui screening. Orang yang punya penyakit kronis, kekentalan darahnya tinggi, dan punya gangguan imun, biasanya tidak disarankan untuk menerima terapi plasma ini. Terapi ini dapat memperpendek penyakitnya (mempercepat pulih) dan memperingan gejala yang ditimbulkan. Sayangnya tidak semua rumah sakit siap dengan terapi ini, dan tidak semua pasien memenuhi syarat untuk menerimanya. 


    Tapi kita tidak perlu khawatir, jika tidak dapat menjalani terapi plasma ini. Karenakita sekarang sudah memiliki panduan yang lebih jelas mengenai cara menangani pasien. Jika ditangani secara tepat dan cepat, maka tingkat fatalitas nya menurun dan pasien akan lebih cepat disembuhkan.


    Demikian bincang-bincang dengan dr. Reisa Broto Asmoro terkait vaksinasi. Wawancara lengkapnya bisa dilihat di IGTV @herworldindonesia. Informasi tentang Covid-19 dapat dibaca secara lengkap di website www.covid19.go.id atau akun Instagram @lawancovid19_ID atau menelpon langsung ke layanan hotline 119 ext.9.




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa Cover Agustus 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below