11 Cara Atasi Stres Saat Hadapi New Normal


  • 11 Cara Atasi Stres Saat Hadapi New Normal
    Ketahu cara mudah atasi stres di era new normal (Foto:Dok/Pexels/Andrea)


    Hadapi perubahan di masa New Normal atau adaptasi Kebiasaan Baru, banyak orang merasa stres. Karena, perubahan ke arah yang baik maupun buruk, tidak ada yang nyaman pada awalnya.




    Saat New Normal banyak perubahan prilaku dan pola sosial yang terjadi. Misalnya harus pakai masker, harus jaga jarak, menjaga kebersihan tangan, juga perubahan cara kerja dan pola belajar mengajar yang baru. Belum lagi saat berita buruk dari media massa datang bertubi dan ketakutan akan ketidakpastian masa depan menghantui. Wajar kalau semua itu mendatangkan stres.

    “Marah, takut, atau stres itu adalah perasaan yang wajar, tapi jangan lama-lama berada di situ,” demikian ungkap dr. Jiemi Adrian pada sebuah wawancara dengan Her World Indonesia via Instagram Live beberapa waktu lalu. 

    Kegagalan kita menghadapi stres akan membuahkan akibat buruk, seperti keadaan depresi, kecemasan akut (anxiety) juga akan berefek pada penyakit fisik, seperti auto-immune, Alzhaimer, penyakit lambung, jantung, atau bahkan kanker. Kabar baiknya, menghadapi stres adalah sebuah keterampilan yang bisa dilatih, seperti juga kita belajar hal-hal lain. Apa saja tips nya agar kita bisa mengatasi dan berdamai dengan stres saat ini?

    (Baca Juga: Keadaan Bikin Stres, Ini Cara Kamu Perbaiki Kesehatan Mental)


    1. Siapkan Perasaan

    Kita harus siap menghadapi griefing (perkabungan), dimana akan adanya perubahan perasaan ketika menjalani New Normal ini. Griefing punya beberapa tahap yaitu denial (penolakan), anger (marah), bargaining (menawar), depression (depresi) lalu acceptance (menerima). Tergantung dari kita sendiri apakah proses ini akan dilalui dalam waktu lama atau cepat. Jika kita cepat untuk menerima (acceptance), maka kita pun bisa tidak terlalu lama juga berada dalam tahap perkabungan ini. Tidak ada manusia yang kebal emosi. Justru emosi dan perasaan-perasaan lain seperti sedih, marah, cemas, itu adalah penanda. “Sadari saja, dan persiapkan diri kamu untuk melewati itu,” tutur dr. Jiemi.


    2. Takut Vs Logika

    Banyak yang takut akan ketidakpastian dan mencemaskan masa depan. Sekali lagi, dr. Jiemi menegaskan bahwa perasaan takut adalah wajar dialami manusia. Namun ketakutan tidak akan mengubah realita menjadi seperti yang tidak kita takutkan. Sebaliknya, realita tidak peduli akan ketakutan. Masing-masing punya jalannya sendiri. Logika memegang peran penting agar hidup kita tidak dibelenggu takut, yang akan menjauhkan kita dari hidup bahagia dan sehat, seperti yang kita inginkan.

    (Baca Juga: Sering Stres Selama WFH, Coba Konsumsi Makanan Ini)


    3. Fokus Terhadap Apa yang Bisa Dilakukan

    “What you focus, expand.” Ini adalah kutipan dari Master Umesh H. Nandwani, pendiri The Golden Space Global Organization. Fokus terhadap apa yang bisa kita perbuat untuk menghadapi realita adalah prilaku yang dibutuhkan saat ini. Kerjakan yang bisa kita kerjakan, lepaskan yang tidak bisa kita intervensi. Jangan dibalik.


    4. Batasi Asupan Berita

    Bukan untuk mengelak, tapi berita buruk yang bertubi-tubi malah akan memperparah emosi negatif. Cari selalu berita dari sumber terpercaya dan reliable. Jauhi hoax, dan bijaklah membagikan berita yang tidak jelas asal-usulnya. Untuk berita tentang perkembangan pandemi, selalu merujuk ke situs resmi, seperti WHO, Kementerian Kesehatan RI atau pun CDC (Centers for Disease Control & Prevention). Dr. Jiemi memberi tips, “Satu berita buruk, perlu diimbangi oleh 4 berita bagus,” jelasnya. Misalnya, saat membaca berita buruk, ia akan mencari berita yang bisa membangkitkan emosi positif, misalnya berita tentang seorang anak sekolah yang mengajak teman-temannya untuk urunan membeli makanan untuk disumbangkan bagi petugas kesehatan.

    (Baca Juga: Stres Dan Cemas Berlebih Selama Di Rumah, Atasi Dengan Ini)


    5. Jaga Koneksi dengan Orang-Orang Tersayang

    Video call dengan orang tua untuk menanyakan kabarnya atau ngobrol dengan sahabat dekat akan membuat perasaan yang tadinya gusar menjadi lebih nyaman. Sudahkah kamu melakukannya hari ini?


    6. Luangkan Waktu Untuk Hobi

    Apa yang membuat kamu happy? Memasak, menjahit, nonton drama Korea atau bersepeda? Luangkan waktu untuk melakukannya secara rutin di sela kesibukan. Energi kamu akan bertambah untuk melakukan hal-hal positif lain setelahnya.

    (Baca Juga: Selain Setel Lagu Favorit, Ini Cara Mudah Atasi Stres


    7. Aktif di Komunitas Keagamaan

    Berada di antara sekelompok orang yang punya kepercayaan sama, akan saling mempengaruhi kekuatan iman.


    8. Nikmati Sinar Matahari & Alam Terbuka

    Alam punya energi nya sendiri dalam membuat mahluk hidup merasa lebih bahagia. Sinar matahari meningkatkan kadar vitamin D dan serotonin yang dipercaya bisa jadi mood booster dan membuat tidur lebih nyenyak. Juga meningkatkan imunitas, mencegah inflamasi, dan meningkatkan kinerja otak.

    (Baca Juga: Kebiasaan yang Ternyata Membuat Kaum Millennial Stres)


    9. Menyumbang & Peduli Sesama

    Saat kita memikirkan orang lain dan memberikan sumbangsih baik uang maupun tenaga & pikiran, akan mendatangkan perasaan yang positif. Saat ini, banyak cara untuk menyumbang, bisa bergabung dengan gerakan-gerakan sosial, bisa juga mengklik situs terpercaya seperti Kita Bisa atau Benih Baik yang bisa diakses dengan mudah.


    10. Latih Kemampuan Bangkit

    Kata-kata yang populer belakangan ini adalah resilience. Kemampuan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan, kesulitan atau kegagalan. Konon, kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh seberapa tinggi ia bangun, tetapi dari seberapa kuat ia bangkit dari sebuah kegagalan. Seperti menghadapi stress, resilience juga bisa dilatih. Mulailah dari sekarang.


    11. Meditasi

    Bermeditasi adalah cara kita berkomunikasi dengan diri sendiri. Mencari sudut yang tenang, duduk relaks dan memejamkan mata sejenak dapat membuat ketegangan lebih mudah reda. Meditasi juga dipercaya dapat memelihara kesehatan mental & fisik selain ikut andil meningkatkan kekebalan tubuh.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below