Jenis-jenis Investasi Yang Patut Diketahui Sejak Dini


  • Jenis-jenis Investasi Yang Patut Diketahui Sejak Dini
    Jenis-jenis investasi yang patut diketahui sejak dini. (Foto: Dok. arthon meekodong/iStock)

    Investasi sudah tidak lagi menjadi hal yang baru bagi masyarakat. Berbagai kalangan dari anak muda sampai orang dewasa pun sudah banyak yang berkecimpung di dunia investasi. Namun, tingkat ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap investasi masih tergolong rendah dibandingkan negara maju. Investasi kini sudah bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat tanpa melihat batasan ekonomi.


    Sebelum mulai berinvestasi, pastikan kondisi finansial kita sudah mencukupi, kenali profil risiko yang ada di setiap jenis investasi, serta kenali tujuan kita melakukan investasi agar bisa menemukan jenis investasi yang paling cocok untuk dilakukan. Maka dari itu, diperlukan pendidikan finansial sejak dini mengenai jenis-jenis investasi apa saja yang bisa dilakukan agar dapat menumbuhkan tingkat perekonomian di Indonesia.




    (Baca Juga: Cara Aliya & Samira Pikat Investasi Untuk Bangun Start-Up)


    Yuk mari kita simak jenis-jenis investasi yang bisa memberikan keuntungan besar.


    jenis jenis investasi

    (Kenali jenis investasi yang cocok untuk kita. Foto: Dok. Asbe/iStock)


    Investasi Jangka Pendek


    Jenis investasi ini memiliki hasil return setelah tiga sampai 12 bulan dan disebut juga investasi sementara untuk mengamankan dana dan menunggu munculnya peluang investasi lain yang memiliki return lebih tinggi. Investasi jangka pendek harus berkualitas dan mudah dijual kembali atau punya likuiditas tinggi. 


    1. Deposito


    Investasi ini mirip dengan menaruh uang di bank, namun memerlukan setoran awal yang lebih besar. Hal krusial yang membedakan deposito dengan bank adalah tingkat persentase bunga dan adanya waktu jatuh tempo. 


    Suku bunga deposito bisa mencapai 5-6% bahkan lebih. Namun, uang yang kita investasikan di deposito hanya bisa diambil setelah deposito tersebut jatuh tempo karena ada tenor yang mengikat. Tenor deposito beragam, ada yang maksimal 12 bulan dan ada yang sampai 24 bulan. 


    2. Saham


    Walaupun sebenarnya merupakan investasi jangka panjang, saham juga bisa menjadi investasi jangka pendek, hanya saja resikonya lebih tinggi. Untuk kepentingan jangka pendek, investor dapat melakukan investasi saham dengan nilai yang kecil. Resiko ruginya akan kecil dan hasil return juga tidak akan sebesar jika melakukan investasi saham dalam jumlah besar sekaligus.


    3. Reksa Dana Pasar Uang


    Reksa Dana adalah jenis investasi yang mengumpulkan dana beberapa investor untuk diinvestasikan ke instrumen investasi yang ada di pasar modal oleh Manager Investasi (MI). Jenis ini cocok untuk para investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi ke dalam beberapa instrumen. Reksa dana terdiri dari lima macam dengan resiko yang berbeda-beda, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana index


    Reksa dana pasar uang cocok untuk pemula dalam bidang investasi karena resikonya lebih kecil dibandingkan reksa dana jenis lain. Resiko terendah reksa dana berada di reksa dana pasar uang dan resiko tertinggi berada di reksa dana saham. Hanya dengan minimal Rp100.000, kita dapat memulai investasi melalui reksa dana pasar uang. 


    (Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Investasi Baru 'Savings Bond Ritel')


    Investasi Jangka Menengah


    Investasi jangka menengah cocok untuk investor dengan tujuan return di jangka waktu tiga sampai sepuluh tahun. Instrumen yang dipilih di investasi jangka menengah adalah yang resikonya sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi jangka pendek, namun dengan hasil return yang lebih tinggi nantinya. 


    1. Reksa Dana Campuran


    Reksa dan campuran adalah jenis reksa dana yang membagikan uang investor ke beberapa sektor, yaitu obligasi, saham, dan pasar uang. Resiko reksa dana ini lebih tinggi dibandingkan pasar uang karena uang investor juga dialokasikan ke saham. 


    Reksa dana ini memiliki keunggulan, diantaranya adalah investor tidak perlu kemampuan analisis yang mendalam terhadap instrumen yang diinvestasikan, cukup memeriksa portfolio investasi secara berkala. Selain itu, reksa dana tidak memiliki tenor sehingga bisa dicairkan kapan saja.


    2. Reksa Dana Pendapatan Tetap


    Mayoritas dana investor reksa dana pendapatan tetap akan dialokasikan ke obligasi milik pemerintah dan swasta, serta ke instrumen pasar uang dengan pergerakan yang lebih stabil. Reksa dana ini memiliki resiko kecil dan hasil return yang cukup besar. 


    Kita bisa mencairkan hasil reksa dana pada hari bursa tanpa pajak, tidak seperti deposito yang terkena PPh sebesar 20 persen. Kita bisa memulai investasi ini dari Rp10.000 secara daring. 


    3. Obligasi 


    Obligasi adalah surat utang dengan peluang pemindahtanganan yang berisi janji dari pihak penerbit surat untuk membayar bunga pada periode tertentu sebagai imbalan dan melunasi utang pada waktu yang telah ditentukan oleh pemegang obligasi. 


    Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang akan dijadikan sumber pendanaan. Di Indonesia, obligasi terdiri dari obligasi pemerinta dan obligasi korporasi tergantung pada siapa yang mengeluarkan obligasinya. Investasi melalui obligasi aman dan low risk


    jenis jenis investasi

    (Investasi sebagai sumber pendapatan pasif yang bisa dicoba. Foto: Dok. Yozayo/iStock)


    Investasi Jangka Panjang


    1. Properti


    Investasi properti dapat berupa tanah dan bangunan. Investasi ini sangat menjanjikan, yang mana persentase peningkatan nilai propertinya sebesar 15-20% per tahun, terlebih jika lokasi propertinya strategis. 


    Jenis ini minim resiko bangkrut dan tergolong passive income, namun harus menyiapkan dana yang sangat besar untuk membeli dan merawat properti tersebut. Investor properti biasanya menjual propertinya ketika harganya naik di atas harga beli untuk mendapatkan keuntungan yang besar. 


    2. Emas 


    Investasi ini tergolong klasik dan sudah populer di berbagai kalangan masyarakat sejak dahulu kala. Karena harga emas terus meningkat, maka investasi emas dijadikan salah satu instrumen investasi yang paling aman. Kenaikan harga emas biasanya disebabkan oleh turunnya nilai saham, obligasi, dan lain-lain yang termasuk paper investment


    Investor dapat membeli emas batangan dan disimpan sendiri dengan aman atau menyewa kotak deposit di bank. Jika kondisi finansial masih terbatas, investor dapat membeli emas berdasarkan nilai uang, yaitu cukup dari harga Rp100. Cara seperti ini biasanya dilakukan secara daring dan investor tidak mendapatkan barang emasnya secara langsung.


    3. Saham


    Saham adalah semacam bukti kepemilikan sebuah perusahaan sehingga kita membeli sebagian kepemilikan dari perusahaan tersebut jika kita membeli sahamnya. Jenis investasi ini high risk high return, walaupun berpotensi untung tinggi, resikonya untuk rugi juga tinggi. 


    Return yang kita dapat biasanya bergantung pada dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri. Jika perusahaan yang kita beli sahamnya semakin sukses, maka potensi nilai return yang kita dapat juga semakin tinggi meskipun kita pada awalnya menaruh modal sedikit. Maka dari itu, butuh pemahaman dan analisis yang mendalam ketika melakukan investasi saham.


    (Baca Juga: Kelebihan Dan Kekurangan Investasi Jangka Panjang)


    Itulah jenis-jenis investasi yang patut diketahui sejak dini agar kita bisa lebih mahir dalam memilih instrumen investasi yang cocok. 


    (Penulis: Andrea Nathania)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below