Kelebihan Dan Kekurangan Investasi Jangka Panjang


  • Kelebihan Dan Kekurangan Investasi Jangka Panjang
    Investasi jangka panjang juga bisa jadi solusi finansial yang baik. Simak kelebihan dan kekurangan jenis investasi jangka panjang ini. (Foto: Dok. Pixabay/Pexels)


    Seperti diketahui, investasi dibagi dalam dua jenis, yakni investasi jangka pendek dan jangka panjang. Setelah membahas tentang investasi jangka pendek, kali ini herworld Indonesia akan mengulas jenis-jenis investasi jangka panjang serta kelebihan dan kekurangannya. 

    Apa saja? Berikut tiga jenis investasi jangka panjang yang patut kamu ketahui:



    (Baca juga: 4 Investasi Jangka Pendek yang Perlu Kamu Ketahui)

    1. Reksadana

    Jenis investasi ini tergolong tepat bagi para pemula. Ada empat jenis reksadana yang bisa dipilih yaitu reksadana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Masing-masing memiliki tingkat risikonya sendiri. Biasanya, dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi. Keuntungan dan kerugian yang didapat pun akan dibagi rata untuk para investor (baca: kamu).

    Kelebihan: Tak perlu banyak pengalaman karena akan dikelola oleh Manajer Investasi. Modal kamu akan diinvestasikan ke berbagai tempat sehingga bila terjadi kerugian di satu tempat bisa dibantu oleh keuntungan di tempat lain.

    Kekurangan: Karena tidak dikelola langsung, banyak yang tidak puas dengan hasilnya. Keuntungan yang didapat juga lebih kecil dibanding saham.

    2. Emas

    Tingginya minat akan logam mulia yang cantik ini membuat emas menjadi investasi yang paling menguntungkan. Emas memiliki nilai dan harga yang selalu naik tiap tahun. Sebaiknya pilih dalam bentuk emas batangan atau koin dibanding perhiasan karena kamu tidak akan dikenai biaya tak terduga lainnya.

    Kelebihan: Aset likuid yang paling mudah dijual dan tahan lama. Harganya stabil dan cenderung naik.

    Kekurangan: Tak dapat memberikan penghasilan rutin. Ada juga kemungkinan nilai emas akan turun meski terhitung kecil.

    3. Properti

    Bisa dibilang jenis investasi ini memiliki peluang yang besar dan menjanjikan karena harga tanah dan bangunan yang terus naik, apalagi jika akses dan fasilitas berkualitas. Namun, kamu tentu perlu dana besar sebagai modal. Kamu bisa memanfaatkan berbagai program pembelian properti yang tersedia di bank.

    Kelebihan: Risikonya cukup kecil. Kalau belum bertemu pembeli yang pas, kamu bisa menyewakannya untuk penghasilan tambahan.

    Kekurangan: Perlu modal besar untuk beli rumah atau tanah. Bukan aset likuid yang bisa mudah dijual saat dibutuhkan.

    Itulah jenis-jenis investasi jangka panjang serta kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan pertimbangan kamu. Jadi, kamu lebih suka investasi jangka panjang atau pendek, dan apa sih jenis investasi pilihanmu?