Strategi Kelola Uang Dengan Bijak Demi Kebebasan Finansial


  • Strategi Kelola Uang Dengan Bijak Demi Kebebasan Finansial
    Ada beberapa cara untuk mengelola uang dengan bijak (Foto:Dok. Nonwarit Pruetisirirot/123rf)


    Dampak yang paling terasa saat virus corona mewabah adalah terhambatnya pergerakan ekonomi di Indonesia. Sehingga, beberapa perusahaan pun terpaksa merumahkan dan melakukan PHK kepada sebagian karyawannya demi usaha yang terus berjalan. 

    Tak tinggal diam, mereka yang terkena dampak ini pun berusaha agar bisa bertahan hidup di tengah wabah Covid-19. Dengan kejadian ini pula menyadarkan bahwa mengelola uang secara bijak merupakan kegiatan penting agar finansial tetap sehat di dalam kondisi apapun. Bahkan, ini juga jadi salah satu langkah agar kamu dapat mencapai financial freedom. 



    Financial freedom atau kebebasan finansial ini memungkinkan untuk kamu mendapatkan passive income meskipun kamu tidak bekerja secara aktif lagi. Sehingga, pendapatan ini nantinya yang bisa menopang kebutuhan hidup tanpa berhutang. Untuk itu berikut Her World rangkum cara mengelola uang dengan bijak dan sehat agar kamu bisa mencapai financial freedom sejak dini.


    (Baca Juga: Kelebihan Dan Kekurangan Investasi Jangka Panjang)


    1. Kenali kondisi keuangan

    Siapa lagi yang tahu tentang kondisi keuanganmu selain dirimu sendiri? Meskipun demikian, kamu perlu mencatat secara jelas untuk mengetahuinya secara rinci. 

    Buatlah catatan harta dan utang, pengeluaran dan penghasilan, rasio keuangan hingga evaluasi kesehatan keuanganmu. Ada batasan perbandingan antara pemasukan dan pengeluaran pada rasio keuangan yang sehat, yaitu:

        • Besar simpanan setara dengan 6 hingga 12 bulan total pengeluaran per bulannya.

        • Rasio cicilan hutang tidak melebihi dari 30 persen penghasilan. 

        • Rasio tabungan paling sedikit sebanyak 20 persen dari penghasilan rutin. 

    Jika memang dibutuhkan, kamu bisa mendiskusikannya bersama pakarnya. 


    2. Tetapkan tujuan keuangan

    Setelah mencatat secara lengkap kondisi keuanganmu, fase yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan keuangan. Memiliki rumah, mempunyai dana untuk berlibur, bebas utang, dan memiliki dana pensiun yang mencukupi adalah beberapa contoh tujuan keuangan. Untuk memenuhi impian tersebut, kamu perlu mempersiapkan dana dalam jangka waktu tertentu termasuk memperhitungkan arus pemasukan dan pengeluaran. Untuk mempermudah pengelolaan keuangan, buatlah skala prioritas dengan rumus sebagai berikut: 40 persen kebutuhan sehari-hari, 30 kebutuhan hutang, 20 persen menabung dan investasi, dan 10 persen kebutuhan sosial.


    (Baca Juga: 4 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Perlu Kamu Tahu)




    3. Pengelolaan utang

    Pengelolaan utang juga jadi salah satu yang patut untuk dilakukan sebelum ingin memulai berinvestasi. Catatlah pengeluaran utang baik dan utang burukmu secara rinci dan terstruktur. 

    Utang baik adalah utang yang diperlukan untuk mendukung kegiatan yang produktif.

    Utang buruk adalah utang yang dilakukan untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan.


    4. Persiapan dana darurat

    Sebuah survei Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai mayoritas penduduk Indonesia sebesar 46 persen tidak siap menghadapi krisis ekonomi. Hal ini dikarenakan sebagian besar dari mereka hanya memiliki dana darurat yang hanya bisa digunakan dalam jangka waktu 1 minggu.

    Oleh sebabnya, mempersiapkan dana darurat sejak dini merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Dana darurat bisa disimpan dalam bentuk tabungan jangka pendek yang sifatnya fleksibel. Karena dana darurat tidak seharusnya diambil sesuka hati, alangkah baiknya bila Anda memiliki rekening tersendiri yang tidak tersentuh sedikit pun,


    5. Mempersiapkan tabungan, investasi dan asuransi

    Investasi memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu untuk memenuhi kebutuhan mendatang dan menciptakan aset aktif. Selain itu, investasi juga dapat membantu melawan inflasi.

    Berinvestasi merupakan cara seseorang untuk mencapai tujuan keuangan. Setelah menentukan tujuan dalam memulai investasi, anda benar-benar perlu memahami profil risiko anda. Selanjutnya, pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan anda.

    Bank BRI menyediakan instrumen produk yang memahami kebutuhan finansial nasabah berupa produk investasi, proteksi yang bekerja sama dengan manager investasi, asuradur maupun sekuritas yang terpercaya dan berpengalaman. Antara lain produk investasi berupa Reksadana, Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Saving Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan, SBN yang di ritelkan dan BRIFINE yang merupakan investasi rencana pensiun BRI. Sementara di sisi asuransi, BRI juga menawarkan produk bancassurance untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang berupa : produk asuransi Kesehatan, asuransi berjangka dan mengoptimalkan dana investasi sekaligus perlindungan diri.

    Saat ini adalah masa ketidakpastian, banyak masyarakat khawatir terdampak finansial sehingga justru diperlukan pengaturan kondisi keuangan dengan menabung, investasi dan asurasni di lembaga keuangan terpercaya seperti Bank BRI yang memiliki Financial Advisor kompeten, berpengalaman dan tersertifikasi.


    (Baca Juga: Jenis-Jenis Investasi yang Akan Membantu Keuangan Anda)


    6. Cari sumber pendapatan lain

    Mencari sumber pendapatan lain bisa jadi cara untuk dapat mencapai kebebasan finansial, salah satu yang bisa dijadikan pilihan adalah berwirausaha secara daring.

    Hal ini pun selaras dengan angka rasio kewirausahaan di Indonesia yang lahir hingga 3,47 persen. Tak hanya itu, pergerakan usaha di e-commerce pun ikut meningkat sebanyak 26 persen berdasarkan Kementerian Koperasi dan UKM di Indonesia. 

    Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar bisa mencapai kebebasan finansial. Jika tertarik untuk mengetahui info lebih lanjut, kamu bisa langsung datang ke Kantor Cabang BRI atau hubungi BRI Premium Call Center (021) 575 8899/ 800 1 017 017.

    Selamat mencoba!