10 Cara Cegah Stroke Sejak Dini Tanpa Obat


  • 10 Cara Cegah Stroke Sejak Dini Tanpa Obat
    Cara mencegah penyakit stroke sejak dini (Foto:Dok/Pexels/Andrea)


    Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. Stroke bukan saja ancaman bagi mereka yang berusia lanjut, tetapi juga buat yang muda. Gaya hidup tinggi stres, kurang aktivitas fisik dan diet yang buruk jadi pemicu utama. Selain itu stroke juga lebih tinggi risiko nya bagi kamu yang memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami stroke pada usia di bawah 65 tahun.

    Ada cara alami untuk mencegahnya. Segera anut gaya hidup sehat, dengan mempraktekkan 10 cara di bawah ini.




    (Baca Juga: 5 Langkah Efektif Mencegah Stroke)


    1. Jaga Berat Badan Ideal


    (Menjaga berat badan.Foto:Dok/Pexels/Pixabay)


    Peduli berat badan bukan untuk pamerkan tubuh indah dan penampilan menarik, tetapi yang terpenting adalah bagian dari self-love. Lemak yang menumpuk dapat meningkatkan risiko stroke. Pada kasus obesitas, darah akan menjadi lebih kental, pembuluh darah menjadi lebih kaku serta mudah tersumbat dan pecah.


    2. Olahraga Teratur

    Tingkatkan aktivitas fisik setiap hari dengan melakukan olahraga yang disukai. Tidak perlu yang berat, sesederhana jalan kaki di seputar kompleks rumah selama 30 menit saja. Lakukan 5 kali dalam seminggu. Dengan berolahraga, asupan oksigen ke dalam tubuh akan meningkat, dan kamu pun akan merasa lebih berenergi dan happy!


    (Baca Juga: Cek Rutin Tekanan Darah Dapat Cegah Risiko Demensia)


    3. Makanan Tinggi Serat

    Buah dan sayur sudah semestinya jadi pilihan dalam menu sehari-hari. Sebuah penelitian menyebutkan, makan 200 gram sayur per hari dapat menurunkan risiko terkena stroke sebanyak 11%. Sementara 200 gram buah per hari dapat menurunkan risiko serangan stroke hingga 32%.


    4. Hindari Lemak Jenuh

    Makanan mengandung lemak jenuh seperti daging merah, susu dan olahannya, krim, mentega serta gorengan dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL). The American Health Association membatasi asupan lemak jenuh hanya 13 gram saja per hari, atau sekitar 5-6% dari kalori yang dibutuhkan dalam sehari.


    (Baca Juga: 7 Jenis Diet Cepat Turunkan Berat Badan)


    5. Pilih Ikan


    (banyak konsumsi ikan tuna.Foto:Dok/Pexels/Vleria)


    Ikan seperti salmon, tuna, makarel, yang mengandung tinggi Omega-3 sangat dianjurkan, karena berkhasiat menurunkan kolesterol juga tekanan darah. Sertakan dalam menu makanan kamu setidaknya 2-3 kali dalam seminggu.


    6. Stop Merokok

    Merokok aktif maupun pasif sangat buruk bagi kesehatan. Nikotin yang masuk ke dalam tubuh dapat mengendap di pembuluh darah menimbulkan penyempitan dan sumbatan.


    (Baca Juga: 8 Manfaat Makan Cokelat Pahit Secara Rutin)


    7. Kurangi Konsumsi Alkohol

    Pada porsi tertentu, minuman yang mengandung alkohol memang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih relaks. Tapi jika dikinsumsi berlebihan akan sangat membahayakan kesehatan dan memicu terjadinya hemorrhagic stroke.


    8. Manajemen Stres

    Amigdala (bagian pada otak) merupakan kelompok saraf yang mengatur emosi, rasa takut, kecemasan, kesenangan, dan stres. Saat amigdala aktif menangani stres, memicu aktivitas ekstra pada sumsum tulang belakang, lalu dapat menimbulkan peradangan di arteri. Kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan stroke pun meningkat. Stres tidak bisa dihindari, terutama di saat kita dituntut untuk lebih produktif mengatasi kondisi krisis ekonomi seperti sekarang. Walau demikian, kita bisa melatih diri untuk mengendalikan stres. Salah satu yang paling ampuh adalah dengan meditasi. Juga dengan melakukan hobi, beraktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari, mendengarkan musik, nonton film favorit, menelpon sahabat, dan lain-lain.


    (Baca Juga: 6 Cara Mudah Atasi Hipertensi yang Patut Diketahui)


    9. Tidur Berkualitas

    Jangan sepelekan kebiasaan mengorok saat tidur. Mengorok yang keras dan rutin menjadi pertanda adanya gangguan tidur yang disebut sleep apnea. Hal ini bisa memicu naiknya tekanan darah dan terjadinya stroke mendadak. Jika kamu termasuk yang sering mengalami gangguan tidur, segera mencari bantuan profesional untuk mengatasinya segera.


    10. Medical Check Up


    (Konsultasi ke dokter.Foto:Dok/Pexels/Bongkarn)

    Setelah usia 18 tahun, sebaiknya seseorang memeriksakan kesehatan rutin sebanyak 1 tahun sekali. Jika memiliki penyakit tertentu, pemeriksaan biasanya dibutuhkan lebih sering yaitu 6 bulanan. Sebuah data dari Klinik Prodia menunjukkan adanya temuan 20% masalah obesitas dan gejala diabetes pada sekitar 200 orang generasi milenial (usia 25-35 tahun) yang diperiksa. Jadi, jangan tunggu sakit untuk memeriksakan diri ke dokter, ya. Sekali lagi, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below