7 Jenis Diet Cepat Turunkan Berat Badan



  • Atkins Diet

    Diet yang memperbolehkan Anda mengonsumsi lemak dan protein, seperti daging merah, ayam, bebek, telur, keju, dan mentega, tapi membatasi konsumsi karbohidrat, seperti nasi, jagung, roti, kentang, ubi, singkong, dan talas.

    Plus:  Dapat menurunkan berat badan dengan cepat, tanpa rasa lapar, tetapi tetap berenergi.



    Minus: Bila dilakukan dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati. Selain itu, dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi, jantung koroner, stroke, dan kanker usus besar karena kurangnya asupan serat.

     

    The South Beach Diet

    Diet ini menganut pola makan tinggi protein, membatasi lemak jenuh, dan bebas mengonsumsi karbohidrat kompleks.

    Plus: Membantu melangsingkan tubuh tanpa rasa lapar, menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, mengontrol gula darah dalam tubuh, dan dapat mencegah timbulnya penyakit jantung.

    Minus: Mayoritas makanan yang boleh dikonsumsi berasal dari daging dan dairy product, sehingga hanya ada sedikit pilihan bagi Anda yang tidak suka susu dan produk olahan.

     

    Zona Diet

    Diet yang mengombinasikan asupan nutrisi yang terdiri dari 40% karbohidrat, 30% protein, dan 30% lemak dari total kalori secara menyeluruh.

    Plus: Dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif 1,5 kilogram dalam waktu satu minggu dan membuat kadar insulin dalam darah tetap terkontrol.

    Minus: Selain perhitungan komposisinya yang cukup rumit, jumlah karbohidrat yang hanya 40% sebenarnya tidak cukup jika Anda memiliki aktivitas padat sehari-hari sehingga menyebabkan cepat lelah.

     

    Rawfood Diet

    Diet tinggi buah dan sayur dan hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang. Makanan tidak dimasak matang untuk menghindari hilangnya vitamin dan zat lain yang bermanfaat bagi tubuh.

    Plus: Metode diet ini sekaligus dapat memperbaiki tampilan kulit, karena vitamin yang terserap dalam tubuh lebih banyak.

    Minus: Kelemahan diet ini, jika diterapkan di Indonesia, adalah masih banyaknya penggunaan pestisida dan keamanan bahan baku yang perlu lebih dijaga kualitasnya.

     

    Bloodtype Diet

    Diet sesuai dengan keistimewaan golongan darah. Golongan A dianjurkan sebagai vegan, karena cenderung memiliki risiko kardiovaskular; golongan B dapat mengonsumsi beragam makanan terutama olahan susu, daging, dan ikan; golongan AB merupakan pola makan gabungan golongan darah A dan B; serta golongan darah O dianjurkan mengonsumsi protein tinggi dan rendah karbohidrat karena cenderung lebih cepat mengalami kenaikan berat badan.

    Plus: Kondisi emosi stabil, mudah mengurangi stes, dan mengembalikan ritme tubuh Anda secara alami.

    Minus: Diet ini masih banyak memerlukan studi ilmiah, karena banyak pro kontra di dalamnya.

     

    The Cabbage Soup Diet

    Diet dengan hanya mengonsumsi sup kol selama tujuh hari berturut-turut dan makanan rendah karbohidrat kompleks, protein, dan lemak.

    Plus: Sangat cepat menurunkan berat badan dibanding diet lainnya.

    Minus: Diet ini cepat menimbulkan rasa lapar. Asupan kalori yang masuk sangat rendah, sehingga dapat terjadi defisiensi vitamin dan mineral, dapat menimbulkan efek samping lemas, sakit kepala, menurunnya konsentrasi, dan perut kembung. Jika Anda ingin menjalani diet ini sangat dianjurkan untuk mengonsumi tambahan suplemen multivitamin dan mineral.

     

    The Sugar Buster Diet

    Diet dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks. Asupan makanan seperti ini akan menyebabkan rasa cepat kenyang.

    Plus: Mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

    Minus: Diet ini sebenarnya adalah diet rendah kalori yang tidak seimbang. Jika melakukannya dalam waktu lama, tubuh akan menjadi kurang berenergi dan terasa lemas.

     

    (TEKS: TIKA FIRLIANA / FOTO: BERBAGAI SUMBER)