Kesehatan Mental Saat Pandemi Corona Di Film 'Sepuluh Meter'


  • Kesehatan Mental Saat Pandemi Corona Di Film 'Sepuluh Meter'
    Film pendek Sepuluh Meter mengangkat topik kesehatan mental saat pandemi corona. (Foto:Dok/OCBC NISP)


    Perubahan gaya hidup yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 diseluruh negara menciptakan kebiasaan baru bagi kehidupan banyak orang. Mulai dari physical distancing hingga mengerjakan aktivitas kini dilakukan dari rumah.




    Namun, perasaan terisolasi, keterbatasan interaksi hingga kondisi ekonomi kerap menimbulkan rasa cemas dan stres dalam situasi saat ini. Oleh sebabnya menghadapi the new normal ini bisa berpengaruh pada kesehatan fisik sekaligus mental.


    (Baca Juga: Kisah Pegawai Saat Pandemi Corona Dalam Film 'Curhat Online')


    Berkaca dari hal ini, bank OCBC NISP bersama Yandy Laurens meluncurkan film pendek bertajuk Sepuluh Meter. Film ini pun bertujuan untuk menyemangati masyarakat yang sedang menghadapi wabah virus corona.


    Dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Sabai Morscheck, Nirina Zubir dan Ernest Syarif, film ini mengisahkan keadaan dua keluarga yang berbeda selama menjalani aktivitas di dalam rumah. Sehingga tekanan dan rasa yang dihadapi pun berbeda.


    Ringgo sebagai seorang aktor sekaligus aktif di dunia hiburan memiliki kegelisahan saat beradaptasi dengan the new normal saat mewabahnya virus corona. Tak bisa membendungnya sendiri, ia pun mencurahkan isi hatinya pada Nirina sahabatnya.


    (Baca Juga: 10 Serial & Film Yang Ditunda Akibat Corona)


    Berbeda dengan Ringgo, Nirina justru merasakan hal yang berbeda saat pandemi virus corona. Berada di rumah bersama keluarga membuatnya lebih dekat dan hangat. Sehingga berbagai kegiatan pun terasa senang dijalani.


    Perbedaan dari keduanya buat mereka saling mengisi dan mendukung untuk tetap bertahan di situasi yang sedang sulit ini. Dengan berbagi tips dan kegiatan seru jadi salah satu cara yang bisa dilakukan agar menjaga diri sekaligus ikhlas untuk tetap menjalani hidup kedepannya.


    Dikemas dengan sederhana, penggarapan film ini menggunakan platform virtual dengan waktu tiga minggu lamanya. Dengan menggambarkan pengalaman dan keseharian masing-masing pemainnya film Sepuluh Meter diharapkan bisa mewakili perasaan sejumlah masyarakat yang sedang menjalani aktivitas di rumah.


    (Baca Juga: Billie Eilish Tunda World Tour 2020 Akibat Pandemi Corona)


    "Sepuluh Meter hadir dari kegelisahan yang sama-sama kita alami di tengah situasi yang serba tak pasti. Proses pembuatannya unik sekali, karena keseluruhan tahap penulisan, pra produksi, shooting, dan editing film ini dilakukan dari rumah masing-masing, tanpa bertemu langsung," ujar Yandy Laurens.


    "Harapan saya, film Sepuluh Meter bisa mewakili perasaan kita yang di rumah dan menjadi gambaran seberapa tangguhnya kita sebagai pribadi," tambahnya.


    Diluncurkannya film ini juga bagian dari gerakan #NyalakanHati dari bank OCBC NISP. Dari data survei yang dilakukannya membuat film ini jadi pilihan untuk menyampaikan pesan untuk semua orang di rumah agar tidak putus asa. Film Sepuluh Meter ini pun bisa disaksikan di kanal youtube bank OCBC NISP.





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below