Tips Jalani Puasa Ramadan Di Tengah Pandemi Covid19


  • Tips Jalani Puasa Ramadan Di Tengah Pandemi Covid19
    Berbeda dari tahun sebelumnya, puasa Ramadan tahun ini berbarengan dengan masa pandemi virus corona (covid19). Bagaimana menyiasatinya? (Foto: Dok/AdamKontor/Pexels.com)

    Setelah satu pekan berlalu, puasa Ramadan kali ini masih merasa tertatih dan kerap lemas? Bisa jadi ada yang salah dengan pola makan yang tidak seimbang, istirahat kurang, atau olahraga yang mulai ditinggalkan.  

    Tak bisa dipungkiri, jika puasa tahun ini menjadi berbeda karena berbarengan dengan masa pandemi virus corona (covid19). Selain aktivitas yang kini dilakukan di rumah saja, beberapa tradisi seperti taraweh, bertemu teman, bekerja di kantor, atau buka bersama seperti tahun-tahun sebelumnya tak lagi bisa dilakukan.  



    Namun, itu mestinya tidak mengurangi semangat untuk menjalankan ibadah puasa. Lalu, bagaimana menyiasatinya hingga puasa berjalan lancar hingga akhir?  


    1. Mulai dengan pola makan seimbang saat sahur


    (Makan. Foto: Dok. Anfisa Eremina/Pexels.com) 


    Sahur menjadi penting untuk menjaga tubuh tetap fit kala berpuasa sehari penuh. Dianjurkan untuk konsumsi makanan yang kaya serat sehingga membuat perut tetap terasa penuh lebih lama, seperti buah dan sayur, roti, sereal dan bubur oat. Hindari makanan asin seperti keripik yang akan membuat haus di siang hari. Di samping itu, minumlah air sebanyak mungkin agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari hingga saat berbuka tiba. Kekurangan minum ai putih akan membuat tubuh melemah, disorientasi dan tak fokus sebagai efek dari dehidrasi.  


    (Baca Juga: Ketahui Waktu Terbaik Untuk Olahraga Saat Puasa)


    2. Beristirahat


    (Tidur. Foto: Dok. Andrea Piacquadio/Pexels.com)


    Istirahat yang cukup menjadi penting saat menjalani puasa selama sebulan penuh. Kamu mesti mendisiplinkan diri untuk beristirahat, karena jika tidur kurang akan membuat tubuh melemah, dan merasakan lemas sepanjang waktu.


    3. Menyibukkan diri

    Menjalani aktivitas di rumah saja bisa jadi berpotensi akan situasi yang 'membosankan', dan bosan akan membuat lapar. Oleh karenanya, cobalah menyibukkan diri agar tidak merasa lapar, misalnya dengan menulis, melukis, berolahraga, bersih-bersih, atau ikut sesi pelatihan online. Nonton Netflix bisa juga jadi salah satunya.


    4. Berolahraga untuk bakar kalori


    (Olahraga. Foto: Dok. Andrea Piacquadio/Pexel.com)


    Membuat tubuh bergerak akan mengubah mindset dan membantu mood menjadi lebih baik. Cobalah berkomitmen untuk berolahraga selama 30-60 menit dengan berjalan kaki sebelum waktu berbuka, misalnya. Latihan ringan direkomendasikan sebelum berbuka untuk mengurangi resiko cedera, membantu membakar kalori dan juga sekaligus bisa sebagai distraksi. Jika inginkan latihan agak berat, tak ada salahnya menunggu dua jam setelah jam berbuka.


    (Baca Juga: Hati-hati, Ini Bahayanya Makan Mie Instan Waktu Sahur)


    5. Siasati konsumsi makanan kala berbuka

    Berbukalah dengan yang manis tapi imbangi untuk tidak berlebihan. Rekomendasinya, minumlah air sebanyak mungkin, dan makan buah yang kaya kandungan air seperti semangka. Karena dengan begitu perut akan terisi dengan cepat dan mengurangi rasa lapar yang teramat sangat sehingga pilihan berikutnya adalah makanan sehat. Makan berlebihan kala berbuka juga tak baik buat tubuh. Ada baiknya berhenti makan kala merasa sudah 80 persen kenyang. Bagaimana dengan pilihan menunya? Diantaranya berbukalah dengan buah kurma, salad dan sup yang diikuti dengan nasi secukupnya, dan protein dari daging atau ayam.  


    6. Konsumsi suplemen atau multivitamin

    Demi menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa, tak ada salahnya juga untuk mengonsumsi suplemen dan vitamin sebagai tambahan. Saat sahur misalnya bisa mengonsumsi multivitamin dan mineral, dan saat berbuka mengonsumsi vitamin yang meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari serangan penyakit yang disebabkan virus, bakteri atau jamur.


    (Baca Juga: 12 Pengganti Gula Yang Aman Dikonsumsi Selama Puasa)

    7. Bikin persiapan dan perencanaan bila perlu  

    Bagaimana jika membuat perencanaan makanan yang dikonsumsi? Dengan begitu bisa membantu mengatur lebih baik apa yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Ini juga menghemat waktu dan energi sehingga lebih hemat. Memasak makanan sehari sebelumnya atau di saat akhir pekan ketika punya waktu lebih banyak. Menuliskan 'menu' makanan yang akan dikonsumsi bisa jadi juga membantu memetakan mana makanan penting atau nutrisi yang terlewatkan.


    Demikian tujuh tips sederhana yang bisa diterapkan untuk membuat puasa Ramadan tahun ini menjadi lebih mudah dijalani dan bermakna.  



    7 Buah Sebagai Pengganti Air yang Baik Buat Tubuh



    (Air. Foto: Dok/DariaShevtsova/Pexels.com) 


    Dalam sehari kita dianjurkan untuk konsumsi air sebanyak 2,5 sampai tiga liter. Namun, dengan jangka waktu yang pendek kala berpuasa, maka angka yang dianjurkan ini bisa terabaikan. Minum air putih saja tidak cukup. Oleh karenanya, untuk menjaga tubuh tetap fit dan asupan air cukup, kamu bisa menyiasati atau menggantinya dengan konsumsi makanan yang kaya kandungan air.  

    Berikut beberapa pilihan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat agar asupan air dalam tubuh tetap terjaga.

    1. Semangka

    Buah satu ini diyakini mengandung 92 persen air, yang di dalamnya terdapat kandungan magnesium dan kalsium yang baik untuk menghidrasi tubuh setelah berpuasa seharian.  

    2. Sup

    Pilih sup bening, bukan yang cream untuk berbuka bisa jadi pilihan. Menjadi pendamping air putih yang dapat menambah energi dan membuat tubuh tetap terisi penuh dengan air.  

    3. Susu

    Menjadi pengganti air yang kaya akan kalsium, dan bisa dinikmati bersama sereal misalnya. Susu dapat juga jadi buat minuman usai berolahraga.  

    4. Smoothie

    Pilih beberapa buah yang bisa dibuat smoothie, misalkan jeruk, semangka, apel, nanas, dan persik. Daripada menambahkan yogurt atau susu, tambahkan air dan beberapa es batu. Konsumsi saat sahur sehingga membuat tubuh terhidrasi lebih lama sepanjang hari.  


    (Salad. Foto: Dok/BuenosiaCarol/Pexels.com)


    5. Sayuran  

    Selada, mentimum dan tomat bisa jadi pilihan buat menyiasati kadar level air dalam tubuh. Konsumsi salad sayur saat berbuka, kenapa tidak?  

    6. Teh

    Minum teh bisa juga sebagai pengganti buat menambah asupan air. Namun, pilih teh herbal, tanpa tambahan gula. Ini bisa memberi manfaat lebih.  

    7. Moisturizer  

    Bukan buat dikonsumsi, tapi dikenakan. Saat bangun tidur atau terjaga tidak ada salahnya menggunakan moisturizer atau pelembap pada wajah. Ini bisa membantu membuat tubuh, khususnya kulit wajah tetap terhidrasi dan segar. Pakai saat pagi hari usai mandi, atau ketika akan tidur di malam hari.  



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below