A Chat With dr. Triswan Harapan: Awet Muda lewat Terapi Ozon


  • A Chat With dr. Triswan Harapan: Awet Muda lewat Terapi Ozon
    Pembuluh darah yang terjaga kesehatannya membuat kita senantiasa bugar dan awet muda. Terapi ozon dapat membantu. (Foto: Dok. Anna Shvets/Pexels)

    Anti-aging, sebuah kata yang kerap dikaitkan dengan perawatan kecantikan, upaya untuk menjadi awet muda. Sudah banyak prosedur estetis yang menjanjikan manfaat peremajaan, namun kebanyakan lebih fokus di permukaan. dr. Triswan Harapan, spesialis bedah thoraks dan kardiovaskular dari POISE Clinic, ingin meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan pembuluh darah patut menjadi perhatian utama jika hendak memperlambat penuaan. Bagaimana terapi ozon dapat membantu?


    Simak obrolan her world dengan sang ahli.




    Secara general, bagaimana kesehatan pembuluh darah bisa memengaruhi keremajaan seseorang? 

    A man is as old as his arteries, begitu kata dr. Thomas Sydenham dalam penelitiannya pada tahun 1600-an. Fungsi utama darah adalah mengangkut dan mengedarkan oksigen serta zat-zat penting lainnya seperti sari makanan, vitamin, mineral, sampai antioksidan ke sel-sel tubuh. Nah, tidak ada satu bagian pun dari tubuh yang tidak dilewati oleh pembuluh darah bukan? Well, kecuali helai rambut dan ujung kuku. Maka jika ingin seluruh sel tubuh kita bagus, termasuk kulit, darah harus berfungsi secara maksimal dan alirannya perlu terjamin lancar. Kalau kebutuhan sel tidak terpenuhi dengan baik, otomatis kita akan lebih cepat terlihat menua.” 


    Kebiasaan apa yang bisa menyebabkan darah berfungsi kurang maksimal? 

    “Pada dasarnya jika pola makan, olahraga, dan istirahat kurang seimbang, kinerja darah bisa menurun. Namun kebiasaan yang paling sering ditemui adalah kurang minum. Perlu diketahui bahwa 90 persen dari darah adalah air. Apabila tubuh dehidrasi, ia akan mengambil cairan dari darah yang mengakibatkan darah menjadi lebih pekat dan alirannya kurang lancar. Distribusi oksigen dan zat-zat yang diperlukan tubuh juga bisa terhambat.”


    (Baca juga artikel: Daftar Buah Untuk Mendetoksifikasi Tubuh)


    Terapi ozon hadir untuk mengoptimalkan fungsi dan dinamika darah, bagaimana cara kerjanya? 

    “Awalnya ozon digunakan dalam industri air minum sejak sebelum perang dunia pertama. Gas ozon dapat merusak dinding sel kuman, jamur, dan virus sehingga air minum kemasan terbebas dari zat-zat beracun. Setelahnya, terapi ozon juga diterapkan untuk darah. Ozon membuat ikatan hemoglobin dan sel darah merah dengan oksigen menjadi lebih ‘longgar’, sehingga sel darah merah lebih mudah melepas oksigen ke sel-sel. Dengan ini, oksigen yang masuk ke dalam sel menjadi lebih banyak dan tubuh pun semakin sehat.”


    Bagaimana prosedurnya? 

    “Tentunya gas ozon tidak bisa disemprotkan langsung ke dalam darah karena bisa menyebabkan emboli udara. Butuh suatu ‘kendaraan’ untuk memasukkannya ke tubuh kita, yakni darah pasien itu sendiri. Jadi darah akan dikeluarkan terlebih dahulu sekitar 100ml, kemudian dicampurkan dengan 95% gas oksigen dan 5% gas ozon. Setelah melebur dengan darah, baru diinfus kembali ke dalam tubuh.”

    (Ilustrasi infusi ozon yang sudah dicampur dengan darah. Foto: Dok. Amornthep Srina/Pexels)


    Efek apa yang dirasakan sesaat setelah terapi? 

    “Terapi ini berpotensi menurunkan tensi dan gula darah. Sehingga bagi pasien yang tensinya cenderung rendah, mungkin akan merasa sedikit pusing atau lemas. Namun efek samping ini akan hilang setelah makan dan minum yang cukup. Sebagai antisipasi, pasien disarankan cukup makan dan minum sebelum terapi.”


    Apakah ada efek samping lebih lanjut? 

    “Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh tentu perlu diwaspadai risiko alerginya. Namun ozon (O3) merupakan oksigen yang ketambahan satu atom. Dan tentunya tidak ada orang yang alergi terhadap oksigen. Jadi sebenarnya terapi ini sangat aman.”


    Adakah batasan usia untuk melakukan terapi ozon? 

    “Sebenarnya terapi ini bisa dilakukan oleh semua usia. Hanya saja, prosedur yang melibatkan jarum mungkin akan membuat anak-anak merasa kurang nyaman.”

     

    Berapa frekuensi yang disarankan untuk melakukan terapi ini? 

    “Saya membagi pasien ke dalam dua kategori, yaitu dengan dan tanpa keluhan. Pasien dengan keluhan tertentu seperti hipertensi dan diabetes bisa terapi sebanyak satu sampai dua kali seminggu. Apabila baru mengalami stroke, diperlukan terapi yang lebih intens dalam minggu kedua sampai ke-12, yaitu setiap hari atau dua hari sekali. Bagi pasien yang tidak memiliki keluhan, untuk maintenance dapat melakukan terapi ozon sebulan sekali.”


    Perbincangan bersama dr. Triswan tadi memperluas pemahaman kita tentang anti-aging. Ozone therapy memang bukan seperti perawatan kecantikan yang memberikan hasil instan, namun ia memberikan perbaikan secara keseluruhan. Dengan pembuluh darah yang sehat dan tentunya didukung dengan pola hidup seimbang, tubuh menjadi lebih bugar dan penampilan semakin segar. Kulit dan rambut pun akan ternutrisi maksimal sehingga lebih kuat dalam melawan tanda penuaan. Benar-benar definisi beautiful from the inside out. Kalau penasaran, kamu bisa coba terapi ozon di POISE Clinic, Jl. Pakubuwono VI No. 37 E, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (Tel. 021-27516565).


    (Baca juga artikel: 'One Stop Beauty Care' di POISE Aesthetic & Soul Clinic)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below