9 Film ini Punya Pesan Positif Tentang Tubuh


  • 9 Film ini Punya Pesan Positif Tentang Tubuh
    Sembilan film terbaik versi Her World yang punya pesan moral tentang tubuh. (Foto: Dok. Aftercredits.com)


    Bicara tubuh tentu akan bicara mengenai fisik seseorang. Baik milik diri sendiri ataupun orang lain. Namun sejalan dengan maraknya kampanye tentang body possitivity yang gencar digaungkan di seluruh dunia, maka kali ini Her World akan bagikan ke kamu 9 film paling menarik versi kami yang bisa mengajarkan bagaimana seharusnya kekurangan dan kelebihan tubuh dimaknai serta korelasinya dengan ketidakpercayaan diri dan insekuritas yang kerap kita hadapi.


    Bagaimana sesuatu yang sering dianggap tak sesuai standar umum justru jadi kekuatan luar biasa yang malah bisa membawa seseorang pada kesuksesan dalam banyak hal mulai dari karier, cinta, hingga seluruh aspek kehidupan terutama pada kaum wanita.




    (Baca Juga: 5 Film Inspiratif Dengan Pemain Utama Wanita Bertubuh Sintal)


    Imperfect (2019) 


    Film garapan sutradara Ernest Prakasa yang diperankan oleh Jessica Mila ini bisa dibilang berhasil mewakili perasaan seluruh wanita Indonesia yang pernah merasa insecure terhadap fisik mereka. Mulai dari urusan berat badan, tanda lahir, tubuh pendek, sampai rambut yang tak lurus. Semua jadi persoalan karena terbentur konsep cantik yang terlanjur ada masyarakat. Di sini, seluruh isu dan perjalanan penerimaan diri dikupas tuntas dengan cara yang santai dan menyenangkan.


    (Baca Juga: 7 Film Hollywood Yang Mengajarkan Kehidupan Pernikahan)


    Hairspray (2007)


    Film bertema serius ini dikemas dengan amat segar. Menceritakan John Travolta dan Michelle Pfeiffer sebagai aktor senior yang ada di tengah anak-anak muda penuh impian. Konflik pun mulai terjadi saat bintang utama bertubuh besar ingin masuk dalam TV show ber-rating tinggi yang disponsori oleh produk hairspray. Setelah berhasil meraih mimpinya, ternyata ia tersandung konflik ras yang sedang panas di Amerika pada saat itu.


    Shallow Hal (2001)

    Diperankan oleh Jack Black dan Gwyneth Paltrow, film komedi romantis yang berkisah tentang ceteknya pemikiran seorangpria yang hanya melihat wanita dari tubuhnya saja ternyata harus kalah dengan cinta sejati yang mengunggulkan inner beauty. Hal yang jatuh cinta pada Rosemary, terkena sihir sehingga ia jutru hanya bisa melihat kecantikan wanita lewat hatinya.


    (Baca Juga: 10 Serial & Film Yang Ditunda Akibat Corona)


    Tall Girl (2019)


    Jodi Kreyman merasa tidak percaya diri karena tubuhnya yang menjulang. Ia pun harus menghadapi kakaknya yang sibuk mengikuti kontes kecantikan dan ayahnya yang selalu mencari informasi mengenai operasi pemendekan badan. Jodi juga memiliki sahabat bernama Jack, pria pendek yang mencintainya dan berusaha membantu Jodi dalam proses penerimaan diri.


    Real Women Have Curves (2002)


    Kisah tentang remaja Mexican-American yang berusaha menerima segala kekurangan dalam diri termasuk tubuh besarnya, payudara yang tidak kecil, dan juga stretch mark di beberapa bagian tubuhnya. Kehadiran film garapan Patricia Cardoso ini dianggap sukses menarasikan perihal body positivity terhadap anak-anak muda demi mencintai dirinya sendiri.


    (Baca Juga: 7 Film Romantis Pilihan yang Mengajarkan Arti Cinta)


    Little Miss Sunshine (2006) 


    Tak hanya memaparkan kisah kekeluargaan, film ini juga memuat sindiran terhadap kontes kecantikan khususnya yang diadakan untuk anak-anak. Sejak kecil, mereka seakan sudah diajarkan tentang cantik itu adalah yang pintar bersolek. Padahal, cukup jadi diri sendiri adalah hal yang justru jauh lebih penting untuk diajarkan demi meningkatkan kepercayaan diri.


    Nappily Ever After (2018)


    Sebagai wanita kulit hitam yang punya rambut keriting sejak kecil, Violet Jones kerap diajarkan untuk tidak meninggalkan rumah sebelum meluruskan rambut. Ia pun rela bangun subuh setiap hari demi meluruskan rambut sebelum sang kekasih melihat rambut alaminya. Hingga ada satu kejadian yang membuat Violet harus memangkas habis rambutnya dan hidup normal di luar zona nyaman.


    (Baca Juga: Hari Film Nasional: Rekomendasi Film Indonesia Wajib Tonton)


    Embrace (2016) 


    Sebagai body image activist, Taryn Brumfitt khusus membuat dokumenter mengenai persepsi global tentang bentuk tubuh. Bagaimana masyarakat menilai tubuh seseorang hingga seperti apa bentuk tubuh yang ideal menurut mereka diangkat dalam film berdurasi 90 menit ini. Layak ditonton untuk memahami dan merasakan bagaimana kita seharusnya bisa bahagia dengan segala bentuk fisik yang kita miliki.


    Dumplin' (2018)


    Seorang wanita muda bernama Willowdean yang tak pernah menyangka akan jadi “berbeda” dari orang-orang di sekitarnya akhirnya harus menghadapi kenyataan bahwa ia harus berdamai dengan diri sendiri. Ia tak secantik teman-temannya, khususnya sahabatnya, Ellen. Bahkan ibunya, Rosie, adalah juara ratu kecantikan paling terkenal di kota tempat mereka tinggal. Apa yang kemudian ia lakukan untuk bisa punya pencapaian seperti ibunya dan menarik perhatian bak sahabatnya? 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below