Selain Cegah Kanker, Berikut 11 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan


  • Selain Cegah Kanker, Berikut 11 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan
    Inilah manfaat jahe bagi kesehatan. (Foto: Dok. Don Shin/Unsplash)


    Sebagai salah satu tanaman herbal, jahe kerap dipilih untuk mengobati beragam macam penyakit, dari ringan hingga kronis. Salah satunya adalah dipercaya sebagai obat melawan kanker. 

    Selain itu, masih banyak khasiat dari jahe yang telah ditemui dalam penelitian untuk meringankan bahkan mencegah berbagai penyakit. Sudah tau apa saja? Jika belum, selain melawan kanker, berikut manfaat jahe untuk kesehatan.




    (Baca Juga: 5 Manfaat Terbaik Jahe untuk Kecantikan Kulit)


    1. Menyembuhkan flu

    Jahe kerap jadi obat tradisional yang bisa menyembuhkan penyakit flu akut hingga ringan. Biasanya bagian yang kerap jadi pilihan adalah rimpang atau akar jahe.

    Di dalamnya terdapat kandungan gingerol yakni senyawa bioaktif utama yang memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.


    2. Menghilangkan rasa mual

    Melansir laman Healthline, Jahe juga dapat meredakan mual dan muntah setelah operasi, dan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Tak hanya itu, jahe juga efektif dalam hal mual terkait kehamilan, seperti morning sickness. Meskipun jahe dianggap aman, bicaralah dengan dokter sebelum menggunakannya saat hamil.


    (Baca Juga: Cara Membuat Susu Jahe Hangat)


    3. Mengurangi nyeri otot 

    Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi 2 gram jahe per hari, selama 11 hari, secara signifikan mengurangi nyeri otot, terutama bagi mereka yang sering melakukan latihan siku.

    Hal ini efektif terbukti karena jahe memiliki anti-inflamasi. Sehinnga walaupun tidak memiliki dampak langsung, tetapi mungkin efektif untuk mengurangi perkembangan nyeri otot sehari-hari. Jahe telah terbukti efektif melawan nyeri otot yang diinduksi latihan.


    4. Efek anti-inflamasi dapat membantu osteoartritis

    Osteoartritis adalah masalah kesehatan umum. Ini melibatkan degenerasi sendi dalam tubuh, yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan.

    Untuk membantu meredakan masalah ini, ekstrak jahe telah terbukti bisa digunakan sebagai penangkalnya. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa kombinasi jahe, mastik, kayu manis dan minyak wijen, dapat mengurangi rasa sakit dan kekakuan pada pasien osteoartritis ketika dioleskan ke bagian yang terasa.


    5. Menurunkan gula darah 

    Masih melansir laman yang sama, dalam studi 2015 dari 41 peserta yang mengidap penyakit diabetes tipe 2, 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah sebesar 12%. Tak hanya itu, dengan mengonsumsinya secara efektif menurunkan faktor utama dari penyakit jantung. 


    (Baca Juga: 7 Resep Teh Indonesia Yang Mudah Dibuat dan Sehat)


    6. Mengobati gangguan pencernaan kronis

    Gangguan pencernaan kronis seperti dispepsia yang kerap ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan di bagian atas lambung. Dan untuk meredakannya, jahe bisa jadi salah satu obatnya. 

    Hal ini karena jahe dipercaya bisa mempercepat mengosongkan perut. Bahkan menurut studi The National Institutes of Health, 24 individu yang sehat, 1,2 gram bubuk jahe sebelum makan mempercepat pekosongkanan lambung sebesar 50%.


    7. Mengurangi nyeri haid

    Nyeri saat haid juga bisa diredakan dengan minuman jahe yang hangat. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan jahe memiliki kemampuan untuk menghambat produksi prostaglandin yang bisa memicu kontraksi.

    Namun, pastikan untuk meminta anjuran dokter sebelum menggunakannya. Hal ini untuk meminimalisir agar tak terjadinya efek buruk. 


    8. Menurunkan kolesterol

    Saat kolesterol naik, hal ini disebabkan oleh kadar lipoprotein LDL yang tinggi. Hal ini juga yang jadi pemicu penyakit jantung menyerang.

    Untuk menurunkan kadar ini, 3 gram bubuk jahe bisa dikonsumsi setiap harinya. Ekstrak yang dimilikinya mampu menurunkan kolesterol LDL ke tingkat yang sama dengan obat penurun kolesterol atorvastatin. 

    Namun patut diketahui bahwa khasiat jahe ini patut didorong dengan pola hidup sehat yakni menjaga nutrisi dengan makanan-makanan sehat. Sehingga LDL yang dihambat oleh jahe tak bertambah banyak dengan makanan yang masuk ke dalamnya. 


    (Baca Juga: 13 Jamu Kekinian Yang Jadi Tren Minuman Saat Ini)


    9. Menghindari dari penyakit alzhaimer

    Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa mengonsumsi jaher bisa meningkatkan fungsi otak secara langsung. Sekaligus bisa pula meredakan stres oksidatif dan peradangan kronis dapat mempercepat proses penuaan.


    10. Melawan infeksi

    Gingerol, zat bioaktif dalam jahe segar, dapat membantu menurunkan risiko infeksi. Ini sangat efektif melawan bakteri oral yang terkait dengan penyakit radang pada gusi, seperti gingivitis dan periodontitis.

    Jahe segar juga mungkin efektif melawan virus RSV, penyebab umum infeksi pernapasan.


    11. Mencegah penyakit kanker

    Kanker adalah penyakit yang sangat serius yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkontrol. Namun ternyata penyakit ini bisa dicegah dengan mengonsumsi ekstrak jahe.

    Di dalam jahe mentah terdapat gingerol dalam jumlah besar yang memiliki sifat anti-kanker. Bahkan sebuah studi juga berhasil mengungkapkan bahwa 2 gram ekstrak jahe per hari secara signifikan mengurangi molekul sinyal pro-inflamasi di usus besar. 

    Beberapa kanker yang efektif untuk dicegah antara lain, kanker pankreas, kanker payudara dan kanker ovarium.


    Sehingga dapat disimpulkan bahwa selain melawan kanker, manfaat jahe untuk kesehatan cukup banyak. Mulai dari menurunkan kolesterol hingga jumlah gula darah.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below