8 Rahasia Paraben Dan SLS Sebelum Menjauhinya


  • 8 Rahasia Paraben Dan SLS Sebelum Menjauhinya
    Paraben dan SLS dalam produk kecantikan.Foto:Dok/Pexels.

    Beberapa tahun terakhir, "Paraben" dan "Sulfat" menjadi kata kunci yang dihindari di dunia kecantikan. Hal ini berujung pada ramainya kehadiran produk bebas paraben dan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang tentunya menguntungkan bagi banyak orang. 

    Khususnya pemilik kulit dan rambut sensitif. Namun, sejauh apa informasi yang kamu dapat akan kedua kandungan ini?

    Berikut 8 alasan penting sebelum kamu memutuskan untuk menyerah pada produk yang mengandung dua zat fenomenal ini:




    (Baca Juga: 5 Tren Kecantikan Korea yang Akan Populer di 2019)


    1. Pembunuh Bakteri

    Paraben merupakan bahan kimia antibakteri yang sudah digunakan dalam produk kecantikan sejak 1950-an sebagai pengawet. Tugasnya untuk membunuh bakteri, mencegah pertumbuhan jamur dan ragi, serta memperpanjang usia produk.


    2. Zat Pembersih


    (Busa para cairan bisa menghilangkan debu dan minyak.Foto:Dok/Sarah Khan Hair)

    SLS adalah zat pembersih yang membuat busa pada cairan dan biasa ditemukan dalam produk hygiene seperti pasta gigi, sampo, sabun badan dan wajah, hingga deterjen. Ia mampu melepas molekul pada kulit sehingga debu dan minyak terangkat secara optimal 


    (Baca Juga: Maharis Clinic Luncurkan Produk Kecantikan Baru)


    3. Bukan Faktor Pemicu Kanker dan Tumor 

    Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi paraben ditemukan dalam kasus tumor dan kanker payudara pada pasien perempuan. Namun, untuk hal ini para ilmuwan menyatakan paraben belum bisa dipastikan sebagai faktor pemicu.


    4. Menghilangkan Protein Buruk

    Sedangkan hasil penelitian menemukan bahwa sulfat mampu merusak protein yang berdampak buruk pada saraf dan pembuluh darah. Hal ini dikarenakan kandungan racun di dalamnya bercampur dengan kandungan lain, sehingga dapat menimbulkan iritasi pada kulit, rambut dan mata.


    5. Aman dan Disetujui Oleh Undang-Undang Produk Kecantikan

    The Cosmetics, Toiletries and Perfumery Association menyatakan paraben resmi disetujui penggunaannya di bawah naungan cosmetics Directive [76/768/EEC], undang-undang Eropa yang mengatur semua produk kecantikan. The Cosmetic Ingredient review juga mengakui bahwa sulfat aman jika terbilas secara optimal. Paraben dan SLS dalam produk kecantikan hadir dalam jumlah 0,3% sampai 1%.


    (Baca Juga: Mengungkap Rahasia Kecantikan Song Hye Kyo)


    6. Mudah Teridentifikasi


    (Kandungan Paraben Mudah Ditemui.Foto:Dok/The Mod Cabin)

    Produk yang mengandung SLS cukup mudah diidentifikasi karena zatnya mampu membuat cairan menjadi berbusa. Kata "Sulfat" juga biasanya tertera di daftar ingredient.


    7. Nama Depan Paraben

    Sedangkan Paraben cukup rumit untuk ditemukan dalam daftar kandungan, karena terdapat tambahan kata di depannya. Beberapa nama keluarga paraben adalah ethylparaben, methylparaben, butylparaben, propylparaben, dan isoparaben.


    (Baca Juga: Rekomendasi Klinik Kecantikan untuk Laser Wajah)


    8. Memiliki Kandungan yang Sama Dengan Sayur Dan Buah

    Produk paraben-free dan sulfate-free belum tentu menjadi satu-satunya pilihan. Fungsi kedua kandungan ini dapat digantikan dengan bahan dasar buah, sayur, ethylhexylglycerin (tumbuhan), atau phenoxyethanol yang terdapat diproduk alami.

    Komposisi SLS dan Paraben dalam produk kosmetik yang dijual bebas tergolong aman untuk penggunaan sehari-hari. Bagi kulit dan rambut sensitif dapat beralih ke produk organik atau natural yang lebih lembut.


    Teks: Amalta R. Dyandra



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below