7 Manfaat Berpuasa Untuk Kesehatan


  • 7 Manfaat Berpuasa Untuk Kesehatan
    Selain menjadi ibadah, puasa memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Bahkan, dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis. (Foto: Ilustrasi/Brucemars/Pexels.com)


    Puasa atau menahan dari asupan makanan dan minuman selama 12-14 jam di bulan Ramadan memberi manfaat yang cukup besar buat kesehatan. Tak hanya manfaat di jangka pendek tapi juga jangka panjang di masa mendatang.

    Di antaranya, dapat menurunkan kadar gula darah, awet muda, dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Di luar itu, masih ada manfaat lainnya yang memberi efek positif pada tubuh.



    Dirangkum dari sejumlah sumber dan HealthLine, berikut beberapa manfaat puasa buat kesehatan tubuh:

    (Baca Juga: 5 Makanan yang Baiknya Dihindari Saat Sahur)

    1. Menurunkan Gula Darah


    (Puasa dapat menurunkan kadar gula darah. Foto: Dok/rawpixel/Pexels.com) 


    Beberapa studi telah menemukan bahwa, dengan berpuasa dapat mengurangi risiko terserang diabetes. Studi dari The National Institutes of Health ini mencoba 10 orang dengan 2 tipe diabetes yang berbeda. Hasilnya, berpuasa dapat menurunkan gula darah dengan signifikan. Bahkan, dengan berpuasa tekanan darah menjadi stabil dan melancarkan peredaran darah.


    2. Meningkatkan Sistem Imun dan Mengurangi Risiko Peradangan


    (Sistem imun meningkat ketika berpuasa. Foto: Dok/Pexels)


    Sistem ketahanan tubuh akan meningkat dengan berpuasa. Dibuktikan dengan studi dari USA menemukan menahan lapar dan haus beberapa jam dapat mempercepat proses kerja imun lebih dalam melawan infeksi akibat penyakit serius. Saat berpuasa, tubuh akan menerima sedikit makanan. Sehingga sistem imun akan lebih fokus memperhatikan penyakit di dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit kronis, seperti kanker, liver dan sebagainya.

    Rosana Risques, seorang ahli inflamasi di University of Washington menjelaskan bahwa, peradangan kronis memiliki keterlibatan pada tumorigenesis dari berbagai level. Dengan berpuasa 12 jam selama enam bulan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan efektif.

    (Baca Juga: Cara Efektif Agar Daya Tahan Tubuh Kuat)


    3. Menurunkan Kolesterol


    (Puasa dapat menurunkan risiko kolesterol. Foto: Dok/Pixabay)


    Berpuasa menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan kolesterol. Sebuah studi dari US, mengungkap puasa sangat efektif untuk menurunkan LDL hinga 25-32%. LDL merupakan kolesterol jahat yang dibawa oleh makanan berminyak dan berlemak tinggi. 


    4. Meningkatkan Fungsi Otak


    (Fungsi kognitif otak dapat meningkat dengan berpuasa. Foto: Dok/Pexels.com)


    Ketika berpuasa dapat menurunkan infeksi pada tubuh, begitu juga pada otak. Sebuah studi menemukan puasa dapat meningkatkan fungsi kognitif pada otak. Hasilnya, puasa sangat efektif mengurangi risiko kerusakan pada neurodegeneratif, dan alzheimer. Bahkan, puasa memicu pembangunan sel-sel baru pada otak


    5. Membuat Awet Muda


    (Berpuasa menjadi solusi untuk terlihat lebih awet muda. Foto:Dok/Pexels)


    Sebuah studi kesehatan melakukan percobaan pada tikus. Meskipun bukan pada manusia, namun hasilnya menakjubkan. Para tikus yang tidak diberi makan dan minum sesuai dengan lamanya puasa, 83% memiliki umur yang lebih panjang dan mampu bertahan hidup lebih lama. Namun studi ini masih belum mengembangkan hasil studinya mengenai efek pada manusia.


    (Baca Juga: Puasa Bisa Turunkan Berat Badan Lho, Begini Caranya)

    6. Menurunkan Berat Badan


    (Berat badan dapat menurun dengan berpuasa. Foto: Dok/Pexels)


    Berpuasa bisa menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat turunnya berat badan. Sebuah studi dari Oxford University, berpuasa dapat menurunkan berat badan lebih cepat selama 12-24 minggu. Saat berpuasa, tubuh akan membatasi masuknya kalori dalam tubuh.  


    7. Meningkatkan Metabolisme Tubuh


    (Dengan berpuasa, HGH dalam tubuh dapat meningkat. Foto: Dok/Pexels)


    Pada tubuh manusia terdapat hormon protein yang mampu melawan penyakit. Saat berpuasa HGH (Human Growth Hormone) ini dapat meningkat dan membantu segala proses di dalam tubuh. Studi ini melakukan eksperimen kepada 11 orang dewasa. Hasilnya menemukan bahwa HGH pada tubuh mereka meningkat.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below