Review Film: ‘The Gray Man’


  • Review Film: ‘The Gray Man’
    Sutradara dan pemain film The Gray Man yang sudah tayang di Netflix. (Foto: Dok. The Russo Brothers/Instagram)

    Mungkin hal pertama yang membuat film The Gray Man menarik ditonton oleh para penikmat Netflix, termasuk kami, adalah fakta bahwa Regé Jean-Page kembali menghiasi layar kaca, setelah aktingnya meluluhkan hati banyak penonton pada musim perdana serial Bridgerton. Perannya Duke Hastings meninggalkan kesan yang membuat kami tertarik untuk menonton film terbarunya.


    Lalu, kehadiran trailer eksklusifnya yang menampilkan Ryan Gosling, Ana de Armas, dan Chris Evans semakin menambah rasa penasaran. Film, yang merupakan adaptasi dari buku karya Mark Greaney dengan judul sama, sudah tayang di Netflix sejak 22 Juli 2022 dan tim Her World pun langsung duduk manis untuk menontonnya saat hari penayangan.




    Sentuhan duo sutradara ikonis, Joe dan Anthony Russo alias Russo Bersaudara dalam film bergenre action tak perlu diragukan. Setelah sukses menghidupkan beberapa film terbaik dari Marvel Cinematic Universe, termasuk Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame, film terbarunya di Netflix ini pun berhasil bawa ragam action yang menarik untuk ditonton.


    Perpaduan aksi dan survival agen rahasia yang klasik


    The Gray Man mengisahkan seorang agen rahasia dengan kode nama Sierra Six (diperankan oleh Ryan Gosling), bagian dari sebuah program CIA bernama Sierra. Kisahnya dimulai saat Six mendapatkan misi untuk membunuh seseorang yang menyebarkan rahasia dan berpotensi mengancam keamanan negara.


    Namun, setelah menjalankan misi, Six mendapati fakta bahwa seorang anggota CIA, Denny Carmichael (diperankan oleh Regé Jean-Page) melakukan korupsi dengan bukti yang tersimpan dalam sebuah hard drive. Seketika Sierra Six menjadi target pengejaran Denny, dengan bantuan mantan agen CIA yang dikenal “psikopat”, Lloyd Hansen (diperankan oleh Chris Evans).


    Di tangan Russo bersaudara, berbagai adegan action bisa meninggalkan kesan mendalam, setidaknya perhatian tertuju pada setiap sekuensnya. Film ini bukan pengecualian ketika melihat bagaimana Ryan Gosling menghidupkan karakter Six yang berusaha untuk keluar dari berbagai jebakan yang datang padanya.


    Jika kamu mencari film bergenre action yang dipadukan unsur survival, The Gray Man bisa jadi pilihan untuk ditonton. Plus, ekspresi Sierra Six yang sebagian besar hanya berisikan wajah datar nyaris bosan atau senyuman kecil penuh makna yang tak bisa diketahui orang lain. Sedikit nuansa James Bond? Ya, sedikit.






    Penjahat yang (terlalu) menyebalkan


    Ada dua tokoh antagonis yang mendominasi film ini. Pertama adalah Denny Carmichael (Regé Jean-Page), agen CIA korup yang sangat nyaman untuk di dalam kantornya dan memerintah orang lain dalam menutupi kesalahannya. Lalu, kedua adalah Lloyd Hansen (Chris Evans), mantan agen CIA yang psikopat dan menemukan kesenangan dalam membunuh maupun menyakiti orang lain.


    Memang keduanya sama-sama jahat dan punya misi untuk mengakhiri hidup Six sekaligus menutupi tindakan korupsi Denny. Namun, satu hal yang mungkin bisa membuatmu semakin kesal adalah gestur, ucapan, dan sikap keduanya yang tak jauh dari kata menyebalkan. Dua tokoh antagonis ini adalah definisi penjahat yang benar-benar menunjukkan jati dirinya tanpa ada yang ditutupi (kecuali Denny, demi menjaga reputasinya).


    Namun, akting Chris Evans dalam memerankan Lloyd patut diacungi jempol karena unsur “psikopat” dalam diri tokoh ini, berhasil ditampilkan secara menyeluruh. Mulai dari caranya menginterogasi korbannya hingga pola pengejaran Six yang tak segan melibatkan seluruh penjahat di berbagai belahan dunia. Kamu bisa merasakan kejahatan dan juga sebal dengan rollercoaster emosi yang tergambar dalam diri Lloyd.


    (Baca Juga: Selain Marvel, Ini 5 Film Chris Evans Yang Wajib Ditonton!)


    Potret Ana de Armas yang empowering, tapi sedikit tanggung


    Selalu menyenangkan ketika melihat tokoh wanita kuat dalam sebuah film action. Mungkin aktris, Ana de Armas sudah banyak menunjukkan kemampuan akting dan bertarungnya dalam ragam film action, ingat ia adalah salah satu Bond Girl dalam film terakhir 007 bersama Daniel Craig.


    Tentu melihat namanya sebagai salah satu pemain, film ini pun menawarkan cast yang tak main-main. Dengan permainan senjata dan kemampuannya bertarung, Ana de Armas tak diragukan lagi. Namun, pembawaannya dalam memerankan sebagai Dani Miranda, agen CIA yang kemudian membantu Six pun belum mencapai kata cukup hadirkan unsur empowerment.

    Ketegasan dalam setiap dialognya, entah ketika bersama Six atau saat dirinya berada di ruangan interogasi, menjawab pertanyaan-pertanyaan Denny yang terlihat intrusif, terasa kurang sehingga Dani pun tak terlihat sebagai agen atau wanita yang kuat hingga ia memegang senjata untuk membantu Six. Jadi, film ini empowering bagi wanita, tapi terasa tanggung.


    the gray man, ana de armas

    (Ana de Armas saat syuting film The Gray Man. Foto: Dok. Ana de Armas/Instagram)


    Nilai keluarga dari dinamika hubungan Six dan Claire Fitzroy


    Sierra Six menjadi bagian dari program Sierra karena direkrut oleh anggota senior CIA, Donald Fitzroy. Perjalanan Six menjadi agen rahasia tersebut juga membangun kedekatan dengan anggota senior tersebut, membuat Six jadi salah satu orang yang paling dipercaya Donald, termasuk dalam hal mengawasi keponakannya yang mengidap penyakit pada jantungnya.

    Sosok Six yang jauh dari senyuman dan mungkin juga perasaan, berhasil diketuk hatinya oleh Claire. Tugasnya untuk menjaga keponakan dari pimpinan, berikan sentuhan lebih ringan di tengah banyak sekuens action, dalam film yang berdurasi 129 menit tersebut. Ada nilai kekeluargaan dihadirkan oleh Russo Bersaudara melalui dinamika hubungan Six dan Claire.


    (Baca Juga: Review Film: ‘Thor: Love and Thunder’)


    The Gray Man yang direncanakan akan hadir dengan sekuel dan spin-off ini adalah paket lengkap antara action serta drama. Kamu ingin memacu adrenalinmu dengan berbagai adegan action, film ini tawarkan adegan-adegan itu. Namun, kamu tetap bisa menyaksikan credit title dengan perasaan hangat melihat hubungan Six dan Claire di dalamnya.

    Nah, kira-kira kamu tertarik untuk menonton film satu ini? Jika iya, happy watching!





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below