Korea Utara Capai 1,7 Juta Kasus Virus Corona Dalam 6 Hari


  • Korea Utara Capai 1,7 Juta Kasus Virus Corona Dalam 6 Hari
    Jumlah kasus virus Corona di Korea Utara sudah mencapai 1,7 juta kasus. (Foto: Dok. DW News)

    Sudah tiga tahun menjadi salah satu negara yang bebas virus Corona atau COVID-19, Korea Utara menggemparkan dunia dengan kasus pertamanya pada tanggal 12 Mei 2022 lalu di Pyongyang, Korea Utara. Diberitakan virus COVID-19 mulai menyebar di Korea Utara setelah parade militer usai pada tanggal 25 April yang lalu.


    Worldometer memperlihatkan data bahwa kasus COVID-19 di Korea Utara sudah tembus 1,7 juta kasus terhitung hanya dalam waktu enam hari semenjak kasus pertama terungkap. Telah tercatat juga bahwa jumlah pasien yang sembuh mencapai 1 juta orang, sedangkan warga Korea Utara yang meninggal karena COVID-19 mencapai 62 orang. 




    Setelah menolak vaksinasi COVID-19, Korea Utara pada akhirnya menerima vaksinasi pada tentara militer yang bertugas di perbatasan. Komando Karantina Darurat Nasional sudah memberikan vaksinasi Sinovac yang dikirim melalui jalur laut dari Tiongkok kepada tentara brigade Biro Keamanan Perbatasan ke-31 dan unit gencatan senjata yang berada di wilayah yang berbatasan dengan Tiongkok, yaitu Provinsi Pyongan Utara dan Chagang.


    (Baca Juga: COVID-19 Membaik, Jokowi Keluarkan Aturan Lepas Masker)


    Keprihatinan Dunia Terhadap Korea Utara

    Media resmi Korea Utara mengutarakan bahwa jumlah pasien COVID-19 yang awalnya mengalami gejala demam dan pernapasan ini terus mengalami peningkatan. Kasus COVID-19 yang semakin banyak di Korea Utara menumbuhkan kekhawatiran dari sejumlah masyarakat, para ahli, dan organisasi WHO (World Health Organization).  


    Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berkata bahwa beliau sangat prihatin dengan risiko penyebaran COVID-19 lebih lanjut di negara ini. Salah satu alasannya adalah karena penduduk Korea Utara tidak divaksinasi dan banyak yang tinggal di kondisi lingkungan yang berisiko penyakit parah hingga kematian. 


    Fasilitas kesehatan dan sistem perawatan di Korea Utara juga dinilai sebagai salah satu yang terburuk di dunia. Perkembangan teknologi kesehatan pun tertinggal jauh dan hanya memiliki beberapa unit perawatan intensif. Karena sebelumnya tidak ada kasus COVID-19 dan tidak menjalankan vaksinasi, Korea Utara juga tidak memiliki obat-obatan perawatan COVID-19 atau alat untuk mendeteksi virus tersebut. 


    virus corona

    (Korea Utara gencarkan vaksin Sinovac pada tentara perbatasan Tiongkok. Foto: Dok. narvikk/iStock)


    Masa Depan Virus Corona di Korea Utara

    Dilansir oleh Forbes, virus Corona atau COVID-19 yang saat ini menyebar di Korea Utara adalah varian Omicron BA.2. Pandemi di negara ini diperkirakan akan memicu munculnya subvarian baru karena Korea Utara adalah salah satu negara yang paling rentan terkena wabah.


    Selain itu, kurangnya transparansi data terkait perkembangan kasus COVID-19 di negara ini akan mempersulit pendeteksian varian baru dan kerja sama multilateral untuk mengatasi penyebaran virus.


    Penyebaran virus Corona di Korea Utara dengan kondisi lingkungan yang buruk serta tidak adanya vaksinasi COVID-19 di masyarakat dikhawatirkan akan berakibat fatal dan merugikan dunia karena virus ini tidak mengenal batasan meskipun isolasi yang diterapkan di Korea Utara sangat ketat.


    (Baca Juga: Langkah Yang Perlu Kamu Lakukan Jika Kamu Positif Covid-19)


    (Penulis: Andrea Nathania)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Velove Vexia Cover April 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below