Kenali Cara Menghitung Siklus Haid


  • Kenali Cara Menghitung Siklus Haid
    Gejala saat haid salah satunya adalah perut yang terasa sakit. (Foto: Dok. Cottonbro/Pexels)

    Haid atau menstruasi adalah bagian dari hal kewanitaan yang dialami rutin oleh para wanita. Siklus haid ini bisa menjadi acuan untuk haid setiap bulannya. Mengenai siklus ini, bisa juga dikonsultasikan dengan seorang ginekolog untuk mengetahui siklus seperti apa yang terbilang sehat untuk. Ginekolog juga bisa memeriksa jika terdapat masalah pada kelamin wanita itu sendiri.


    Beberapa wanita juga mengalami siklus haid yang tidak teratur. Penyebabnya pun bisa beragam, di antaranya hormon dan apa yang kita konsumsi. Meski siklus haid bisa menjadi teratur kembali, tentu saat haid tidak teratur juga terkadang membuat khawatir, karena kemungkinannya bisa saja hamil ataupun mengidap penyakit lain. Untuk itu, kita bisa menghitung siklus haid. Simak cara menghitung siklus haid di bawah ini untuk acuan.




    1. Menandai tanggalan di hari pertama haid

    Jika kita ingin mulai menghitung siklus, jangan lupa untuk mencatat tanggalan. Sebelum haid datang, biasanya wanita sudah mulai mengalami gejala, seperti pegal di seluruh tubuh, payudara yang terasa menggembung dan sakit, mereasakan lapar yang konsisten, atau mood swing. Saat salah satu dari ini terjadi, langsung ingat bahwa kita sebentar lagi akan haid.

    Saat haid sudah berlangsung, ingatlah untuk mencatat di tanggal berapa kita mengalami pendarahan pertama. Gejala seperti keputihan, bercak, atau flek yang muncul sebelum haid tentunya tidak perlu dicatat. Catatlah hari pertama kita haid saja. Setelah itu, tunggulah sampai haid kita berakhir dan memasuki haid bulan depannya.


    2. Menghitung rentang waktu ke bulan berikutnya

    cara menghitung siklus haid

    (Pastikan mencatat tanggal di hari pertama bulan berikutnya juga. Foto: Dok. Pixabay/Pexels)


    Setelah menandai tanggalan di bulan sebelumnya, lakukan hal yang sama di bulan ini dengan tetap menandai hari pertama haid. Jika sudah terdapat dua tanggalan di dua bulan tersebut, barulah kita bisa menghitung rentang waktu yang ada. Namun, ada yang perlu diingat dalam menghitung siklus haid ini.


    Untuk menentukan berapa hari siklus haid tersebut, hitunglah dari hari pertama bulan yang sebelumnya sampai kepada sehari sebelum haid di bulan ini. Sebab, hari pertama di haid bulan ini akan masuk ke siklus haid yang berikutnya. Jadi penting untuk diingat detail hari dan tanggal dari siklus haid ini. Jika sudah mendapatkan berapa hari dari rentang tersebut, itulah yang menjadi siklus haid kita. Catatlah tiga bulan berturut-turut untuk menentukan rata-ratanya. 


    (Baca Juga: 5 Aplikasi SIklus Menstruasi Terbaik Untuk Wanita)


    Bagaimana dengan siklus haid yang tidak teratur? Cara menghitung siklus yang tidak teratur pada dasarnya adalah sama saja. Kita hanya tidak perlu mencatat tiga bulan berturut-turut untuk menentukan rata-ratanya yang menjadi patokan siklus haid kita. Perlu diketahui bahwa siklus haid itu memang bisa bervariasi antar wanita. Siklus haid yang normal adalah 21 sampai 35 hari. Namun seiring dengan bertambahnya usia, siklus akan menjadi lebih teratur.


    Siklus yang tidak normal atau teratur juga bukan hanya melulu mengenai tanggal. Volume atau banyaknya darah yang keluar juga bisa masuk ke kategori tidak normal. Jika kita umumnya mengalami pendarahan yang terbilang sedikit, lalu bisa menjadi banyak, itu masuk ke dalam tidak normal. Namun, semua ketidaknormalan ini adalah wajar saat tahun pertama wanita mengalami pubertas.


    Penting juga untuk difahami adanya faktor lain yang bisa menjadi kontribusi terhadap tidak lancarnya siklus haid. Salah satunya adalah menopause. Menopause adalah kondisi dimana hormon reproduksi menurun saat seorang wanita mencapai usia 40 atau 50an. Saat menopause, wanita tidak akan mengalami haid lagi. Hormon estrogen dan progestoren juga menjadi tidak teratur.


    (Baca Juga: Begini, Cara Menghitung Masa Subur Dan Gejalanya)


    Hal lainnya adalah penggunaan alat kontrasepsi. Alat ini bisa menyebabkan perubahan pada siklus haid, yang juga membuatnya tidk lancar. Penggunaan IUD bahkan selain bisa mencegah kehamilan, juga bisa membuat kita tidak mengalami haid. Sedangkan waktu setelah haid adalah waktu kita bisa mengetahui kapan masa subur agar bisa mendapatkan kehamilan.



    (Beberapa metode kontrasepsi. Foto: Dok. Reproductive Health Supplies Coalition/Unsplash)


    Siklus haid memang bisa menjadi acuan, tapi beberapa orang secara sederhana bahkan tidak pernah menghitung karena setiap bulan mereka selalu haid. Namun untuk mereka yang ingin menghitung, bisa gunakan cara di atas tentunya dengan pertimbangan info yang sudah disisipkan juga.


    (Penulis: Vania Ramadina)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Velove Vexia Cover April 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below