Kenali 6 Penyebab Keputihan di Area Kewanitaanmu


  • Kenali 6 Penyebab Keputihan di Area Kewanitaanmu
    (Kenali 6 Penyebab Keputihan di Area Kewanitaan-mu. Foto: Dok. Sasha Kim/ Pexels))

    Semua wanita secara alami akan mengeluarkan keputihan. Keputihan dalam istilah medis disebut dengan fluor albus, leucorrhea atau white discharge. Dengan keputihan ini merupakan cara tubuh untuk melindungi dan membersihkan vagina atau area kewanitaan dari bakteri. Keputihan yang terjadi pada setiap wanita merupakan sebuah tanda bahwa tubuhnya berfungsi dengan normal. Biasanya, penyebab keputihan yang normal terjadi pada wanita diakibatkan karena meningkatnya gairah seksual dan ovulasi, olahraga, penggunaan pil KB, serta adanya rasa emosi yang berlebih. 


    Namun, terdapat beberapa jenis keputihan yang mengindikasikan bahwa tubuh atau area kewanitaannya terkena infeksi. Keputihan yang tidak normal ini ditandai dengan cairan yang keluar berwarna kuning atau hijau, konsistensi kental disertai dengan bau yang menyengat atau kurang sedap. Tidak hanya disebabkan oleh infeksi saja, ada juga penyebab keputihan lainnya. Beberapa diantaranya bisa kita simak di bawah ini. 



    1.Vaginosis Bakterialis


    Infeksi bakteri yang disebut sebagai Vaginosis Bakterialis ini menjadi suatu penyebab keputihan yang umum terjadi pada wanita dengan rentang usia 15-44 tahun dan juga wanita hamil. Vaginosis Bakterialis terjadi karena terganggunya keseimbangan flora normal di dalam vagina. Secara umum, vagina memiliki bakteri baik yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat penyebab infeksi. Namun pada penderita Vaginosis Bakterialis, bakteri baik yang ada tersebut berkurang sehingga tidak dapat melawan infeksi.


    Wanita yang mengalami hal ini dapat merasakan keputihan yang meningkat dengan bau menyengat, busuk, hingga amis. Keputihan ini biasanya merupakan infeksi ringan dan mudah diobati dengan obat-obatan. Namun, jika tidak diobati, infeksi dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual dan komplikasi selama kehamilan.


    2. Trikomoniasis

    Trikomoniasis adalah jenis infeksi lain. Hal ini disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi biasanya menyebar melalui kontak seksual, tetapi juga dapat ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Trikomoniasis biasa disebut sebagai Trichomonas vaginalis. Parasit ini berpindah dari orang yang terinfeksi ke orang lain yang tidak terinfeksi saat berhubungan seks.


    Infeksi ini menyebabkan seorang wanita menghasilkan cairan kuning atau hijau yang berbau busuk, nyeri, peradangan, dan juga gatal-gatal. Jika mengalami hal ini segeralah pergi ke dokter karena jika tidak mendapat pengobatan maka infeksi ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan hingga bertahun-tahun. Jika pasien terinfeksi ketika sedang hamil, infeksi ini meningkatkan kemungkinan bayi untuk lahir lebih cepat dari perkiraan. Bayi tersebut juga mungkin memiliki berat badan lahir rendah, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya masalah kesehatan atau perkembangan di kemudian hari.


    (Baca juga: Ini 4 Penyebab Bau Badan Yang Perlu Kamu Tahu)


    3. Infeksi Ragi Vagina


    Penyebab keputihan lainnya adalah infeksi ragi vagina atau yeast infection. Infeksi jamur yang dapat menghasilkan cairan keputihan berwarna putih seperti keju cottage. Kehadiran jamur di vagina adalah normal, tetapi pertumbuhannya bisa berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu. Wanita yang mengalami infeksi ini akan merasakan sensasi terbakar dan gatal. 

    Infeksi ragi vagina bisa muncul akibat beberapa hal berikut:

         - Stres

         - Diabetes

         - Penggunaan pil KB

         - Kehamilan Penggunaan antibiotik, terutama penggunaan jangka panjang selama 10 hari


    4. Gonore dan Klamidia 


    Gonore dan klamidia termasuk ke dalam infeksi menular seksual (IMS) yang dapat mengeluarkan cairan keputihan abnormal. Gejala yang ditimbulkan oleh klamidia sedikit berbeda dengan gonore, yakni mereka akan merasakan demam, nyeri pada panggul, terasa sakit saat berhubungan intim hingga mengalami pendarahan pada vagina. Sedangkan pada gonore akan menimbulkan gejala yang hampir mirip dengan infeksi lainnya. 


    Pada infeksi gonore dan klamidia ini cairan keputihan yang dikeluarkan berwarna kuning, kehijauan, atau keruh. Wanita yang terkena infeksi ini bisa melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik dan mengurangi gejala yang ada. 

    Kenali 6 Penyebab Keputihan di Area Kewanitaan-mu

    (Kenali 6 Penyebab Keputihan di Area Kewanitaan-mu. Foto: Dok.patchanan promunat/iStock)


    5. Penyakit Radang Panggul


    Penyakit radang panggul atau bisa disebut dengan Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah sebuah infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita pada serviks (leher rahim), uterus (rahim), tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur).


    Secara umum, penyakit ini disebabkan oleh komplikasi berbagai infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore. Klamidia dan gonore merupakan salah satu jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada leher rahim. Bakteri ini juga menyebar dari vagina hingga reproduksi bagian atas dan cenderung lebih cepat menyebar saat menstruasi. Infeksi bakteri ini dapat menjadi penyebab keputihan yang banyak dan berbau busuk.


    Berikut ini beberapa gejala dari penyakit radang panggul, selain keluar cairan keputihan banyak dan berbau busuk:

        - Nyeri di perut bagian bawah dan panggul

        - Pendarahan antar periode haid

        - Sakit saat berhubungan seks

        - Demam dan menggigil

        - Sakit saat buang air kecil


    (Baca Juga: Oops! Ternyata, 7 Makanan Ini Bisa Jadi Penyebab Bau Badan)


    6. Infeksi Human Papillomavirus (HPV) 


    Infeksi human papillomavirus (HPV) menyebar melalui hubungan seksual dan paling sering terjadi pada pria berumur 20-24 tahun dan wanita berumur 16-19 tahun. Infeksi ini dapat menyebabkan sebuah penyakit serius pada wanita yang dikenal dengan kanker serviks. Kanker ini umumnya berkembang secara perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut. Meskipun pada awalnya tidak muncul gejala, jenis kanker ini dapat mengeluarkan cairan keputihan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap.

    Namun, selain gejala yang telah disebutkan diatas terdapat gejala lainnya yang juga perlu diperhatikan, yakni demam, terasa nyeri yang amat sakit di perut, terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sering merasa lelah, hingga buang air kecil yang meningkat. 


    Penyebab keputihan yang dialami setiap wanita biasanya adalah suatu hal yang lumrah dan wajar. Namun, jika seseorang sudah menemukan dan mengalami gejala seperti diatas segeralah hubungi dokter dan lakukan konsultasi. 


    (Penulis: Tiara Kandida E) 






  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Velove Vexia Cover April 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below