Ini 7 Film Indonesia Yang Dapatkan Apresiasi di Luar Negeri


  • Ini 7 Film Indonesia Yang Dapatkan Apresiasi di Luar Negeri
    Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. (Foto: Dok. Instagram @palarifilms)

    Industri film Tanah Air kembali mengukir prestasi yang membanggakan. Akhir pekan lalu, sutradara Kamila Andini menerima piala penghargaan Platform Prize di ajang Toronto International Film Festival 2021. Diumumkan oleh koordinator dewan juri sekaligus aktor, Riz Ahmed bahwa film arahan Kamila bertajuk YUNI mampu berikan perspektif baru dan intim dalam menggambarkan kisah remaja.

    Platform Prize sendiri merupakan penghargaan tahunan yang dipersembahkan oleh Toronto International Film Festival untuk film-film yang memiliki nilai artistik yang tinggi dan juga menunjukkan visi penyutradaraan yang kuat. Kemenangan YUNI dalam festival film internasional adalah satu dari sekian banyak prestasi yang diukir oleh para sineas Indonesia di luar negeri.

    (Baca Juga: Hari Keluarga Nasional: Film Keluarga Terbaik Dari Indonesia)



    Sebelum YUNI, ada beberapa film Indonesia yang berhasil mendapatkan apresiasi di luar negeri. Apa saja? Berikut deretannya.

    1. Laskar Pelangi (2008)


    Perjalanan hidup seorang anak desa di Belitung bernama Ikal dalam film bertajuk Laskar Pelangi mungkin tidak asing di telinga. Film yang mengajak kita untuk mengintip kehidupan penulis novel, Andrea Hirata semasa duduk di bangku sekolah di Belitung, ini tidak hanya berhasil merajai bioskop Tanah Air, tetapi juga mancanegara.

    Film garapan Riri Riza ini berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang International Festival of Film for Children and Young Adults di Hamedan, Iran sebagai The Golden International Film. Selain itu, film ini berhasil mengisi jadwal tayang bioskop di berbagai negara seperti Hongkong, Italia, Jerman, Australia, dan Amerika Serikat.

    2. Lovely Man (2011)


    Film Indonesia satu ini sempat dikenal banyak oleh masyarakat Jepang dan disebut-sebut sebagai salah satu film Asia yang berkualitas. Film Lovely Man menceritakan seorang gadis bernama Cahaya yang pergi ke Jakarta untuk mencari sang ayah yang meninggalkannya semasa kecil dan ketika ketika berada di ibu kota, Cahaya mengetahui fakta bahwa sang ayah bekerja sebagai waria.

    Film arahan Teddy Soeriaatmadja ini merekam kisah keduanya menyusuri jalanan ibu kota semalaman untuk temukan kembali ikatan keluarga yang sudah lama hilang. Film ini juga berhasil menoreh prestasi dengan aktor Donny Damar yang berhasil menang sebagai Best Actor dalam Asian Film Award, serta Teddy menang sebagai sutradara terbaik dalam ajang Palm Spring Film Festival.

    3. Ziarah (2017)


    Kehidupan Mbak Sri, seorang petani asal Gunungkidul yang berusia 95 tahun, menjadi kisah yang ditangkap dan dibagikan oleh sutradara, BW Purbanegara dalam film bertajuk Ziarah. Film ini mengisahkan kehidupan yang kontras antara kehidupan kota dan kehidupan di desa Gunungkidul

    Karya BW Purbanegara ini juga menjadi salah satu film Indonesia yang mendapatkan apresiasi di luar negeri. Film Ziarah berhasil memenangkan ajang Salamindanaw Film Festival 2016 di Filipina sebagai Film Terbaik, serta dua penghargaan di ASEAN International Film Festival and Awards pada 2017 silam.

    (Baca Juga: Rekomendasi Film Kisah Nyata Terbaik)

    4. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)


    Film drama thriller arahan sutradara Mouly Surya ini mengambil latar di sebuah padang sabana Sumba ini mengisahkan seorang janda bernama Marlina (diperankan oleh Marsha Timothy) yang menjadi korban perampokan dan pemerkosaan oleh kawanan perampok yang mendatangi kediamannya. Marlina pun kemudian mencari penebusan dan keadilan yang kemudian dikisahkan dalam film ini.

    Sebelum resmi ditayangkan di Indonesia pada 16 November 2017, film ini sudah ditayangkan di berbagai negara seperti Italia, Jerman, Spanyol, Swedia, dan Inggris dalam festival-festival film. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak ini juga berhasil membawa Marsha Timothy sebagai aktris terbaik dalam Sitges International Fantastic Festival, serta film ini mendapatkan penghargaan sebagai Best Screenplay di Festival International du Film de Femmes De Sale di Moroko.

    5. Kucumbu Tubuh Indahku (2019)


    Isu mengenai LGBT kental dalam film arahan Garin Nugroho yang bertajuk Kucumbu Tubuh Indahku. Mengisahkan seorang penari Lengger yang merupakan gambarkan pengalaman hidup penari dan koreografer, Rianto. Film ini pertama kali ditayangkan di Venice Film Festival pada 2018 dan kemudian ditayangkan di Festival Tiga Benua, Nantes.

    Meski mendapatkan pertentangan ketika ditayangkan di Indonesia, Kucumbu Tubuh Indahku berhasil memenangkan berbagai penghargaan baik di festival film dalam negeri maupun mancanegara seperti Asia Pacific Screen Awards dan Venice Independent Film Critic, serta Festival Des 3 Continets sebagai Film Terbaik.

    6. Perempuan Tanah Jahanam (2019)


    Film Indonesia yang berhasil mendapatkan apresiasi di luar negeri adalah salah satu karya sutradara ternama Tanah Air, Joko Anwar. Perempuan Tanah Jahanam yang menceritakan Maya (Tara Basro) dan Dini (Marissa Anita), dua sahabat karib yang memulai perjalanan mereka ke Desa Harjosari setelah pengalaman Maya yang nyaris terbunuh oleh pengemudi misterius.

    Film horor ini tidak hanya berhasil membuat banyak penonton Indonesia takut, tetapi juga penonton di berbagai belahan dunia. Sebelum diputar di Praha pada bulan Agustus kemarin, film yang diperankan Tara Basro ini berhasil memukau (dan menakuti) para penonton di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Selain, para kritikus film juga berkesempatan menyaksikan film ini dalam Sundance Film Festival dan International Film Festival Rotterdam pada awal 2020.

    7. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)


    Sebuah film drama aksi dari Edwin yang diadaptasi dari novel karya Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Sebuah perjalanan seorang pria yang memiliki hasrat besar untuk bertarung, kemudian jatuh cinta dan perlahan berusaha temukan cara untuk berdamai dengan dirinya. Film yang diperankan oleh Marthino Lio, Sal Priadi, Ladya Cheryl, dan Reza Rahadian ini pertama kali tayang di Locarno Film Festival.

    Penayangan perdana ini berhasil membuat Edwin menangkan Piala Golden Leopard dalam kategori Best Picture, sebuah penghargaan yang dianggap dapat bersaing dengan film-film kelas internasional.

    (Baca Juga: Ini 5 Film Fantasi Yang Wajib Kamu Tonton Di Netflix)

    Inilah tujuh film Indonesia yang berhasil mendapatkan apresiasi di luar negeri. Jika kamu belum menonton, mungkin bisa jadi salah satu tontonan di akhir pekan ini?




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Vanesha Prescilla Cover September 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below