Hati-Hati! Inilah 5 Dampak Defisit Kalori Pada Tubuh


  • Hati-Hati! Inilah 5 Dampak Defisit Kalori Pada Tubuh
    Dampak mengurangi kalori pada tubuh akan menyebabkan risiko berbagai penyakit. (Foto: Dok. /Freepik)

    Kamu ingin menurunkan berat badan? Diet memang dapat membuat kamu sehat dengan mengonsumsi makanan rendah kalori seperti telur rebus, ikan tuna, salmon, yogurt dan lain sebagainya. Nah, biasanya orang yang melakukan diet akan membatasi jumlah kalori dari berbagai makanan.


    Dilansir dari Healthline, bahwa membatasi kalori yang terlalu parah akan menyebabkan masalah kesehatan seperti berkurangnya kesuburan hingga tulang yang lemah. Sebelum kamu ingin melakukan diet, kamu perlu kenali dampak dari defisit kalori agar kesehatanmu tetap terus terjaga.




    (Baca Juga: Waspada! Inilah Tanda Kolesterol Menyerang)


    Dapat Menurunkan Metabolisme Kamu

    Jika kamu mengonsumsi makanan rendah kalori, metabolisme pada tubuhmu akan melambat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah kalori dapat menurunkan jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh sebanyak 23 persen. Maka, otot pada tubuhmu akan menghilang. Hal tersebut akan terjadi jika kamu diet dengan membatasi kalori dengan rendah protein dan tidak dikombinasikan dengan olahraga. Oleh karena itu, kamu perlu mencegahnya dengan memastikan kamu untuk tetap mengonsumsi kalori.


    Bisa Menyebabkan Tubuhmu Merasa Lelah dan Kurangnya Nutrisi

    (Hati-hati karena tubuhmu akan merasakan lelah. Foto: Dok/Freepik.com)

    Bagi kamu yang masih mengurangi kalori pada makanan, berhati-hatilah karena tubuhmu akan merasakan lelah hingga membuatmu lebih menantang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian kamu. Lalu, defisit kalori juga bisa menyebabkan anemia dan kelelahan yang ekstrem karena diet kalori tidak cukup menyediakan zat besi, folat atau vitamin B12.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kalori terbatas dengan jumlah karbohidrat yang rendah akan menyebabkan perasaan yang lelah pada beberapa individu. Maka dari itu, tetap jaga keseimbangan pada kalori di tubuhmu.


    (Baca Juga: Hari Diabetes Sedunia: Waspada Akan Komplikasi)


    Bisa Mengurangi Kesuburan

    Membatasi kalori terlalu ekstrem bisa berdampak negatif yaitu kesuburan khususnya untuk wanita. Hal tersebut dikarenakan kemampuan untuk berovulasi bergantung pada kadar hormon. Lebih tepatnya, peningkatan kadar estrogen dan Hormone Luteinizing (LH) diperlukan agar ovulasi terjadi. Maka, kamu akan merasakan siklus menstruasi yang tidak teratur. Berhati-hatilah!


    Dapat Melemahkan Tulang

    Mengonsumsi makanan rendah kalori dapat membuat tulangmu semakin melemah. Hal ini bisa menurunkan kadar estrogen dan testosteron. Kadar rendah kedua hormon reproduksi ini dianggap mengurangi pembentukan tulang dan meningkatkan kerusakan tulang yang dapat mengakibatkan tulang lebih lemah. Bahkan, lebih bahaya lagi jika kamu mengalami keropos pada tulang karena seringkali tidak dapat diubah dan meningkatkan risiko patah tulang.


    Bisa Menurunkan Imunitas

    Imunitas bisa turun jika kamu terus mengurangi kalori pada makananmu. Defisit kalori bisa menyebabkan meningkatnya risiko penyakit seperti flu. Para peneliti melaporkan bahwa atlet yang sering menurunkan berat badan dengan hampir dua kali lebih, kemungkinan akan jatuh sakit dalam tiga bulan sebelumnya.


    Penting untuk kamu mengetahui dampak dari defisit kalori untuk menjaga kesehatanmu. Oleh karena itu, tubuh kamu membutuhkan kalori untuk mengisi energi di setiap harimu.


    (Penulis: Sania Zelikha)





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Maret 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below