Vaksin AstraZeneca Diisukan Mengandung Babi, MUI Perbolehkan


  • Vaksin AstraZeneca Diisukan Mengandung Babi, MUI Perbolehkan
    Vaksin AstraZeneca mengandung tripsin babi. Namun, MUI masih memperbolehkan untuk keadaan darurat. (Foto: Dok. /unsplash)

    Pandemi virus corona semakin marak sehingga perlu menggunakan vaksin untuk memicu sistem imunitas tubuh agar bisa melawan COVID-19 dengan memberikan kekebalan dalam tubuh agar masyarakat tidak mudah terpapar oleh virus corona. Lalu, di situasi kegentingan ini mengapa vaksin AstraZenaca masih diperdebatkan?


    (Baca Juga: Tips Tetap Aman Olahraga Dan Rekreasi Outdoor Saat Pandemi)




    Dilansir dari berbagai sumber, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin AstraZaneca mengandung unsur haram yaitu menggunakan tripsin babi dalam proses pembuatannya. Namun, vaksin tersebut masih tetap dapat digunakan dalam kondisi darurat seperti maraknya pandemi virus corona di seluruh dunia.


    Pengurus Wilayah Nahdiatul Ulama (PWNU) Jawa Timur turut menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca hukumnya halal karena tripsin babi hanya digunakan untuk pengembangbiakan virus corona dan juga bahan tersebut tidak dicampurkan sehingga masih halal untuk digunakan bagi para penganut agama islam.


    Vaksin asal Inggris tersebut dinyatakan halal setelah Lembaga Bahtsul Masail Nahdiatul Ulama (LBMNU) hingga PWNU memberikan pernyataan agar tidak timbul masalah.


    Menanggapi hal ini, pihak AstraZeneca Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca diproduksi tidak menggunakan kandungan babi seperti yang diisukan. AstraZeneca Indonesia mengklaim bahwa vaksin tersebut dibuat menggunakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk yang berasal dari kandungan hewan.


    (Baca Juga: 12 Tips Aman Traveling Saat Pandemi)


    Presiden Indonesia, Joko Widodo, memulai vaksinasi AstraZeneca di pondok pesantren di Jawa Timur. Vaksin ini juga telah disetujui lebih dari 70 negara di seluruh dunia seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko. Selain itu, pemerintah akan lebih mendorong agar distribusi vaksin tersebut dipercepat khususnya di provinsi Jawa Timur.


    Vaksin ini akan didatangkan kembali ke Indonesia pada April 2021 dengan sebanyak 3 juta dosis untuk dilakukan vaksinasi kepada masyarakat di gelombang kedua. Hingga saat ini, masih ada 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang masuk dalam tahap pertama vaksinasi hingga bulan Mei mendatang.


    (Penulis: Sania Zelikha)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Maret 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below