Ramai dibicarakan, Apa itu Impostor Syndrome?


  • Ramai dibicarakan, Apa itu Impostor Syndrome?
    Ramai dibicarakan, apa kamu sudah mengenal betul seputar Impostor Syndrome? (Foto:Dok.Khoa Võ/Pexels)

    Tidak peduli seberapa tinggi prestasi yang telah diraih, selalu saja muncul perasaan tidak pantas dan menganggap kesuksesan yang dicapai hanyalah kebetulan belaka. Kondisi seperti ini dikenal dengan sebutan impostor syndrome. Sindrom unik ini biasanya terjadi pada orang-orang ambisius dengan standar kesuksesan yang cukup tinggi. Akibatnya, mereka merasa ketakutan bila orang-orang akan menyadari bahwa ia adalah seorang penipu yang sebenarnya tidak punya kemampuan.


    (Baca Juga: 7 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental Dari Instagram)




    Gangguan mental ini ditemukan pada tahun 1978. Sebuah penelitian mengatakan bahwa setidaknya 70 persen orang pernah mengalami keadaan ini di hidup mereka. Beberapanya jyga mengalami gejala seperti merasa tidak percaya diri, merasa ambisius, frustasi ketika harapan tidak sesuai ekspetasi, dan cenderung perfeksionis. Dapat disimpulkan, bahwa rasa ragu akan diri sendiri bisa mempengaruhi bagaimana ia menilai segala pencapaian, kompetensi, dan kemampuannya. Saat keraguan bertambah besar, akan sulit untuk mengembangkan citra diri yang realistis. Ketakutan akan ketidakmampuan ini bisa menimbulkan masalah mental pada pengidap imposter syndrome. Mereka mungkin rentan merasa gelisah, depresi, frustasi, kurang percaya diri dan malu. Namun, sejauh ini para ahli tidak menganggap 'sindrom penipu' sebagai kondisi kesehatan mental.

    Untuk mencegah impostor syndrome semakin parah dalam dirimu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan antara lain :


    (Baca Juga: 5 Tokoh Perempuan Inspiratif Dengan 'Down Syndrome')


    1. Mau saling berbagi

    Untuk memastikan seberapa mahir kemampuanmu, cobalah untuk berbagi ilmu dengan orang-orang di sekitarmu. Karena ketika kamu berbagi ilmu dengan teman atau suatu kelompok, secara perlahan kamu akan menyadari seberapa kecil atau besar kompetensimu dalam bidang tersebut.


    2. Kembali fokus pada prioritas

    Orang yang mengidap imposter syndrome juga harus belajar supaya tidak terlalu terpaku pada standar tinggi atau kesempurnaan yang ia tetapkan bagi dirinya sendiri. Masih banyak hal yang perlu kamu kerjakan, alangkah lebih baiknya kamu kembali fokus pada pekerjaan atau prioritas hidupmu. Dengan membagi energi dan waktu yang seimbang bisa membuatmu kembali fokus dan mengurangi rasa cemas terhadap hal yang menurutmu kurang sempurna.


    (Kembali pada prioritas.Foto:Dok.Andrea Piacquadio/Pexels)


    (Baca Juga: 7 Fakta Seputar Down Syndrome yang Patut Kamu Ketahui)

     

    3. Perbanyak bersyukur dan apresiasi diri

    Kesuksesan memang jarang membuat para pengidap sindrom ini merasa puas. Malahan mereka cenderung cemas demi mempertahankan hal yang baru saja ia raih. Kamu harus memberi ruang untukmu mengapresiasi diri atau setidaknya bersyukur. Tidak selamanya segala hal bisa berjalan sesuai kemauanmu. Banyak orang yang ingin menjadi dirimu yang luar biasa. Dengan kamu bersyukur dan mengapresiasi diri bisa membuatmu semakin percaya diri.


    Renungkanlah segala pencapaianmu selama ini. Kamu sudah berusaha keras untuk mendapatkannya, maka teruslah bersyukur terhadap dirimu!

    (Penulis : Kandela Cikal)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Maret 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below