Pengalaman Vaksinisasi Covid-19 Bersama Awak Media


  • Pengalaman Vaksinisasi Covid-19 Bersama Awak Media
    Pengalaman pribadi vaksinisasi Covid-19 untuk jurnalis (Foto:Dok/Gustavo/Pexels)


    Setelah Presiden Joko Widodo, tenaga kesehatan dan masyarakat lain, kini giliran para awak media yang mendapatkan vaksinisasi Covid-19. Tak terkecuali juga sejumlah jurnalis Herworld Indonesia yang berkesempatan untuk melakukan vaksin di Gelora Bung Karno pada Sabtu, (27/2/2021).

    Saya hadir kurang lebih pukul 14:25 WIB tepatnya di Hall A Basketball GBK. Sebelum memasuki area registrasi, protokol kesehatan tetap dijalani dengan tersedianya tempat cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh kepada setiap orang yang hadir hari itu. Setelahnya, saya langsung menuju meja registrasi awal untuk melihat data nama dan asal media.




    (Baca Juga: Review: 3 Produk L’Occitane Almond Terbaru Yang Memanjakan)


    Usai verifikasi KTP, seorang petugas langsung mengarahkan saya untuk mengambil nomor antrian. Saya berada diurutan 1795! Cukup mengagetkan, tapi ternyata tidak butuh waktu lama sampai akhirnya masuk ke ruang registrasi ulang.


    (Nomor urut vaksin Covid-19.Foto:Dok.Hafizah Rana/Herworld Indonesia)


    Di ruangan itu terdapat 10 counter dengan lima abjad yakni A,B,C,D dan E, masing-masing diantaranya dijaga oleh petugas untuk registrasi awak media. 

    Pada tahap ini beberapa pekerja media masih belum terdaftar yang tidak diketahui apa penyebabnya. Salah satunya adalah saya. Namun, hal ini tidak jadi masalah karena hanya perlu menunggu sebentar sampai seorang petugas memotret KTP dan meminta saya untuk registrasi kembali di counter yang berbeda. 


    (Baca Juga: Review Film: 'Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan')


    Proses registrasi kedua (bagi saya) ini, sejumlah data seperti nomor handphone dan cocoklogi data KTP dengan domisili saat ini dimintai dengan jelas dan rinci. Kemudian saya diberikan selembar kertas yang berisikan data pribadi, kartu untuk check tensi dan stiker abjad sesuai dengan counter pendaftaran.

    Saya pun diarahkan menyelusuri lorong untuk ke ruang tunggu terakhir sebelum masuk ke dalam hall. Tak sampai 15 menit seorang petugas memanggil abjad dan kapasitas orang untuk masuk ke dalam hall.

    Di dalam ada banyak tenaga kesehatan yang tersebar dengan rapi. Sehingga tak menyulitkan bagi siapapun yang hadir untuk menemukan counter yang dituju. Ditambah dengan petugas yang ramah semuanya menjadi sangat mudah dan lancar.


    (Baca Juga: Review Superga X Luna Maya: Stylish, Nyaman, dan Fleksibel)



    (Menunggu giliran pengukuran tensi.Foto:Dok.Hafizah Rana/Herworld Indonesia)


    Pengukuran tensi dan diajukan sejumlah pertanyaan mulai dari alergi, riwayat penyakit, apakah melakukan vaksin lain dan sebagainya menjadi proses awal sebelum melakukan vaksinisasi. Bagi pemilik darah rendah juga diberikan saran untuk mengonsumsi makanan yang bisa membuat tekanan darah kembali normal. 

    Setelah melewati kontrol tensi, saya pun langsung melakukan vaksin. Hal yang paling menyenangkan saat proses ini adalah para tenaga kesehatan cukup memperhatikan setiap orang yang hadir. Entah karena menggunakan hijab atau demi kenyamanan semua orang, saya pun diberikan penawaran untuk melakukan vaksin di dalam bilik dan saya pun menyetujuinya.


    (Baca Juga: Review Film: 'Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini')


    Proses penyuntikan sama seperti vaksin pada umumnya. Pemberian alkohol dipemukaan kulit, lalu vaksin dilakukan. Setelah selesai, saya pun diminta untuk berada di area observasi untuk melihat reaksi vaksin ke dalam tubuh. 

    Segala persiapan seperti kasur pasien, oksigen dan lainnya juga dipersiapkan jika ada yang mengalami reaksi berbeda. Saya pribadi hanya merasakan kantuk dan sedikit pegal di area lengan. Selebihnya saya merasa aman.


    (Baca Juga: Mengulik Yang Unik dari Hotel The Apurva Kempinski Bali)


    Kurang dari 30 menit, saya kembali diarahkan oleh petugas untuk mengunjungi counter observasi dan diberikan selembar surat yang sudah tercantum nomor yang bisa dihubungi untuk laporan mengenai reaksi tubuh setelah vaksin. Saya juga diminta untuk membawa surat itu kembali saat melakukan vaksinisasi kedua yang akan dikabarkan melalui SMS. 



    (Snack box setelah vaksin.Foto:Dok.Zamira Mahardini/Herworld Indonesia)


    Sebelum pulang, awak media pun mendapatkan bingkisan berupa masker, hand sanitizer, flashdisk dan buku panduan hoaks dari Kominfo. Tak lupa juga snack box yang lumayan untuk mengganjal perut. 

    Itulah pengalaman saya melakukan vaksinisasi Covid-19 bersama awak media lain. Bagi kamu yang akan melakukan vaksin, jangan lupa untuk tidur yang cukup, sarapan yang sehat dan tidak stres.

    Semoga dengan cara ini kita semua bisa terlindungi dari virus, dan we can back to normal.





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Maret 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below