Penghargaan Women of The Year 2021 Kembali Digelar Virtual


  • Penghargaan Women of The Year 2021 Kembali Digelar Virtual
    Ajang penghargaan Women of The Year 2021 kembali digelar secara virtual. (Foto: Dok. Her World Indonesia)

    Her World Indonesia turns 21! Pada momen istimewa yang jatuh pada bulan Oktober setiap tahunnya, Her World Indonesia kembali mengapresiasi para wanita Indonesia yang terus berkarya melalui perannya masing-masing sekaligus memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya, dalam ajang Her World Women of The Year 2021


    Sejak dilaksanakan pada 2012 lalu, Her World Women of The Year memberi apresiasi kepada 10 wanita Indonesia dalam berbagai bidang yang bisa menjadi inspirasi bagi sesama wanita di seluruh penjuru Tanah Air. Dengan teman “Apresiasi Untuk Kita”, Her World Indonesia memberikan apresiasi kepada 12 wanita Indonesia yang tanpa henti berkarya dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.




    “Kami dan juga Anda pasti akan sangat bangga melihat dedikasi mereka untuk Indonesia. Mereka telah membuktikan bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati kerja keras. Determinasi dan kegigihan mereka untuk mencapai tujuan mulia, patut menjadi inspirasi untuk kita semua,” ungkap Editor in Chief Her World Indonesia, Shantica Warman


    (Baca Juga: Apresiasi Her World Women of The Year 2021)


    Nama-nama tersebut antara lain Marissa Anita (Lead Editor Greatmind.id, Aktris, dan Presenter), Nanda Mei Sholihah (Atlet Paralimpik), Carys Mihardja (Founder Carys Care), Nadhira Afifa (Dokter dan Penulis), Suci Apriani (Ketua KPAD Kediri, Lombok Barat), Maudy Ayunda (Penyanyi dan Aktor), Tiza Mafira (Pendiri Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik).



    Kemudian Amanda dan Janna Soekasah (Director Ghea Resort dan Co-Founder Bracelet of Hope), Shinta Nurfauzia (CEO dan Co-Founder Lemonilo), serta pasangan atlet badminton ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Dua belas wanita ini yang kemudian menjadi sosok-sosok inspiratif dalam ajang penghargaan tahunan ini.


    Setelah melalui proses kurasi yang ketat dan persiapan yang panjang, ajang penghargaan Her World Women of The Year 2021 digelar melalui kanal YouTube Her World Indonesia pada 30 Oktober 2021 pukul 19.00 WIB. Acara yang kembali digelar secara virtual ini turut didukung oleh sejumlah pihak, khususnya UOB Indonesia serta Sulwhasoo Indonesia sebagai official beauty sponsor.


    Kisah Para Women of The Year 2021


    Dengan ceritanya masing-masing, para wanita yang masuk dalam daftar penerima penghargaan Women of The Year 2021 terus berkarya dalam berbagai situasi, termasuk di tengah masa pandemi. Sejak pandemi melanda dunia hampir dua tahun yang lalu, hampir semua orang mencari berbagai cara untuk beradaptasi dan keduabelas wanita ini berhasil menyesuaikan diri, sekaligus mendorong sesama wanita Indonesia untuk lakukan hal serupa melalui dampak yang mereka berikan.


    Mulai dari Marissa Anita seorang aktris sekaligus presenter yang kini menuangkan kecintaannya pada dunia psikologi dan filosofi untuk menjadi selimut penghangat bagi mereka yang alami gangguan mental melalui Greatmind.id. Isu mengenai mental health menjadi sesuatu hal yang serius bagi seorang Marissa, terlebih ketika ia mengalaminya sendiri, enam tahun lalu, depresi dan kesedihan luar biasa. Melalui Greatmind.id, Marissa mengangkat berbagai aspirasi dan advokasi tentang beragam topik kehidupan yang tidak banyak dibicarakan masyarakat umum.



    Selain itu sosok Maudy Ayunda, yang familier menghiasi layar kaca melalui aktingnya maupun radio-radio nasional melalui lantunan yang ia nyanyikan, juga menjadi salah satu sosok wanita yang terpilih pada ajang tahun ini. Namun, kecintaannya untuk terus belajar mendorong Maudy untuk terus menempuh studi hingga baru-baru ini meraih gelar Master dalam dua jurusan pascasarjana di salah satu universitas ternama dunia, Stanford University. Ia pun berusaha terus menjadi inspirasi bagi anak muda dengan tetap menjadi diri sendiri dan mewujudkan mimpinya bagi pendidikan di Indonesia.




    Setiap wanita, dimanapun mereka berada, selalu memiliki panggungnya masing-masing. Bagi Nanda Mei, lintasan lari adalah panggungnya. Di usianya yang menginjak 22 tahun, Nanda telah meraih setidaknya 20 medali emas dalam berbagai pertandingan, baik dalam skala nasional hingga internasional. Meski terlahir sebagai penyandang disabilitas, kondisi tersebut tidak menghalangi Nanda untuk terus berjuang dalam dunia olahraga, khususnya lari. Dukungan keluarga, terutama orang tua menjadi motivasi Nanda untuk terus tunjukkan diri yang terbaik dalam trek.




    Apresiasi Women of The Year 2021 juga diberikan kepada pasangan atlet bulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang belum lama ini mengukir sejarah ketika keduanya berhasil membawa pulang medali emas dalam Olimpiade Tokyo 2020. Namun, medali emas yang tergantung pada leher kedua atlet ini adalah hasil perjuangan dan latihan yang penuh dedikasi sejak belia. Pengorbanan, kesabaran, keikhlasan, dan totalitas menjadi kunci keduanya untuk jalani hari demi hari dalam dunia olahraga, khususnya bulutangkis



    Menjaga Bumi adalah bagian dari cara manusia untuk bertahan hidup. Pemikiran inilah yang mendorong aktivis lingkungan dan juga Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GDIKP), Tiza Mafira untuk tanpa henti berjuang dalam membangun Indonesia yang lebih ramah lingkungan, dimulai dari pelarangan penggunaan kantung plastik. Gerakan yang dibangunnya ini, telah berjuang selama sembilan tahun untuk mendorong masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk terus mengurangi pemakaian plastik. Kini, setidaknya ada 50 kota dan kabupaten di Indonesia yang melarang penggunaan kantung plastik, termasuk Jakarta dan Bali.



    Selanjutnya adalah Nadhira Afifa yang melalui keinginannya untuk meringankan beban orang lain sekaligus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang, memutuskan untuk mengemban tanggung jawab sebagai dokter. Selain menjalani profesinya, Nadhira pun memanfaatkan media sosial, yakni YouTube untuk berbagai informasi melalui video-video yang diunggahnya. Selain itu juga, ia mendirikan Bunda.plus, sebuah wadah donasi yang digunakan untuk menyalurkan bantuan yang berhubungan dengan kebutuhan buah hati, khususnya yang masih bayi.



    Pada 2018, Carys Mihardja mendirikan yayasan Carys Care. Sebuah yayasan yang bertujuan untuk meningkatkan awareness terhadap para penyandang down syndrome. Tak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan down syndrome, tetapi menjadi ruang bagi para penyandang untuk tunjukkan talenta dan kemampuan yang dimiliki. Melalui berbagai merchandise yang diproduksi menggunakan beberapa hasil lukisan teman-teman down syndrome di bawah yayasannya dan kemudian seluruh keuntungannya digunakan untuk memberi dukungan finansial pada keluarga dengan anak down syndrome, bekerjasama dengan Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS).



    Praktik perkawinan anak masih menjadi salah satu masalah yang muncul di Indonesia. Ketika pernikahan dianggap sebagai solusi bagi sebagian masyarakat, apalagi jika itu terjadi hampir di seluruh daerahnya, menggagalkan praktik tersebut memiliki risiko tinggi. Namun, hal ini tidak mematahkan semangat Suci Apriani, wanita berusia 22 tahun yang berhasil menolong anak-anak keluar dari praktik perkawinan usia anak yang sudah terlanjur mengakar di daerahnya. Ancaman dari berbagai pihak tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengakhiri praktik yang merugikan banyak anak-anak di daerahnya tersebut.



    Siapa sangka sosok wanita di balik kesuksesan merek Lemonilo justru memulai bisnisnya ini karena alami quarter life crisis? Shinta Nurfauzia, wanita yang semula meniti karier di bidang hukum ini merintis bisnis dengan menghasilkan produk-produk makanan yang tidak hanya sehat tetapi juga lezat dengan harga yang terjangkau. Bagi Shinta, konsistensi dan kerjasama dalam tim menjadi faktor penting dalam menjalankan sebuah bisnis dengan passion yang menjaga konsistensi tersebut.



    Twins do things better when they are together adalah frasa yang menggambarkan sosok Amanda dan Janna Soekasah, pendiri Ghea Resort serta co-founder Bracelet of Hope. Gerakan yang dibuat untuk membantu para komunitas kanker melalui gelang-gelang dengan bahan yang didaur ulang dari sisa-sisa kain dari Ghea Fashion Studio. Tujuh tahun berjalan, kini Bracelet of Hope telah berkembang dalam ragam kegiatan yang diinisiasi Amanda, Janna, bersama rekan-rekannya untuk membantu seluruh lapisan masyarakat, termasuk di saat masa pandemi.



    Apresiasi Women of The Year terus dilaksanakan untuk merayakan para wanita Indonesia, yang melalui perannya masing-masing mampu tidak hanya memberi inspirasi tetapi juga kontribusi bagi masyarakat di berbagai lapisan. Melalui ajang ini, Her World Indonesia berharap dapat para wanita Indonesia yang diapresiasi tahun ini dan juga tahun-tahun sebelumnya, dapat menjadi komunitas wanita inspiratif yang tidak hanya memberdayakan sesama, menjaga Bumi, dan terus mendorong para wanita Indonesia untuk tidak berhenti berkarya melalui perannya masing-masing.


    (Baca Juga: Ajang Penghargaan Women Of The Year 2020 Digelar Virtual)


    Untuk kamu yang ketinggalan malam penghargaan pada Sabtu lalu, kamu bisa menyaksikannya kembali, Awarding Her World Women of The Year 2021 melalui kanal YouTube Her World Indonesia. Selamat menyaksikan dan hope you get inspired too.





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Vanesha Prescilla Cover September 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below