7 Novel Bertema Sejarah Indonesia Untuk Hari Kemerdekaan


  • 7 Novel Bertema Sejarah Indonesia Untuk Hari Kemerdekaan
    Rekomendasi buku bacaan bertema sejarah Indonesia untuk 17 Agustus 2020 (Foto:Dok/Berbagai Sumber)


    Tak terasa sebentar lagi Indonesia akan kembali merayakan hari kemerdekaannya yang ke-75. Sudah punya agenda untuk memeriahkannya?

    Meski di tengah pandemi virus corona, bukanlah alasan untuk melewatkan kemeriahan 17 Agustus tahun ini. Selain bisa bersenang-senang bersama keluarga di rumah, salah satu yang bisa dilakukan adalah membaca buku atau novel yang bertema sejarah Indonesia karya penulis Indonesia. 



    Di antaranya adalah Laut bercerita karya Leila S. Chudori hingga Bumi Manusia salah satu tetralogi Pramoedya Ananta Toer yang populer dan patut dibaca. Selain itu apa lagi? berikut Her World rekomendasikan sejumlah novel bertema sejarah Indonesia untuk merayakan 17 Agustus 2020. 


    (Baca Juga: 7 Fakta Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia Tahun 2020)


    1. Laut Bercerita 

    Laut bercerita merupakan buku yang ditulis oleh Leila S Chudori dan jadi salah satu yang patut dibaca bulan Agustus ini. Terutama di hari kemerdekaan nanti.

    Buku ini mengangkat kisah perjuangan para pemuda pemudi di era orde baru untuk menegakkan demokrasi di zaman itu. Berbagai kisahnya mulai dari cinta, pengkhianatan hingga isu sosial buat emosi bercampur aduk seakan pembaca merasakan lika-liku yang dihadapi para tokohnya, terutama Biru Laut yang menjadi sudut pandang utama dalam buku ini.

    Kata-katanya yang dikemas dengan sederhana tetap mampu menyentil pembaca hingga melekat dipikiran. "Pengkhianatan ada di mana-mana, bahkan di depan hidung kita, Laut. Kita tidak pernah tahu dorongan setiap orang untuk berkhianat: bisa saja duit, kekuasaan, dendam, atau sekadar rasa takut dan tekanan penguasa". 


    2. Pulang

    Masih karya penulis Laut Bercerita, di buku Pulang, Leila S. Chudori mencoba menceritakan kisah hidup tahanan politik pasca peristiwa G30S yang berhasil menyelamatkan diri. Tak hanya itu, bahkan lewat buku ini ia juga menggambarkan kehidupan anak Dimas Suryo kala berkunjung ke Indonesia.

    Lika-liku kisah dalam buku ini buat pembaca mampu merasakan kecemasan, ketakutan pada era itu. Oleh sebabnya, buku Pulang jadi salah satu yang patut dibaca di hari kemerdekaan.


    (Baca Juga: 13 Lagu Nasional yang Wajib Kamu Ketahui)


    3. Moemie

    Jika kamu tertarik dengan cerita sejarah Indonesia dari salah seorang tokoh berdarah Indonesia dan Belanda, buku Moemi jadi buku yang wajib dibaca. Ditulis oleh Marion Bloem, dalam karyanya ini ia memberikan gambaran dari peristiwa di tahun 1965, 1998 hingga bom Bali yang diceritakan secara lugas lewat kisah seorang wanita Bali bernama Moemie.

    Hubungan sosial di antara perbedaan ras di dalamnya tak hanya menghibur saat dibaca, tapi juga mampu memberikan gambaran sekilas mengenai masa itu. Terutama saat bangsa Belanda masih berada di Indonesia.


    4. Amba

    Karya Laksmi Pamuntjak ini juga jadi salah satu novel yang patut untuk dibaca. Bertajuk Amba buku ini menggambarkan situasi yang menegangkan saat kedua tokoh Amba dan Bhisma menghadapi kekerasan politik pada persitiwa G30S 1965. 

    Dibumbui dengan kisah cinta buat novel ini tak hanya menceritakan sejarah Indonesia pada masa itu, tapi juga cerita romansa yang mendebarkan dan sayang untuk dilewatkan.


    5. Gadis Kretek

    Masih bertema sejarah Indonesia, yang berbeda dari buku karya Ratih Kumala ini adalah si penulis yang menggambarkan lika-liku industri kretek pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibumbui dengan berbagai kisah cinta, pengkhianatan dan rahasia di dalam keluarga, buku ini membangunkan emosi kala dibaca.

    Menyinggung beberapa tempat di pulau Jawa, Gadis Kretek bisa jadi salah satu teman bacaan saat merayakan 17 Agustus nanti. Tertarik?


    (Baca Juga: 10 Produk Modis Merah & Putih untuk Hari Kemerdekaan)


    6. Saksi Mata

    Mengambil latar Timor Leste, Saksi Mata adalah bacaan yang tepat untukmu yang ingin mengetahui gambaran sejarah Indonesia secara singkat. Tertuama mengenai konflik yang berada di Timor Timur atau Konflik Dili. Ditulis oleh Seno Gumir Ajidarma, Saksi Mata juga dikemas dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah untuk dimengerti.


    7. Bumi Manusia

    Mendengar nama Pramoedya Ananta Toer, pastilah teringat pada kumpulan tetralogi-nya yang populer. Salah satunya adalah Bumi Manusia yang menceritakan peristiwa hingga diskriminasi pada masa Hindia Belanda.


    Sejarah Indonesia mulai dari kehidupan pribumi di era itu diceritakan mengalir lewat sosok Minke seorang pemuda yang berjuang menuliskan gagasan dan pikirannya mengenai Indonesia di masa itu. Belum lagi percintaanya yang rumit antara perempuan berdarah Indonesia Belanda Annelies Mellema yang buat kisahnya semakin membangun emosi.


    Itulah sejumlah buku dan novel yang bertema sejarah Indonesia. Kira-kira buku apa yang akan kamu baca pada 17 Agustus nanti?



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below