13 Lagu Nasional yang Wajib Kamu Ketahui


  • 13 Lagu Nasional yang Wajib Kamu Ketahui
    Bilang cinta Indonesia tapi tak hapal lagu-lagu nasionalnya? Berikut 13 di antaranya yang patut kamu ketahui. (Foto: Dok/Pexels.com)


    Lebih dari sekedar nada dan irama, lagu akan punya dampak tertentu bagi pendengarnya. Layaknya lagu romantis yang mampu membuat hati berbunga-bunga, lagu-lagu perjuangan atau Lagu Nasional pun juga bisa membakar semangat para pahlawan dalam bergerak membela negara sampai titik darah penghabisan.



    Nah, kali ini her world Indonesia akan beritahu kamu 13 lagu Nasional yang bisa bikin tambah bangga dengan Tanah Air. Selain punya lirik yang indah, alun nadanya juga bisa bikin hati tergetar. Apa saja?

    Berikut daftar lagunya yang patut kamu ketahui:


    1. Bagimu Negeri

    Salah satu lagu wajib Nasional ciptaan Kusbini berikut punya aransemen spesial yang bahkan mampu menelisipkan air mata bagi para pendengar yang benar-benar meresapinya.Tak heran jika lagu ini sering dimainkan dalam konser-konser kenegaraan di Luar Negeri. Jika dibawakan dengan benar, siapa pun akan merinding dibuatnya. Meski liriknya sederhana, hanya terdiri dari 8 kalimat, namun Bagimu Negeri mengandung sari pati nilai-nilai kecintaan dan pengabdian rakyat yang begitu dalam terhadap Bumi Ibu Pertiwi.




    2. Rayuan Pulau Kelapa

    Siapa tak kenal lagu ini? Dibuat sepenuh hati oleh Ismail Marzuki, liriknya menggambarkan kondisi alam Indonesia yang indah nan permai. Suburnya tanah Pertiwi dan damainya Negeri seringkali membuat orang-orang Indonesia yang merantau ke negara lain langsung merasa rindu  saat mendengar lagu ini. Bahkan para ekspatriat dan orang-orang Belanda di masa pra kemerdekaan yang pernah tinggal di Indonesia menyematkan lagu ini sebagai salah satu lagu paling nostalgis yang difavoritkan. Aransemennya apik, alunannya mendayu, liriknya syahdu. Tiga komponen yang amat cukup untuk menjadikan lagu ini sebagai salah satu lagu Bangsa paling indah yang pernah dibuat.


     

    3. Tanah Airku

    Sama seperti Rayuan Pulau Kelapa, lagu ini sering jadi penjentik rindu bagi WNI yang sedang jauh. Dicipta oleh Ibu Sud, ia berkisah tentang besarnya rasa sayang pada Negeri Merah Putih yang meski ditinggal pergi, ia akan tetap jadi rumah untuk pulang. Selain itu, liriknya juga menyiratkan nasionalisme yang tinggi sebab terbaca jelas kebanggan dan penghargaan yang diberikan pada tanah Garuda ini. Beautifully written and composed!



    4. Satu Nusa Satu Bangsa

    Diciptakan oleh Liberty Manik, lagu ini memiliki sirat makna yang dalam tentang kebhinnekaan. Ada harapan agar kaum muda generasi merdeka bisa menjalankan tugasnya sebagai penyelamat Negara ketika dibutuhkan. Dengan tiga komponen utama layak bela yaitu Nusa, Bangsa, dan Bahasa, para penerus bangsa diharapkan mampu jadi tombak pemersatu yang mampu bertanggung jawab atas masa depan Republik Indonesia.



    5. Bangun Pemudi Pemuda

    Untuk membakar semangat kaum muda di masa pasca kemerdekaan, Bangun Pemudi Pemuda lantas ditulis oleh Alfred Simanjuntak. Awalnya, lagu ini hanya dibuat untuk mars Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia dengan isi lirik yang berbeda. Namun karena ada keinginan untuk mengobarkan jiwa nasionalisme para belia di Tanah Air mulai dari Sabang sampai Merauke, maka Alfred Simanjuntak mengganti liriknya dan mulai mengenalkan lagu ini ke luar sekolah. Sampai sekarang, Bangun Pemudi Pemuda masih jadi lagu wajib yang dinyanyikan saat Upacara 17 Agustus dan dalam momen Sumpah Pemuda.





    6. Di Timur Matahari

    Mungkin banyak yang lupa dengan lagu ini. Diciptakan atas spirit kebangsaan yang tinggi bagi pemuda dan pemudi Pertiwi, WR Soepratman berhasil mengaransemennya dengan indah. Meski hampir hilang ditelan zaman, namun lagu ini masih jadi salah satu yang mampu membuat jiwa bergelora saat diperdengarkan di berbagai acara, khususnya pada orkestra bertema Indonesia atau ritual kenegaraan. Penuh gelora dan ajakan untuk selalu siaga membela negara.




    7. Berkibarlah Benderaku & Bendera Merah Putih

    Dari ujung Utara hingga Timur Indonesia, dua lagu ini dianggap mewakili kebhinnekaan yang terangkul dalam lembar kain dua warna yaitu merah membara dan putih mulia. Sebagai langgam yang bertutur tentang Bendera nasional, lagu penuh semangat ciptaan Ibu Sud ini pun masih sering disenandungkan dan diajarkan di sekolah-sekolah. Dengan semangat empat lima dan jiwa bela negara, lagu bernada antusias berikut wajib kamu mengerti isinya.



    Tunggu! Dalam lagu ini sebenarnya ada stanza keduanya, lho. Berikut lirik aslinya:

    Berkibarlah benderaku
    Lambang suci gagah perwira
    Di seluruh pantai Indonesia
    Kau tetap pujaan bangsa
    Siapa berani menurunkan engkau
    Serentak rakyatmu membela
    Sang Merah Putih yang perwira 
    Berkibarlah S'lama-lamanya

    Kami rakyat Indonesia
    Bersedia setiap saat
    Mencurahkan segala tenaga
    Supaya kau tetap cemerlang
    Tak gentar hatiku melawan rintangan
    Tak goyang jiwaku berkorban
    Sang Merah Putih yang perwira
    Berkibarlah S'lama-lamanya



    Well, Bendera Merah Putih juga ada stanza keduanya. Biasanya dinyanyikan langsung menyambung setelah versi pertama selesai. Sayangnya sekarang sudah mulai dilupakan. Berikut lirik aslinya:

    Bendera merah putih 
    Bendera tanah airku
    Gagah dan jernih tampak warnamu
    Berkibarlah di langit yang biru
    Bendera merah putih
    Bendera bangsaku

    Bendera merah putih 
    Perlambang b'rani dan suci
    Siap selalu kami berbakti
    Untuk bangsa dan ibu pertiwi
    Bendera merah putih 
    T'rimalah salamku


    8. Garuda Pancasila

    Mars Pancasila atau yang biasa dikenal dengan Garuda Pancasila, merupakan salah satu lagu wajib paling populer yang menggambarkan kesetiaan rakyat terhadap satu-satunya ideologi atau falsafah Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila dan burung Garuda sebagai lambang Negara. Ditulis dan diciptakan oleh Sudharnoto, lagu ini sangat menyentuh dan mampu menyulut rasa cinta negeri yang berapi-api serta semangat juang tinggi karena seluruh masyarakat diibartakan sebagai kumpulan patriot kemerdekaan pasca momen proklamasi. Selain itu, lagu ini juga coba menegaskan bahwa Garuda dan Pancasila adalah cerminan kepribadian Bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya. Berani, tidak pengecut, rela berkorban, dan berkehidupan adil makmur nan sentosa.




    9. Syukur

    Dari begitu banyak lagu Nasional, Syukur adalah salah satu yang paling khidmat, mendayu, dan penuh rasa. Oleh sebab itu, lagu ini selalu dinyanyikan pada momen-momen sakral kenegaraan atau saat upacara bendera di berbagai instansi. Selain itu, lantunannya juga sering terdengar dalam acara lain yang bersifat formal dan sarat rasa terima kasih. Tercipta dari seorang komponis Indonesia berhama Husein Mutahar atau yang sering dikenal dengan H. Mutahar, Syukur secara perdana diperkenalkan pada Januari 1945, tujuh bulan sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia.

    Isinya tentu sebagian dari kita sudah tahu, yaitu mengenai penyampaian rasa terima kasih yang besar, iklhas, dan luar biasa banyaknya atas karunia Tuhan dalam 'membantu' para pahlawan dalam memerdekakan Tanah Pusaka. Selain itu, rasa syukur juga disampaikan lagu ini untuk para pejuang dan seluruh tokoh yang bergerak bersama dalam berstrategi menyingkirkan penjajah.



    Berikut versi lengkap lirik lagu ini:

    Dari yakin ku teguh
    Hati Ikhlas ku penuh
    Akan Karunia mu
    Tanah air pusaka
    Indonesia tercinta
    Syukur aku sembahkan
    Kehadiratmu,
    Tuhan

    Dari yakin ku teguh
    Cinta ikhlas ku penuh
    Akan jasa usaha
    Pahlawan ku yang baka
    Indonesia merdeka
    Syukur aku hunjukkan
    Ke bawah duli,
    Tuan

    Dari yakin ku teguh
    Bakti ikhlas ku penuh
    Akan asas rukun mu
    Pandu bangsa yang nyata
    Indonesia Merdeka
    Syukur aku hunjukkan
    Ke hadapan mu,
    Tuan


    10. Maju Tak Gentar

    Lagu heroik ni diciptakan oleh Cornel Simanjuntak. Awalnya, ia berjudul 'Maju Putera Puteri Indonesia', namun untuk mendukung Revolusi Indonesia pada tahun 1945, akhirnya liriknya pun diubah seperti yang sekarang kita kenal. Meski dulu mars ini digunakan sebagai salah satu media propaganda Jepang, namun menurut berbagai sumber, setelah judul dan liriknya diganti, ia kemudian jadi tersohor khususnya di kalangan Tentara Pelajar Yogyakarta karena dirasa mampu membakar semangat para pejuang di medan pertempuran.





    11. Hari Merdeka

    Tak asing bagi seluruh rakyat Indonesia, lagu ini ditulis oleh Husein Mutahar untuk mempertingati hari kemerdekaan Republik Indonesia setelah pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno pada tahun 1945. Lagu patriotis yang penuh dengan ungkapan rasa terima kasih dan ikrar bebasnya Indonesia dari masa-masa penjajahan berikut juga punya pesan khusus yaitu sebagai rakyat Indonesia, kita harus tetap setia dan sedia pasang badan kapan pun ancaman atas negeri ini datang mendera. Seperti pula judulnya, lagu ini jadi salah satu lagu paling wajib yang harus dinyanyikan saat upacata kemerdekaan di segala instansi, terutama pada Istana Kepresidenan.




    12. Andika Bhayangkari

    Lagu ciptaan Amir Pasaribu yang punya arti 'Pengawal Setia' ini pada dasarnya merupakan Mars Defile ABRI. Diperdengarkan menjelang detik-detik pembacaan teks proklamasi pada upacara 17 Agustus, lagu ini punya sejarah panjang di mana salah satunya terinspirasi dari perjuangan Patih Gadjah Mada dalam menyelamatkan Raja Jayanegara bersama 15 orang Andika Bhayangkari yang bertugas sebagai penjaga, pengayom, dan penentram keamanan penguasa yang punya sifat mengabdi. Lagu yang sarat akan unsur pengabdian dan kesetiaan penjaga terhadap yang dijaganya.




    13. Indonesia Raya

    Lagu ciptaan Wage Rudolf Soepratman ini diciptakan pertama kali pada 28 Oktober 1928 saat Kongres Pemuda II di Batavia atas tujuan untk mendukung gerakan Nasionalisme di seluruh Nusantara yang mendukung ide satu Indonesia yang sebelumnya ingin dipecah menjadi beberapa koloni. Sejak ditulis, lagu ini memang sudah disertai dengan kalimat 'lagu kebangsaan' yang ditaruh tepat di bawah Judul Indonesia Raya. Meski sempat dilarang oleh pemerintah Hinda Belanda dalam menyebut lagu itu 'lagu kebangsaan', namun para pemuda tetap menyanyikannya dengan lantang sampai di tahun 1945, lagu ini benar-benar jadi lagu kebangsaan Indonesia hingga saat ini.

    Menariknya lagi, lagu ini awalnya memang terdiri dari tiga jenis lirik (stanza). Namun atas kesepakatan bersama, akhirnya dipilihlah stanza pertama untuk mengiringi momen pengibaran Sang Saka Merah Putih saat upacara kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Mulai dari situ, secara resmi ditetapkan bahwa stanza pertamalah yang dijadikan lagu kebangsaan sampai saat ini. Mau dengar lagu ini dengan stanza lengkapnya? Berikut adalah versi aslinya.



    Sebenarnya masih banyak Lagu Nasional lain yang tentunya bersejarah dan dibuat dengan nada-nada indah dan lirik penuh makna. Namun setidaknya, tiga belas lagu ini wajib kamu tahu jika kamu bilang kamu benar-benar warga Indonesia asli. Jika kamu cinta Indonesia, maka kamu harus menghapal semua lagu ini di luar kepala, ya. Merdeka!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below