WOTY 2020: Generation Girl Lahir Untuk Perempuan & STEM


  • WOTY 2020: Generation Girl Lahir Untuk Perempuan & STEM
    Generation Girl Lahir Untuk Perempuan & STEM (Foto:Dok.Badas/Her World Indonesia)

    Sama-sama bekerja di dunia start up, buat Janice, Nadine dan Crystal mulai menyadari bahwa kurangnya pemimpin dan peran perempuan di dalam industri ini. Pada 2018, mereka pun menyamakan tujuan dan mulai membentuk Generation Girl sebagai yayasan bagi para perempuan yang ingin mengetahui mengenai Science, Technology, Education dan Math.

    “Seperti ajaib! Berawal dari membuat Winter Class pada 2018, kemudian setelahnya semakin berkembang,” jelas Nadine.




    (Baca Juga: WOTY 2020: Denica Flesch Kembangkan Bisnis Saat Pandemi)


    Mengambil STEM sebagai fokus utama bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri perempuan untuk berkontribusi dalam ranah ini, di mana sebagian besar dipenuhi oleh laki-laki. Sehingga untuk mendukung cita-cita mereka yang ingin bekerja di bidang ini diperlukan komunitas dan mentor. Lewat dua program yang diusung, Holiday Clubs untuk perempuan berusia 12-18 tahun Electives Class untuk 18 ke atas, mereka tak hanya mengajarnya cara menguasai coding sebagai hard skill, tapi juga soft skill di antaranya adalah communication, compassion dan confidence.

    Bermula hanya di Jakarta, di era pandemi seperti saat ini, Generation Girl justru mengepakkan sayap mereka lebih luas dalam mengajak perempuan muda dari berbagai wilayah di Indonesia untuk bergabung dan mengikuti workshop yang diberikan. Saat ini Generation Girl telah mengikuti lebih dari 16 ribu pengikut di sosial media mereka.


    (Baca Juga: WOTY 2020: Maurilla Imron Bagi Tips Siasati Food Waste)


    “Karena online, sekarang tidak hanya di Jakarta saja, ada juga yang dari Singapura, Aceh mereka bergabung. Jadi bagaimana cara kita memecahkan masalah dari penghalang yang besar,” ujar Janice.

    Di samping membantu para perempuan muda menguasai STEM Field, Generation Girl dibentuk sebagai pengembangan karakter untuk menjadi pemimpin di dunia, “Kami ingin mereka merasa diberdayakan untuk membuat pilihan bagi diri mereka sendiri!” tutup Crystal.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below