Hidup Ramah Lingkungan Bersama Garnier Green Beauty


  • Hidup Ramah Lingkungan Bersama Garnier Green Beauty
    Garnier berkomitmen untuk melakukan transformasi besar demi keberlanjutan lingkungan (Foto: DOK. Instagram/garnierusa)

    Sebagai salah satu brand skin care terbesar di Indonesia, Garnier berkomitmen untuk menerapkan produksi ramah lingkungan melalui program Garnier Green Beauty.

    Anak perusahaan L’Oreal ini juga mengajak para konsumennya untuk menjunjung tinggi gaya hidup yang sustainable dengan melakukan daur ulang dan memilih produk-produk keseharian yang ramah lingkungan.

    Seperti kata Joe Taslim, Brand Ambassador Garnier, pada virtual press conference hari Rabu (30/9/20) kemarin, “Sustainability tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, atau dari Garnier sendiri, tapi harus dari kita semua.”



    Menurut Dr. Ir. Novrizal Tahar IPM, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perilaku konsumen sangat mendorong bagaimana produsen merespon. Jadi, ketika konsumen semakin banyak yang mengerti mengenai pentingnya gaya hidup yang sustainable, semakin banyak produsen yang akan berusaha mengikuti gaya itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen.


    (Pembicara press conference Garnier Green Beauty: Manashi Guha (kiri atas), Melanie Masriel (tengah atas), Dr. Ir. Novrizal Tahar IPM (kanan atas), Dicky Wiratama (kiri bawah), Chelsea Islan (tengah bawah) dan Joe Taslim (kanan bawah). Foto: DOK. GARNIER).

    Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bumi ini semakin rusak. Pada tahun 2018, United Nation mengumumkan bahwa kita hanya memiliki waktu 12 tahun lagi untuk meminimalisirkan bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim atau climate change.

    Beberapa pencemaran lingkungan yang mendukung climate change yaitu polusi plastik dan polusi karbon dioksida. Maka itu, Garnier Green Beauty membuat 5 langkah penting untuk memerangi dua polusi itu dan mencapai sustainability.


    (Baca Juga: 'Wardah Beauty Fest' Ajak Perempuan Tetap Semangat Berkarya)


    1. Lebih banyak solidarity sourcing

    Solidarity sourcing adalah program yang memberdayakan komunitas lokal yang menghadapi tantangan sosial atau finansial. Pada tahun 2019, Garnier sudah dapat memberdayakan 670 komunitas dari seluruh dunia. Sekarang, perusahaan ini memiliki target untuk dapat memberdayakan 800 komunitas di tahun 2025 nanti.


    2. Lebih banyak formula ramah lingkungan

    Selain memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan berasal dari sumber yang berkelanjutan, Garnier juga berkomitmen untuk mengembangkan formula baru yang berasal dari 98% bahan alami dan organik bersertifikat Ecocert. Harapannya, pada tahun 2021, semua masker wajah dengan tisu akan dibuat dari bahan yang dapat terurai.


    3. Lebih banyak kemasan ramah lingkungan

    Dalam hal penggunaan plastik, Garnier termasuk salah satu perusahaan yang berhasil mengurangi sampah plastik secara signifikan semenjak tahun 2019 dengan meniadakan selofan (lembaran plastik transparan). Melaui inisiatif ini, 32 ton pemakaian plastik baru dapat tercegah. Namun, target yang diinginkan adalah menghemat 402 ton di tahun 2020, dan pada akhirnya dapat sepenuhnya tidak menggunakan plastik di 2025.


    4. Lebih banyak renewable energy

    Walaupun Garnier sudah berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 84% dari 2005 ke 2019, perusahaan ini berencana untuk menjadi karbon netral di tahun 2021. Untuk mencapai hal tersebut, pabrik-pabrik Garnier akan memiliki desain bangunan dengan insulasi yang baik, menggunakan teknologi hemat energi dan juga mencari sumber energi terbarukan secara lokal.


    (Baca Juga: 6 Cara Mencuci Muka yang Baik dan Benar)


    5. Lebih banyak aksi memerangi polusi plastik

    Karena plastik adalah salah satu musuh terbesar lingkungan saat ini, Garnier mengambil langkah ekstra dalam memerangi masalah tersebut. Perusahaan kosmetik ini bekerja sama dengan eRecycle, aplikasi berbasis digital teknologi, untuk penjemputan sampah terpilah. Hanya dengan menggunakan smartphone, setiap orang dapat meminta penjemputan sampah yang mereka kumpulkan untuk di daur ulang.

    Selain itu, Garnier juga bekerjasama dengan pabrik-pabrik daur ulang agar sampah-sampah yang telah dikumpulkan oleh eRecycle dapat dijadikan produk mebel rumah tangga, reusable packaging, dan eco bricks. 

    Setelah melihat langkah-langkah dalam mengurangi polusi yang dilakukan oleh Garnier, apakah kamu siap untuk memulai perubahan?


    (Penulis: Regina Yohana)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below