Memperkenalkan 'Sustainable Fashion' Ke Desainer Muda


  • Memperkenalkan 'Sustainable Fashion' Ke Desainer Muda
    Tatang - Dosen Textile Management, Patrick Owen, Patrice Desilles - Academic Program Manager -ESMOD, Patrick S. - MD EASE, Winston A. Mulyadi - Lenzing (Foto: Dok. burson cohn & wolfe)


    Lenzing, produsen serat alami asal Austria, menjalankan inisiatifnya untuk mempromosikan industri mode yang berkelanjutan di Indonesia. Lenzing bersama label EASE dan perancang busana ternama Tanah Air, Patrick Owen, menyelenggarakan seminar serta diskusi bertajuk '#MakeItFeelRight through Sustainable Fashion'. 

    Melalui aktivitas ini, para calon desainer muda diberikan edukasi lebih agar memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai bahan tekstil yang alami, serta memperkaya pengetahuan untuk dapat menjalankan bisnis mode yang bertanggung jawab. 



    (Baca juga artikel: Menerawang Batik Jawa Barat Lewat Koleksi 10 Desainer)

    Bagi Lenzing, sustainability (keberlanjutan) merupakan upaya yang berkesinambungan dalam menyeimbangkan tiga elemen yang terdiri dari people, planet, dan profit. Sustainability juga berfungsi sebagai motor pertumbuhan bagi bisnis dan bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan dan isu sosial di masyarakat. 

    Lenzing mendefinisikan sustainability menjadi strategi yang disebut 'Naturally Positive', dan berfokus pada empat pilar utama: keamanan dan ketersediaan bahan baku kayu, pengelolaan air, dekarbonisasi, dan inovasi yang berkelanjutan. 



    Secara global, Lenzing memberikan banyak dukungan untuk inisiatif yang sejalan dengan misinya, seperti Konferensi UNFCC di Katowice, Polandia (COP24) dan Fashion Industry Charter for Climate Action. 

    Melalui Fashion Industry Charter tersebut, Lenzing berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 30 persen pada tahun 2030, dan mendukung teknologi REFIBRA™, model bisnis sirkular yang memanfaatkan sisa kapas sebagai bahan baku untuk serat baru.

    (Baca juga artikel: Pertemuan Timur dan Barat di Koleksi Terbaru Adrian Gan)

    “Industri mode di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memimpin terwujudnya sustainable fashion. Melalui portofolio serat dari Lenzing, kami memiliki misi untukmenjadikanindustri tekstil dan nonwoven lebih ramah lingkungan dengan memperluas kolaborasi bersamapara mitra bisnis dan memberikan dukungan penuh bagi talenta-talenta mode di Indonesia untuk menjadi perancang busana yan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkap Commercial Head Lenzing SEA, Winston A. Mulyadi.

    Awal tahun ini, sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan sustainable fashion, Lenzing memberikan dukungannya untuk koleksi sustainable fashion dari Merdi Sihombing untuk ajang Independent London Fashion Week Designer (ILFWDA). 



    Produsen serat alami ini juga berkolaborasi dengan EASE, label pakaian lokal yang mendukung mode ramah lingkungan dengan menggunakan serat TENCEL™. 

    Bersama-sama dengan EASE, Lenzing telah mengadakan pameran mode dan kompetisi desain di Indonesia, yang mengajak para desainer muda untuk berpartisipasi dalam menciptakan koleksi sustainable fashion di Indonesia.

    “EASE memiliki misi untuk menjadi trend-setter dan pemimpin dalam sustainable fashion di Indonesia. Menggunakan serat TENCEL™ sebagai bahan baku utama sangat membantu kami untuk mempromosikan tren baru ini dan mewujudkan cita-cita dari EASE. Kami ingin konsumen memiliki pemahaman yang tepat tentang apa yang mereka kenakan dan merasa bangga pada saat memakainya,” ujar Managing Director EASE, Patrick Soetanto.




 
Advertisement - Continue Reading Below