5 Faktor Penyebab Gigi Sensitif


  • 5 Faktor Penyebab Gigi Sensitif
    Meisya Siregar, drg. Ratu Mirah Afifah, drg. Andy Wirahadikusuma (Foto: Dok. Unilever Indonesia)


    Gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin merupakan kondisi klinis umum yang umumnya dikaitkan dengan permukaan dentin yang terbuka. Hal ini paling sering disebabkan oleh hilangnya lapisan email yang meluas ke dentin. Gigi sensitif kebanyakan mempengaruhi individu pada usia 20-40 tahun dan menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya.

    Gaya hidup urban yang serba instan dan padat juga memiliki dampak yang mampu mempengaruhi timbulnya gigi sensitif. Tidak hanya kopi hitam maupun es krim, pola makan sehat seperti infused water dan konsumsi jus buah-buahan yang tinggi kadar asamnya juga mampu mengakibatkan gigi sensitif. Terlebih lagi tren generasi muda saat ini yang selalu ingin tampil sempurna dengan melakukan perawatan gigi kosmetik, seperti bleaching dan veneer yang kini sangat diminati.



    (Baca juga artikel: 10 Cara Menjaga Kesehatan Gigi)

    Menurut survey yang dilakukan oleh Unilever melalui badan riset independen IPSOS pada tahun 2018 memperlihatkan bahwa satu dari lima penduduk di Indonesia atau 19% dari total populasi mengalami keluhan gigi sensitif. Penderita gigi sensitif tersebut dibagi menjadi dua kategori: penderita ringan (13%) dan penderita berat (6%).

    Dari total penderita tersebut, 93% dari total penderita tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi keluhan gigi sensitifnya. Survey juga menunjukkan bahwa penderita gigi sensitif juga menderita penyakit gusi, ulcers pada mulut, gigi goyang dan erosi email pada gigi.

    Apabila kamu seringkali merasakan ngilu pada gigi saat mengonsumsi makanan dingin dan asam, dapat diasumsikan bahwa kamu mengalami keluhan gigi sensitif.

    Ada beberapa penyebab gigi sensitif, berikut diantaranya: 

    1. Resesi gusi yang terjadi karena adanya infeksi gusi atau gingivitis.

    2. Abrasi gigi akibat cara menyikat gigi yang salah menyebabkan dentin terbuka dan gigi mudah ngilu.

    3. Treatment gigi seperti scaling (pembersihan karang gigi), atau bleaching dan veneer menyebabkan gigi ngilu.

    4. Erosi gigi akibat makanan dan minuman yang mengandung kadar asam tinggi atau berkarbonasi menyebabkan rangsangan ke dentin yang terbuka, sehingga menyebabkan rasa ngilu.

    5. Keluhan gigi sensitif dan gingivitis umumnya rentan untuk diderita oleh wanita yang sedang dalam masa kehamilan.

    (Baca juga artikel: Cara Meningkatkan Kesehatan Gigi dan Mulut)

    Keluhan gigi sensitif umumnya dapat dihindari apabila kamu melakukan perawatan dan pemeliharaan gigi yang efektif dan dapat dikurangi dengan penggunaan pasta gigi sensitif secara tepat dan rutin. 

    Dalam rangka menggalakkan edukasi mengenai gigi sensitif, Pepsodent kembali mengadakan 'Dental Expert Forum' pada Senin (8/4). Kegiatan edukasi bagi para ahli se-Indonesia yang telah berlangsung rutin sejak tahun 2013 ini umumnya mengangkat tema terkini yang berbeda-beda dan pada forum sebelumnya.

    Para dokter yang hadir kali ini memaparkan presentasinya dengan mengangkat tema “Smile Revolution”. Mereka adalah drg. Astrid Khatalia, Sp. Pros, drg. Bernard O. Iskandar, Sp.KG, FICCDE, FICD dan drg. Griya Ridha Raharja bersama dengan Tim Griya Dental Care.

    Bertepatan dengan forum tersebut, Pepsodent juga memperkenalkan kembali produk pasta gigi khusus gigi sensitif yang kini dikenal dengan nama baru, 'Sensitive Expert by Pepsodent'. Melalui teknologi dan formula yang dimiliki, pasta gigi ini mampu meredakan rasa ngilu pada gigi sensitif dalam waktu 30 detik dan mencegah untuk rasa tersebut datang kembali.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below