Kolaborasi Tulola Dengan 3 Artis Ternama Indonesia


  • Kolaborasi Tulola Dengan 3 Artis Ternama Indonesia
    Tulola berkolaborasi dengan Andien Aisyah, Eva Celia, dan Reza Rahadian. (Foto: Dok. Herworld Indonesia)


    Label perhiasan asli Indonesia, Tulola, kembali menghadirkan koleksi menawan karya kolaborasinya dengan tiga artis ternama Indonesia, yaitu Reza Rahadian, Andien Aisyah, dan Eva Celia.

    Setiap produknya terinspirasi dari masing-masing karakter sang bintang. Reza Rahadian yang begitu hangat dan mudah beradaptasi dengan keragaman Indonesia. Ia mampu mere?eksikan lewat profesi yang ditekuni sebagai aktor. 



    (Baca juga artikel: 'Mataguru', Koleksi Unik Iwan Tirta Private Collection)

    Ada juga Andien Aisyah yang sebagai wanita telah bermetamorfosis menjadi seorang ibu. Kedalaman pengalamannya tetap menjadikan diri yang ?eksibel dan maju seiring jaman. 

    Terkahir adalah Eva Celia yang merupakan sosok yang memilih musik sebagai ekspresi dalam berkesenian yang dalam tetapi dapat diterjemahkan sesuai usianya yang masih muda.

    Koleksi yang nama-namanya mereka lahirkan ini akan secara khusus dibuat dan diluncurkan dalam jumlah terbatas, yaitu 'Suku Umbu' oleh Reza Rahadian, 'Rekah' oleh Andien Aisyah, dan 'Cerita Dalam Nada' oleh Eva Celia.



    Koleksi ini ditampilkan dalam bersama instalasi media bambu yang dibuat oleh Joko Avianto pada 23 dan 24 November 2019 di The Dharmawangsa Hotel Jakarta.

    Terinspirasi dari motif tradisional Cirebon yakni Megamendung, instalasi ini menampilkan kreasi bambu menjadi sebuah objek tiga dimensional dan lebih meruang, seperti sebuah doa dibungkus dengan balutan anyaman ide yang mengalir dan tidak terputus. 

    Pada bentuk Megamendung terdapat garis melengkung yang mengalir secara teratur dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) menunjukkan gerak yang harmonis dan berirama. 

    Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu dinamis (naik dan turun) kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar/menjalani kehidupan baik sisi sosial dan konsep agama) dan pada akhirnya membawa dirinya memasuki dunia baru menuju kembali kedalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik dan turun) pada akhirnya kembali ke asalnya dan tidak terputus.

    Sebagai perupa, Joko mencoba memaknai ulang ide Megamendung seperti sebuah tempat yang bisa dikendarai dan bisa memuat sesuatu dengan tanpa batas. 

    Dia berada dan bergerak di langit ruang ide dan makna yang sangat luas dan tak terbatas pula. Inilah gambaran ruang transidensi menurut sang perupa, sebuah kendaraan atau bilik ratapan atau kabin akhir pekan tempat pelarian dari rutinitas yang membawa seluruh ide, pesan-pesan.



    Karya Tulola sendiri lahir dari kekayaan Indonesia, baik itu alam, lagu, sejarah, sosial dan sastra. Desain Tulola terinspirasi dari kekayaan motif komunal yang dipadukan dengan motif baru dari macam ragam bentuk desain masa lampau juga yang diinovasikan.

    Nusantara lahir dari perbedaan dan keberagaman yang menjadi satu kesatuan karena perasaan yang sama. Alasan ini masih relevan dengan keadaan sekarang, karenanya merayakan Nusantara dalam sudut pandang kami terhadap generasi masa kini amatlah penting.

    (Baca juga artikel: Mengintip Inspirasi Busana Batik 2020 Dari Bateeq)

    Tulola juga mengajak para 'Kawan Nusantara' yang sama-sama memiliki cita-cita serupa untuk merayakan Nusantara di ekshibisi ini. Mereka adalah para brand yang turut menghadirkan produk dari kearifan lokal atau menghargai warisan leluhur namun diinovasikan sesuai jamannya.

    Beberapa label karya anak bangsa yang bergabung berangkat dari industri lifestyle, yaitu adalah Seven Sages, Svas Living, Pubumesu, Iyonono, Jenggala, Utama Spice, Lof, Tobo by Du’Anyam, Sukka Chitta, Marista Santividya. Setiap brand menciptakan dua produk yang diciptakan khusus.



    Iskandar K. Loedin yang mumpuni sebagai pimpinan artistik turut serta merayakan Nusantara di acara ini. Khusus untuk acara pembukaan, persembahan gerak dan musik berkolaborasi dengan Dira sugandi, akan hadir di bawah arahan sutradara Wawan Sofwan.