5 Sosok Perempuan Disabilitas yang Menginspirasi


  • 5 Sosok Perempuan Disabilitas yang Menginspirasi
    Deretan penyandang disabilitas yang menginspirasi. (Foto:Dok/ILO)


    Sejak dicetuskan oleh Majelis Umum PBB 47/3 pada tahun 1992, 'Hari Disabilitas Internasional' terus diperingati setiap tanggal 3 Desember. Tak sekedar perayaan, momen ini juga bertujuan untuk menyuarakan kesetaraan, hak-hak dan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas di dunia.

    Mengusung tema berbeda tiap tahunnya, diperayaannya kali ini berfokus pada mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka dalam mengambil tindakan pada agenda pembangunan 2030. Bahkan, Indonesia salah satu negara yang tengah mempersiapkan strategi untuk mewujudkannya 'Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul'.



    (Baca Juga: Panduan Lengkap dan Harga Tiket Asian Para Games 2018)


    Dengan adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, pemerintah kini mewajibkan setiap perusahaan memiliki tenaga kerja penyandang disabilitas satu hingga dua persen, baik badan usaha milik pemerintah atau pun swasta. Beberapa diantaranya juga telah berkecimpung di dunia politik hingga wirausaha.

    Salah satunya adalah Angkie Yudistia yang diumumkan menjadi staf khusus presiden beberapa waktu lalu. Kemudian ada Putri Santoso yang membuat kedai kopi untuk memberikan lapak pekerjaan para disabilitas di tuli di Indonesia. Dan dari banyaknya perempuan-perempuan disabilitas di Indonesia, berikut di antaranya yang menginspirasi:

    (Baca Juga: Highlight Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018)


    1. Angkie Yudistia


    Angkie Yudistia adalah seorang disabilitas tuna rungu yang terpilih menjadi salah satu staf khusus presiden tahun ini. Diusianya yang masih 32 tahun, Angkie telah menorehkan banyak prestasi salah satunya menjadi finalis Abang None Jakarta, serta mendirikan Thisable Enterprise sebagai wadah pemberdayaan para difabel untuk mendapatkan pekerjaan.


    2. Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso


    Sulitnya mendapatkan pekerjaan karena tidak bisa mendengar membuat Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso memulai usahanya yang bergerak di bidang kopi. Bersama dua orang sahabatnya Tri Erwinsyah Putra dan Mohammad Adhika, perempuan berusia 28 tahun ini berniat untuk memberdayakan teman-teman disabilitas khususnya tuli.

    “(Tujuan mendirikan Kopi Tuli) untuk menjembatani komunikasi bahasa isyarat dan memberdayakan teman-teman, khususnya tuli,” ujarnya saat dihubungi herworld Indonesia di Jakarta, baru-baru ini. 

     

    3. Laninka Siamiyono


    Akibat penyakit auto-imun yang dideritanya, membuat Laninka Siamiyono menggunakan kursi roda untuk berjalan. Menjadi seorang tuna daksa tak membuatnya kehilangan percaya diri untuk tampil dan maju, sehingga dirinya berhasil menjadi seorang beauty vlogger yang banyak dikenal. Bahkan dipertengahan tahun 2018, dirinya membuat sebuah gerakan 'Lipstick For Difabel' yang menarik perhatian beberapa brand kosmetik internasional untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan lipstik untuk teman-teman disabilitas.

    (Baca Juga: Pesona Indonesia di 'New Safety Video' Garuda Indonesia)


    4. Namira Zania


    Namira Zania menjadi salah satu penyandang disabilitas down syndrome yang menginspirasi. Diusianya yang masih belia, yaitu 21 tahun, dirinya telah menggeluti dunia hiburan seperti modeling dan penari. Bahkan, dirinya pernah mejadi salah satu pelatih untuk Asian Youth Theater Festival dan menjadi penari di ajang internasional Asian Para Games tahun lalu. DI tahun 2019 ini, dirinya menjadi salah satu model di ajang fesyen ternama, yakni Jakarta Fashion Week 2020, membawakan koleksi baju dari Cotton Ink.


    5. Suparni Yati

    (Suparni Yati. Fto: Dok.istimewa/Breakingnews)


    Salah satu penyandang tuna grahita, Suparni Yati menjadi salah satu atlet tolak peluru yang berhasil meraih medali emas di ajang Asian Para Games tahun lalu. Dirinya mencetak rekor dengan 10,75 meter.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below