Apresiasi 'Women Of The Year 2019' Herworld Indonesia


  • Apresiasi 'Women Of The Year 2019' Herworld Indonesia
    Para perempuan inspiratif 'Women of The Year 2019'(Foto:Dok.Hary Subastian/MRA Media)


    Tahun ini, her world Indonesia kembali memberikan apresiasi bagi 10 perempuan inspiratif yang berani mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Dengan beragam latar belakang, mereka membuktikan bahwa kaum hawa juga punya kesempatan untuk memajukan bangsa. 

    Dari mulai membuka peluang kesempatan kerja bagi disabilitas, hingga menjadi perempuan pertama dari Indonesia yang menjelajah tujuh benua lewat sky-diving, 10 perempuan penerima WOTY tersebut berasal dari berbagai bidang, seperti pendidikan, seni, kesehatan, aktivis, olahraga, dan teknologi. Proses pemilihan mereka sendiri pun melalui seleksi yang dilakukan her world bersama UOB Indonesia.  



    “Setiap tahun, herworld Indonesia selalu memilih sosok inspiratif ‘Women of the Year’, dan tahun ini spesial, karena kita mendapatkan 10 orang yang kiprahnya patut mendapat perhatian lebih,” ujar Shantica Warman, Editor-in-Chief herworld Indonesia dalam sambutannya, di malam penghargaan Women of the Year 2019 di Golden Ballroom The Sultan Jakarta, Selasa (22/10). 

    Adapun 10 sosok terpilih ‘Women of the Year 2019’ tersebut, yakni founder qerja.com, Veronika Linardi, komikus Alti Firmansyah, founder & creative director 'Sejauh Mata Memandang' Chitra Subyakto, penggerak literasi Nury Sybli, founder 'Indonesian Tempe Movement' Wida Winarno, content creator Andra Alodita, atlet & instruktur sky-diving Naila Novaranti, visual artist Hana Madness, aktris & penggerak perubahan Hannah Al Rashid, dan co-founder & Chief Technology Officer kerjabilitas.com Tety Sianipar.  

    (Baca Juga: 10 Sosok 'Women Of The Year 2019' HerWorld Indonesia)



    (Ibu Fery Farhati Ganis dan Shantica Warman.Foto:Dok.Hary Subastian/MRA Media)


    Malam penghargaan Women of the Year 2019 dipandu Cisca Becker sebagai MC, serta diiringi permainan musik oleh Street Violints Project, dan penampilan khusus dari Andien. 

    Turut hadir dan memberikan sambutan Fery Farhati, istri dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terkait program terbarunya, 'Ibu Ibukota Awards' yang akan dilangsungkan pada Desember 2019 mendatang. Program ini mengungkap profil ibu-ibu berprestasi di pelosok Jakarta yang dinominasikan oleh lingkungannya, melalui program PKK, Dekranasda DKI, Yayasan Kanker Indonesia DKI, dan Dharma Wanita DKI.

    “Apresiasi saya sampaikan kepada majalah Her World yang telah secara konsisten melaksanakan ajang penghargaan setiap tahun. Acara ini menjadi wadah bagi kita bahwa ada perempuan-perempuan inspiratif yang telah bergerak membuat perubahan untuk sesama dan lingkungannya. Women of the Year juga sejalan dengan apa yang kami kerjakan, di ‘Ibu Ibukota Awards’ yakni rasa kepedulian,” ujarnya.

    (Baca Juga: 'Women of The Year 2019': Sesi Berbagi Kisah Inspiratif)



    (Andien tampil dalam gelaran Women of The Year 2019.Foto:Dok.Hary Subastian/MRA Media)


    Tak Henti Menginspirasi 

    Setiap penerima WOTY 2019 punya kisah inspiratif yang tak hanya meraih sukses untuk dirinya sendiri tapi juga menunjukkan kepedulian pada lingkungan sekitarnya. 

    Diantara kisah itu, Hana Madness adalah salah satu diantaranya. Divonis memiliki gangguan mental Bipolar tipe 1 pada tahun 2013 dan sempat dianggap mengidap Schizophrenia di masa awal kuliah, nyatanya tak membuat perempuan bernama asli Hana Alfikih ini tenggelam pada stigma. Ia justru berhasil menghantam dan meruntuhkan semua tuduhan ‘gila’ yang pernah dilayangkan pada dirinya bahkan dari keluarganya sendiri.

    "Segala fluktuasi emosi tersebut hampir jarang terjadi sejak rajin menumpahkan energi pada karya. Selain punya caregiver yang juga selalu mengerti dan mau mendengar semua kegelisahan, kepercayaan dan apresiasi orang lama-lama kian meningkatkan rasa percaya diri dan malah ingin melakukan banyak hal untuk orang lain. Di sini, akhirnya saya mengerti bahwa seni-lah yang menyelamatkan saya,” kisahnya.


    (Hana Madness, salah satu Women of the Year 2019. Foto: Dok/herworldIndonesia) 


    Oleh sebab itu, beberapa bulan yang lalu ia diundang ke Liverpool, Inggris, untuk berkolaborasi dengan institusi yang berfokus pada penanganan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang dan untuk melakukan pameran di kota St. Helens, Liverpool, selama satu bulan penuh dalam Take Over Festival di mana salah satu isunya adalah kesehatan jiwa.

    (Baca Juga: 'Women of The Year 2019': Sesi Berbagi Kisah Inspiratif)

    “Di sini aku ingin hadir sebagai seorang penyintas yang coba membuka perspektif masyarakat dan membuang anggapan bahwa gangguan jiwa itu menakutkan, kelam, dan superstressful! That’s why, karya saya selalu penuh narasi dan warna sehingga jauh dari kesan depresif. Bahwa pemilik kesehatan jiwa juga harus punya hidup dan masa depan yang ceria, optimis, dan positif," ujarnya. 

    Rangkaian acara WOTY 2019 

    Sebelumnya, gelaran malam penghargaan WOTY 2019 diisi dengan Coaching Clinic bertajuk ’'Discover Your True Beauty Workshop' bersama Helena Abidin, direktur The Golden Space Indonesia. 

    Untuk tahun ini, penganugerahan Women of the Year 2019 turut didukung oleh sejumlah pihak, di antaranya UOB Lady’s Card, dan Sulwhasoo, serta Plataran Indonesia, Swissbell Dago Bandung, Hotel Indigo Seminyak, Belmond Bali, Melia Purosani Yogyakarta, Adelle Jewellry, Ivan Gunawan Cosmetic, Beko, Du’anyam, dan Ciputra Hotel Surabaya.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below