7 Corak Batik khas Indonesia yang Mencuri Perhatian


  • 7 Corak Batik khas Indonesia yang Mencuri Perhatian
    Berbagai corak batik yang menarik perhatian. (Foto;Dok/berbagai sumber)


    Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober menjadi momen untuk melihat dan mengenali batik lebih dalam. Seperti diketahui, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki motif dan atau corak batiknya sendiri. Masing-masing unik, dan juga menarik karena cerita di baliknya.

    Dari beberapa corak batik tersebut, ada yang mencuri perhatin dan meraih popularitas. Diantaranya, dari mulai corak Keraton, Pringgondani hingga Parang Rusak. Ada pula flora dan fauna yang mengeksplorasi warna-warna sogan dan cerah. 



    Dari banyaknya corak batik daerah tersebut, berikut tujuh di antaranya yang memukau dan menarik perhatian:

    (Baca Juga: 5 Cara Buat Merayakan 'Hari Batik Nasional')


    1. Motif Batik Sekar Jagad


    (Motif batik Sekar Jagad.Foto:Dok/Batik.or.id)

    Corak batik ini berasal dari kota Yogyakarta. Melihat sekilas dari motifnya, seolah menggambarkan pulau-pulau yang tersebar di peta dunia. Sehingga batik yang satu ini memiliki arti keanekaragaman di seluruh dunia,


    2. Motif Batik Keraton


    (Motif batik keraton.Foto:Dok/life-style.cepamagz)

    Di zaman dulu, batik keraton jadi salah satu motif batik yang hanya bisa digunakan oleh para keluarga kerajaan. Namun, seiring perkembangan zaman, batik ini mulai digunakan oleh banyak orang dan mengandung nilai kehidupan.

    (Baca Juga: Eksplorasi Busana Batik dan Kebaya Dari Alleira Batik)


    3. Motif Batik Semen


    (Motif batik semen.Foto:Dok/Latarbiru)

    Motif Batik Semen memiliki lebih dari 10 jenis. Di antaranya adalah Semen Gurdo, Semen Candra, Semen Kukila, Semen Naga Raja dan lainnya. Batik yang satu ini biasanya mengambil suasana alam yang asri, seperti hewan dan juga pegunungan. Sementara untuk maknanya, motif semen merupakan gambaran dari kehidupan dunia yang tak pelak dari harapan dan kebaikan.


    4. Motif Batik Pringgondani


    (Motif batik Pringgondani.Foto:Dok/Infobatik)

    Motif ini biasanya dibuat dengan cara ditulis di atas kain yang luas. Namanya sendiri diambil dari daerah Gatotkaca dan sang anak Bimo/Werkudara tinggal dan menetap.

    Warna-warna yang dipilih pun merupakan rona gelap, seperti hitam, biru dan cokelat.


    5. Motif Parang Rusak


    (Motif Parang Rusak.Foto:Dok/Indonesianbatik.id)

    Batik Parang Rusak kerap kali ditemui diberbagai busana batik. Warna sogan dan warna-warna lainnya tampak cantik saat dikenakan. Motif yang satu ini memiliki makna yang erat dalam kehidupan, yakni melawan kejahatan dari dalam diri sendiri.

    (Baca Juga: 7 Label Batik Stylish untuk Hari Batik Nasional)


    6. Motif Batik Sido Luhur


    (Motif batik Sido Luhur.Foto:Dok/Pinterest)

    Mengandung makna harapan yang tinggi sehingga bisa berguna untuk semua orang. Berasal dari kota Yogyakarta, kain batik yang satu ini biasa digunakan bagi pengantin wanita di malam hari. 


    7. Motif Batik Cuwiri


    (Motif Batik Cuwiri.Foto:Dok.infobatik.id)

    Berasal dari Yogyakarta, Batik Cuwiri memiliki khas pada motifnya. Jika yang lain didominasi dengan motif yang besar, batik Cuwiri memiliki detail yang kecil-kecil. Warnanya yang beraneka ragam, batik ini biasanya digunakan untuk acara sukuran saat mengandung anak berusia 7 bulan.

    Dari semua motif batik di Indonesia, manakah yang jadi favoritmu?