Cerita Inspiratif 9 Wanita di Aksi 'SiapaBilangGakBisa'


  • Cerita Inspiratif 9 Wanita di Aksi 'SiapaBilangGakBisa'
    Sembilan wanita kuat mengungkap cerita dan pengalaman yang mereka alami dalam kampanye wanita kuat #SiapaBilangGakBisa. (Foto: Dok/Pantene)



    Beranjak dari temuan survei yang dilakukan beberapa waktu lalu, Pantene mengusung kampanye wanita kuat dengan tagar #SiapaBilangGakBisa. Sembilan perempuan, dari berbagai bidang, berbagi cerita di balik kisah yang dijalaninya. Di antara mereka ada Anggun, Raline Shah, Maudy Ayunda, Silvia Halim, Najwa Shihab, Agatha Suci, Angkie Yudistia, Ririn Ekawati, dan Sri Ranti. 

    Lewat surveinya, Pantene menemukan fakta bahwa 9 dari 10 wanita Indonesia merasa harus selalu memenuhi ekspektasi dari keluarga dan juga masyarakat yang memiliki harapan tertentu terhadap mereka.­ Seolah peran wanita sudah ditentukan sejak lahir, para wanita berupaya untuk tidak mengabaikan setiap ekspektasi tersebut agar segala sesuatunya tidak menjadi sebuah kesalahan dan masalah yang rumit. 



    Ketika mereka harus memilih antara melanjutkan pendidikan, memilih pekerjaan yang tepat atau menentukan waktu untuk menikah, di saat itulah mereka harus memutuskan untuk tujuan hidup mereka.

    (Baca juga: Anggun Tebar Inspirasi di 'Siapa Bilang Gak Bisa')

    Sebagian besar partisipan survei mengatakan, bahwa perjalanan mencapai tujuan hidup itu tidak pernah mudah. Mereka harus selalu mengatasi setiap rintangan yang terjadi karena mereka tahu itu semua akan membuat mereka lebih bijaksana, kuat dan percaya diri.

    Bagi 91% wanita Indonesia mengaku ingin memiliki keluarga dan menjajaki dunia karir di saat yang bersamaan, namun banyak kendala yang membuat mereka tidak dapat melakukan keduanya. Sekitar 48% di antaranya karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar, 38% merasa harus menyeimbangkan antara pekerjaan dan pendidikannya, sedangkan 28% lagi harus berjuang melawan ekspektasi dan kritikan sosial dari masyarakat.


    (Berbagi cerita dan inspirasi di balik kampanye #SiapaBilangGakBisa. Foto: Dok/Pantene)

    “Sebagian besar wanita Indonesia ingin mengejar lebih dari sekedar jalan yang mereka harapkan, karena mereka percaya itu semua dapat membawa kebaikan yang lebih besar untuk dirinya sendiri dan juga orang lain. Untuk itu kami ingin menunjukkan bahwa wanita Indonesia dapat menjadi wanita di luar ekspektasi melalui cerita para wanita kuat yang diangkat oleh Pantene dan semoga cerita para wanita kuat ini menginspirasi lebih banyak wanita di Indonesia,” ujar Ovidia Nomia, Senior Communications Manager P&G Indonesia, dari pernyataan yang diterima redaksi her world Indonesia, baru-baru ini.

    (Baca juga: 4 Hal yang Membuat Wanita Terlihat Kuat Menurut JFlow) 

    Dalam hidup akan selalu ada dua sisi yang saling bertolak belakang, namun setiap wanita berhak memilih bahkan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi seseorang yang melampaui ekpektasi tersebut. Terutama bagi setiap wanita Indonesia yang berani mengejar cita-citanya dan tetap bertanggung jawab atas apa yang telah menjadi jalan hidup mereka #SiapaBilangGakBisa. 

    Berikut sembilan cerita menginspirasi dari wanita kuat di balik kampanye #SiapaBilangGakBisa: 

                                                                                                                                                                  

    1. Anggun - Penyanyi dan Penulis Lagu Internasional

    Sebagai wanita dan orang Jawa, saya terbiasa dengan arti kata “nrimo”. Semenjak kecil saya dengar dan pahami arti kata itu. Setelah dewasa baru saya sadari bahwa saya nggak harus setuju dengan pola pemikiran tersebut. Saya pikir dalam hidup kita harus punya mimpi, dan kalau punya mimpi jangan kembali ke tempat tidur tapi bangun dan jelmakan mimpi itu. Saya bekerja keras, belajar menutup telinga dari komentar-komentar orang yang negatif dan juga menolak “nrimo”.

    Masyarakat menghakimi posisi ibu seakan-akan takdir wanita hanya di rumah saja untuk urus anak dan suami. Ada saja yang mencibir seperti “OK lah jadi wanita karier, tapi kerja melulu kapan bisa urus anaknya?” Ketika banyak orang meremehkan keinginan saya berkarier dalam skala internasional, saya membuktikannya dengan meninggalkan Indonesia dan 20 tahun kemudian, saya mempunyai 8 album internasional dan fans di seluruh dunia. Semua nggak mudah, tapi saya lakukan dengan sepenuh hati. Sebagai seorang ibu yang bekerja, saya tahu berapa beratnya meninggalkan anak. Rasa bersalah selalu dirasakan oleh para ibu pekerja.

    Namun, saya belajar bahwa kejujuran dan komunikasi adalah yang utama, juga kualitas waktu yang sangat penting dari kuantitas. Anak saya, Kirana adalah prioritas nomor 1, di hati dan di kepala saya. Saya selalu bilang : “Kirana, cinta Mama ke kamu nggak berbatas dan nggak bisa berhenti!” Tapi saya juga memberi tahu dia bahwa sebelum menjadi ibunya, identitas saya adalah seorang wanita yang punya pekerjaan dan cita-cita. Identitas ini tidak akan saya hilangkan untuk menjadi ibunya saja tetapi malah saya tambah. Saya bisa jadi Momstar dan Rockstar.

    Anak saya pun senang mempunyai ibu yang berprofesi keren menurutnya. Dia suka lagu-lagu saya, hadir di konser-konser saya, senang dan bangga melihat saya di TV dan majalah. Cinta dan kejujuran adalah kunci, dan kebahagiaan anak saya membuktikan bahwa saya bisa menjadi ibu dan wanita karier. Ini adalah momen saya menjadi wanita di luar ekspektasi. Saya yakin di luar sana masih banyak wanita yang memiliki cerita seperti saya. 


    2. Najwa Shihab - Jurnalis

    Di republik ini peristiwa silih berganti. Saling terkait figur, isu dan waktu dari hari ke hari. Bagi saya, setiap peristiwa bagaikan warna. Kerja jurnalis bukan semata mewarta tapi juga memberi makna pada warna. Bukan hanya melihat, tapi mengurai dan menuntaskan penggalian fakta. Sensitifitas dan empati yang tinggi dalam diri perempuan menjadi kekuatan untuk lebih jeli melihat yang tersembunyi. 

    Tetapi menguak fakta saja tidak cukup. Saya juga percaya publik makin cerdas, kritis dan menggunakan akal sehat. Demi menghormati publik, penting untuk tidak membiarkan jawaban tak masuk akal lewat tanpa ditantang. Bukan sekedar bertanya tetapi menguji pernyataan, menyandingkan dan mengukur citra dengan rekam jejak, hingga menyodorkan fakta yang saling bertubrukan. Kedalaman mata dan kecakapan kata yang bicara fakta. Mari saling berbagi kekuatan. Karena Perempuan Kuat itu menguatkan yang lain. 

    3. Raline Shah– Aktris

    Banyak yang nanya kapan kawin dan kesannya kasian aku masih single. Jujur aku bahagia single dan suatu hari bahagia dengan pendamping hidup. When I was 12 and I was asked about my dream wedding. I honestly never imagined a “dream wedding”... I knew what kind of man I wanted to be married to and the woman I wanted to be when I would be ready for it.

    Aku memulai karir jadi aktris di umur 27, 6 tahun yang lalu. Waktu aku baru mulai, banyak teman2 dan keluarga yang ragu dan khawatir bahwa aku tidak bisa memulai menjadi pekerja seni diumurku yang menghampiri 30. Wajar saja, karena memang tidak ada pekerja seni di keluargaku dan agak lambat untuk memulai karir baru.

    Biarpun begitu, aku tau aku ingin menentukan jalan hidupku dan yakin akan pilihan dan keinginanku. Sekarang di umur 33 di mana karirku telah membantu aku menjadi diri sendiri, menjadi mandiri dan bisa sedikit membantu orang lain. Aku bangga dan senang. Tapi tetap saja banyak yang nyinyir dan menghakimi status lajang di umur 30 tahun ke atas.

    Semua orang punya timeline sendiri untuk siap membina rumah tangga atau nikah dengan pasangannya. Menurutku, hanya karena kita belum siap menikah bukan itu yg patut jadi pusat perhatian. Kontribusi dalam hal2 lain seharusnya juga jadi pertimbangan. Masih banyak yang harus aku lakukan sebelum aku menjadi versi terbaik diriku sendiri dan melangkah untuk ingin menentukan pasangan hidup. Sehat secara fisik, mental dan spiritual membuat kita kuat dengan atau tanpa pasangan. Saya wanita, saya single, saya kuat, saya mandiri, dan saya bahagia! How about you? 


    4. Maudy Ayunda - Penyanyi, Aktris dan Penulis Lagu

    Mungkin nggak banyak yang tahu bahwa through my careers and achievements, I too struggled with the judgements and expectations that people had of me... Sebagian orang bilang “Kalo udah jadi artis, jadi artis aja gausah sekolah tinggi-tinggi, sayang karirnya”. Sebagian lagi menyayangkan keputusan berkarir di dunia entertainment karena mungkin menganggap bahwa mengambil jalan itu akan menyia-nyiakan pendidikanku. Yang mereka nggak tahu, this double life is tricky but sooo fulfilling for me. Learning is a hobby of mine, and this creative industry is one that has allowed me to have positive impact on my community. 

    Kadang sedih kalo masih ada yang suka mengkotak-kotakkan. We women should be able to define what we can do or what we want to do. Careers and life paths are ours to design and create. As long as I bring smiles to people’s faces, I’m happy. And I am proud to say #SiapaBilangGakBisa jadi wanita diluar ekspektasi. Kalau aku bisa, kalian pun pasti bisa. Aku mau denger dong cerita kalian menjadi wanita diluar ekspektasi: share it with me!


    5. Silvia Halim - Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta

    Saya katakan "Mengapa tidak!?" Sejak saya memilih dunia civil engineering, pertanyaan yang biasanya ditanyakan kepada saya adalah "kenapa mau? Apakah yakin bisa menekuni bidang ini?" Setelah selesai kuliah dan mulai bekerja, di mana saya memilih secara khusus manajemen proyek konstruksi, dikatakan kalau bidang pekerjaan itu tidak cocok untuk perempuan.

    Di tengah perjalanan karier (di singapura) saya pun pernah menghadapi situasi dan realita dimana rekan kerja laki-laki saya, yang seangkatan, lebih memiliki keuntungan di karirnya karena dia seorang laki-laki (dengan wajib militer yang dia jalani maka masa kerjanya dianggap lebih dan dapat dipromosi lebih dulu) - sehingga pada dasarnya saya harus bekerja lebih keras jika saya mau diperhitungkan sebanding dengan rekan kerja laki-laki saya tersebut. kondisi ini semakin membuat saya termotivasi untuk membuktikan bahwa mereka salah!

    Sejak awal, tidak pernah saya merasa bahwa dunia konstruksi adalah dunianya laki-laki dan saya sebagai perempuan tidak bisa menekuni bidang itu. Walaupun konstruksi adalah dunia yang didominasi oleh laki-laki, itu tidak seharusnya menjadi sebuah faktor yang memberatkan bagi saya dalam memutuskan untuk mencapai tujuan saya. Civil engineering adalah sebuah ilmu yang saya suka pelajari yang telah membawa saya kepada sebuah pekerjaan dimana saya bisa berkarya, saya bisa melayani serta membuat perbedaan bagi orang lain.... itu adalah passion saya! 

    Saya percaya bahwa kita perlu untuk berhenti mendefinisikan apa yang ‘seharusnya’ and ‘tidak seharusnya’ utk seorang perempuan; berhenti mengkotak2an dan membatasi diri kita. Mulailah jalani cita-cita kita and biarkan saudara-saudara (perempuan) kita untuk berkembang tanpa terhambat dengan Batasan-batasan itu. Sehingga kita dapat menjadi siapa pun yg kita inginkan dan menjadi diri kita yang terbaik!

    6. Angkie Yudistia - Pendiri Thisable Enterprise

    Sebagai seorang wanita, istri dan ibu. Dapat mendengar suara suami dan anakku adalah rindu yang terdalam, seiring berdamai dengan keterbatasanku, Aku pun memutuskan untuk menjadi wanita berdaya. Dianggap sebelah mata dan menerima pertanyaan demi pertanyaan yang kerap bernada sama "apa benar, disabilitas bisa bekerja?"

    Dahulu, aku sendiri belum mengetahui kemampuan dan kapasitas teman-teman disabilitas dalam bekerja. Ini bukan tentang aku. Tapi ini tentang banyak disabilitas diluar sana yang berjuang dalam kemandirian ekonomi. Bertahun-tahun aku mengakui bahwa program kemandirian ekonomi melalui Thisable Enterprise @thisable.id sempet gagal. Saat terpuruk itu, banyak orang khususnya disabilitas mulai menyindir bahwa programku adalah program PHP, gimana aku tidak meringis rasanya. Disaat aku gagal, aku butuh disupport, tapi justru aku di cap tidak layak. Tapi sekali lagi, ini bukan hanya tentang aku sendiri, ini tentang kesempatan bersama.

    Hingga akhirnya aku intropeksi dengan mengevaluasi, dibantu oleh beberapa mentor dan coach. Adapun Pertanyaan buat diri sendiri : apakah tetap berjalan atau usai sudah sampai disini? Sungguh aku gak rela, menyerah bukan diriku, aku harus mencari cara. Selalu ada jalan disaat kita membutuhkannya. Program kemandirian ekonomi saat ini telah bangkit berjalan, dengan talents lebih dari 1.000 disabilitas, 60% hasilnya kemampuan bekerja secara vocational, 40% nya mampu bekerja secara professional, yang belum lolos sedang dipersiapkan kelas untuk meningkatkan skill. Dan teman-teman pun mulai menggapai mimpinya satu persatu. aku bangga! Bangga dengan kerja keras, ketekunan, keinginan mereka untuk berdaya. Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu, mereka sendirilah yang membuktikan pertanyaan bahwa disabilitas bisa bekerja

    Spirit mereka yang membuatku untuk terus bertahan. Walaupun sebagai wanita disabilitas pendengaran, dengan segala keterbatasan dan tekanan, melalui wadah Thisable Enterprise ini semua dapat berkarya dan berdaya bersama. 

    7. Agatha Suci – Penyanyi

    Tertinggal, itu mungkin adalah kata yang tepat untuk kondisi kedua anak-anakku saat ini. Saat ini si sulung Kahlia beranjak dewasa sudah mau 8 tahun, si bungsu Arsa sudah 6 tahun, dua-duanya berkebutuhan khusus karena mempunyai masalah sensory jadi memerlukan perhatian lebih, sementara aku tetep harus berkarier demi mereka juga. Menjalani terapi demi terapi selama bertahun-tahun. Melelahkan? Sudah pasti. 

    Down? Berkali-kali? Sudah pasti.. Tapi kalau melihat perjuangan suami dan anak-anak, aku jadi semangaat lagi. Walau perjuangan ini tidak mudah dan tidak memiliki batas waktu, aku pasti terus maju. Jadi meski tertinggal bukan berarti saya putus asa justru dengan ketertinggalan kedua buah hati saya, membuat saya optimis akan masa depan mereka. Saya yakin semua wanita memiliki momen-momen dimana harus menjadi beyond expectations. Bagaimana denganmu? 

    8.Ririn Ekawati - Aktris

    Wanita itu ditakdirkan untuk hidup dengan memiliki pendamping? Buat aku itu adalah pilihan, tapi untuk menjadi janda dua kali, itu bukan pilihanku..gak pernah sedikitpun terbesit dalam pikiranku apalagi mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang janda.. hhhmm... untuk orang banyak ini hal yang gak biasa, tapi apa mau dikata..semua sudah jadi takdir yang tidak bisa aku request. Gak gampang ngejalaninnya, how to handle semuanya... saat ini tidak menikah lagi adalah salah satu pilihanku dan permintaan dari Jasmine anakku.

    okus terhadap anak-anak, keluarga, bekerja itu yang utama. Walaupun seorang diri membesarkan anak-anak aku yakin, Jasmine..terutama Cattleya.. akan tumbuh dengan baik karna banyak sayang dan cinta dariku. Arti dari kekuatan sorang wanita buatku berbeda saat ini, karena wanita kuat pasti mampu untuk bilang #SiapaBilangGakBisa. Bagaimana dengan kalian? Yuk ceritain momen-momen saat kalian mampu melampaui ekspektasi orang-orang sekitar! 

    9. Sri Ranti - Atlet

    Kadang mendengar banyak omongan orang mengenai kesulitan yang dialami setelah memutuskan berhijab, seperti tidak leluasa dalam beraktivitas, harus menjaga diri lebih baik dll, Hal ini kadang bikin kita terlalu berat untuk memilih berhijab. Sama kayak waktu aku dulu mutusin untuk berhijab, apalagi saat memilih profesi jadi atlet. Karena kan biasanya atlet itu identik dengan cewek tangguh, kuat dan cheerful. Sedangkan cewek berhijab, terkadang orang akan memandangnya sebagai sosok yang kalem dan pendiam. Tapi menurutku saat itu, kalem kan bukan berarti gak boleh ngelakuin apa-apa. Mengejar mimpi di lapangan aku lakukan terus sampai semampunya aku bertahan.

    Mimpi jadi juara ternyata bukan hal yang gak bisa kuraih. Sempat mengibarkan bendera Indonesia, adalah mimpiku dan hijab tetap jadi pribadiku. Untuk perempuan-perempuan di luar sana jangan pernah takut untuk jadi pribadi yang di luar ekpektasi karena aku yakin kita semua bisa! Yuk share cerita dan pengalaman kalian saat berhasil melampaui ekspektasi dan mengejar impian kalian! 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below