Review Film: 'Mortal Engines'


  • Review Film: 'Mortal Engines'
    Mortal Engines diangkat dari buku fantasi ilmiah dengan set masa depan. (Foto: Dok/UniversalPictures)


    Film 'Mortal Engines' menjanjikan lewat kisah petualangan sci-fi fantasi yang menambah deretan tren film serupa dalam beberapa waktu terakhir. Ditambah lagi dengan keberadaan nama besar Peter Jackson (Lord of the Rings) yang duduk sebagai produser, dan turut menulis skrip bersama Fran Walsh dan Philippa Boyens. 

    Diangkat dari buku seri yang ditulis Philip Reeve, 'Mortal Engines' terdiri dari empat cerita. Bagian pertamanya ini tampil cukup menghibur, dengan penggarapan yang menarik, hanya saja alur ceritanya ada yang sedikit membuat dahi berkerut. 



    Sekilas di sepanjang film akan mengingatkan pada adegan pesawat terbang canggih di film Star Wars, kendaraan bermesin besar yang bikin takjub di Mad Max, dan atau petualangan unik ala 'Valerian and the City of Thousands Planet'. 

    (Baca juga: Review Film: The Possession of Hannah Grace) 

    Film dibuka dengan narasi bahwa bumi sudah berubah ketika satu atau dua abad dari sekarang. Dunia telah didominasi mesin-mesin, bahkan orang-orang tak lagi tinggal di daratan. Salah satunya, adalah 'London', tank besar tinggi menjulang yang didiami banyak orang. London adalah predator yang memakan yang lemah atau kota mesin yang kecil darinya. 

    Suatu kali, Hester Shaw (Hera Hilmar) terhadang London. Bukannya menghindar ia justru masuk 'ditelan' hidup-hidup. Merangsek masuk dan menemukan kapten kapal Thaddeus Valentine (Hugo Weaving) yang ia tusuk karena dendam masa silam. 'This is for my mum!, (ini untuk ibuku), ujarnya dengan tatap tajam. Di kemudian diketahui, ibunya dibunuh Valentine saat ia masih kecil. 


    (Mortal Engines. Foto: Dok/UniversalPictures)


    Upaya itu gagal. Hester dibuang dari London ke daratan. Bersamanya turut serta Tom (Robert Sheehan), pemuda pakar sejarah yang juga kecanduan dengan pelengkapan teknologi masa lampau. Meski awalnya canggung, Hester dan Shaw menjalani petualangan untuk kembali ke London. Menyelesaikan urusan masing-masing yang belum usai, meski berbeda. 

    Sepanjang perjalanan, keduanya bertemu hal-hal unik dari mulai menyelamatkan diri dari kejaran mesin pemburu, masuk dalam perangkap pelelangan orang, berhadapan dengan makhluk setengah zombie-setengah mesin bernama Shrike, hingga bertemu Anna Fang (diperankan musisi Korea Jihae). Anna seperti film-film sci-fi fantasy kebanyakan diposisikan sebagai pemberontak atau resistance. 

    Sementara itu, Valentine punya agenda tersembunyi yang membahayakan planet. Mesin pembunuh yang bahayanya seperti senjata nuklir itu mesti digagalkan. Hester Shaw, Tom dan Anna serta timnya mesti melawan dan pertarungan penuh kilatan cahaya dan senjata tak terelakkan. 

    (Baca juga: Review Film: Creed II)  

    Film 'Mortal Engines' disutradarai Christian River, yang sebelumnya adalah supervisor efek visual dan yang bikin storyboard film-filmnya Peter Jackson. Menjadi debut atau film perdananya, River kali ini memanjakan mata penonton lewat adegan-adegan yang disuguhkannya. Sebagian kemegahan Star Wars, keluarbiasaan Mad Max atau petualangan distopia Valerian. Mortal Engines membawa penonton pada dunia imajinasi yang asik. 


    (Mortal Engines. Foto: Dok/UniversalPictures)


    Tank besar dan tinggi menjulang dengan Katedral St Paul di atasnya adalah salah satu hal yang mencuri perhatian. Dilabeli bendera London, tapi tank yang juga mirip yacht mewah itu bergaya gemerlap ala Las Vegas. 'Kebesarannya' membuat mesin ini mewakili sosok antagonis, yang jahat dan mesti dikalahkan. 

    Meski unggul dari visual, 'Mortal Engines' tak begitu kuat dari segi cerita dan jajaran aktor. Jihae bahkan mungkin yang paling datar dengan ekspresi wajah yang sama di sepanjang film.

    Di luar itu, kemunculan Shrike (dan penyebutan namanya) juga terasa agak janggal. Meski dikaitkan pada masa lalu sang tokoh utama, tapi perannya masih kurang greget. Ada yang kurang dan tak maksimal.

    Jika ada yang menarik dan ditunggu kemunculannya, adalah peran Tom yang dimainkan Robert Sheehan, dan Hester Shaw yang diperankan Hera Hilmar. Sekilas karakter Hester Shaw juga akan mengingatkan pada sosok tangguh seperti Katniss Everdeen di The Hunger Games, atau Tris Prior di Divergent.  

    Bagi yang menyukai film petualangan fantasy, 'Mortal Engines' bisa jadi sangat menghibur. Desain visualnya yang membuat mesin-mesin bergerak seolah hidup cukup asik dinikmati. 

    Film 'Mortal Engines' tayang di bioskop mulai Rabu, 5 Desember 2018. 





 

Related Articles

Review Film: 'Green Book'

Review Film: 'Green Book'

oleh Rahman Indra

Review Film: 'The Invisible Man'

Review Film: 'The Invisible Man'

oleh Hafizah Rana Dalilah

Review Film: 'Rumah Merah Putih'

Review Film: 'Rumah Merah Putih'

oleh Hafizah Rana Dalilah

Review Film: 'Venom'

Review Film: 'Venom'

oleh Rahman Indra

Advertisement - Continue Reading Below