Review Film: 'Creed II'


  • Review Film: 'Creed II'
    The Creed II, dibintangi Michael B Jordan dan Sylvester Stallone. (Foto: Dok/imdb.com)


    Film 'The Creed II' melanjutkan kisah panjang Rocky dan Creed yang masih mengusung semangat 'tarung' yang sama, tapi lebih menyentuh emosi. Sebuah sekuel yang berhasil dari seri Rocky-Creed.

    Masih dimainkan Michael B Jordan (Black Panther) sosok Adonis Creed cukup menjanjikan. Sementara, Tessa Thompson sebagai Bianca, pasangannya muncul paling mencuri perhatian. Dan, Sylvester Stallone hadir dengan pas sesuai porsinya. 



    'The Creed II' seperti film-film Rocky dan pendahulunya Creed, sukses mengalir dengan penggarapan yang asik, dan menggugah emosi sepanjang film. 

    (Baca juga: Review Film: Robin Hood) 

    Film ini dibuka dengan adegan Adonis Creed (Jordan) yang sedang bersiap menuju ring di sebuah kompetisi memerebutkan sabuk Juara Dunia di Philadelphia, AS. Di sampingnya, hadir Bianca (Thompson) yang menyemangati dan yakin akan kemenangan. Tak jauh dari situ, juga ada Rocky (Stallone) yang memberi wejangan terakhir sebelum naik ring.

    Sementara jauh di Ukraina, Ivan Drago (lawan berat Rocky di masa lalu, Dolph Lundgren) melatih keras putranya Viktor Drago (Florian Munteano) untuk jadi lebih cepat, lebih kuat dan lebih tangkas. Dengan perawakan tubuh lebih besar dan power luar biasa, Viktor dengan mudah merubuhkan lawan. 


    (Adonis Creed dan Rocky di The Creed II. Foto: Dok/imdb.com)


    Hingga satu kali, promotor tinju ingin memertemukan Victor Drago dan Adonis Creed di atas ring. Ini menjadi sebuah pertarungan bersejarah karena kembali bertemunya dua klan musuh bebuyutan setelah tiga dekade. Bagi yang mengikuti kisah Rocky dan Creed akan tahu bahwa Ivan Drago pernah merubuhkan dan menewaskan Apollo Creed (ayah Adonis) di atas ring. Rocky (rekan Creed) lalu menuntut balas dan mengalahkan Drago saat bertanding di Rusia. Kisah lama ini kembali hadir menimbulkan efeknya di The Creed II. 

    Terpancing akan tantangan, Adonis melawan Viktor. Namun, ia mesti menelan pil pahit. Sementara, Bianca tak disangka hamil dan akan melahirkan anak pertamanya. Rocky tak bersedia melatihnya jika ingin bertarung dengan Viktor Drago. Tekanan psikologis dan emosional menyerang Adonis Creed.  Sementara Viktor di sisi lain, mesti mengemban beban berat masa lalu ayahnya. 


    (Adonis Creed vs Viktor Drago. Foto: Dok/imdb.com)


    Pertarungan Viktor Drago dan Adonis Creed menjadi suguhan yang tak hanya fisik di atas ring semata, tapi juga emosional. Sama menggugahnya. 

    (Baca juga: Review Film: First Man

    Sebagai sebuah sekuel (panjang) dari seri Rocky (Rocky Balboa, Rocky II, Rocky III, Rocky IV) dan Creed, The Creed II hadir sebagai sebuah sekuel yang berhasil. Bergaya jadul tapi memberi kebaruan, dengan koreografi pertarungan yang asik dan tak membosankan. Sementara dari segi emosi, ada kisah yang menggugah lewat percampuran maskulinitas dan sisi rapuh manusia. 

    Di layar bahkan para petinju berbadan besar, kekar dan berotot itu bisa menangis dan meratap. Ada kesedihan mendalam yang tak bisa disembunyikan, bahkan dari mata yang memendam dendam dan geram sekalipun. 

    Disutradarai Steven Caple Jr. film ini tertolong berkat akting para pemerannya yang memukau. Michael B Jordan berasil memerankan Adonis Creed sebagai seorang anak dari legenda Apollo Creed, petinju yang dilatih oleh Rocky, anak muda yang sedang dilanda asmara, serta sosok ayah baru karena putrinya yang baru lahir.


    (Adonis Creed dan Bianca. Foto: Dok/imdb.com)


    Sementara, Tessa Thompson mestinya mendapat porsi lebih banyak atau spin off kisahnya sendiri berkat aktingnya yang patut ditunggu. Sedikit plotnya sebagai penyanyi dengan suara yang mebuat takjub akan menjadi suguhan menyenangkan tersendiri. Sylvester Stallon sebagai Rocky hadir dengan sosok 'kebapakan' dan sense of humor yang pas. Tak berlebihan, juga tak kurang. 

    Di luar skrip yang matang, jajaran aktor, dan sinematografi, film ini juga unggul dari musik pengiring dan soundtrack. Ada momen di mana musik menjadi penjaga mood yang menambah naik turunnya emosi sepanjang film.

    Secara keseluruhan, film produksi Metro-Goldwyn-Mayer dan Warner Bros Pictures ini berhasil sebagai sebuah sekuel kisah petinju yang inspiratif. Menariknya tak hanya menojol berkat pertarungannya di atas ring, tapi juga menyentuh sisi emosi manusia terdalam. Ini membuatnya menjadi lebih menarik. Apakah ini menjadi yang terbaik dari semua seri Rocky-Creed? Bisa jadi. 

    Film The Creed II tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu 28 November 2018. 





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below