Review Film: 'The Possession of Hannah Grace'


  • Review Film: 'The Possession of Hannah Grace'
    Teror menyeramkan mayat hidup, The Possession of Hannah Grace. (Foto: Dok/imdb.com)


    Film 'The Possession of Hannah Grace' berpusat pada sosok Hannah Grace, remaja perempuan yang kerasukan roh jahat. Meski tiada, tapi mayatnya hidup dan membunuh brutal. 

    Sementara, di RS Metro Boston, Megan, mantan polisi yang mencoba bangkit dari trauma insiden masa lalunya menerima tawaran kerja sebagai penjaga kamar mayat shift malam. 



    Suatu kali, ia menerima kedatangan mayat Hannah Grace, dan sejak itu satu persatu korban berjatuhan. Kamar mayat yang seram ditambah dengan mayat kerasukan membuat Megan sesak napas. 

    (Baca juga: Review Film: Halloween) 

    The Possession of Hannah Grace dibuka oleh adegan sosok Hannah Grace yang diikat di tempat tidur. Wajahnya jauh dari normal, bahkan tergolong seram. Dua pendeta sedang 'meruwatnya' supaya roh jahat keluar dari tubuhnya. Hannah Grace kerasukan. 


    (The Possession of Hannah Grace. Foto: Dok/imdb.com) 


    Namun, upaya itu tak berhasil. Roh jahat di dalam tubuh Hannah Grace sangatlah kuat. Darah tertumpah. Hannah dibunuh tapi mayatnya tetap hidup. 

    Tiga bulan berselang, Megan Reed (Shay Mitchell) menerima tawaran kerja di kamar mayat RS Metro Boston sebagai solusi dari trauma masa lampau yang dihadapinya. Di antara berbagai pressure yang dihadapinya, Megan ditemani polisi yang juga mantan kekasihnya Andrew (Grey Damon) dan teman perawat di RS, Lisa (Stana Katic). 

    Saat menerima mayat Hannah ia mengalami banyak kejanggalan. Dari mulai mesin foto yang rusak, hingga mesin pindai jari tangan yang tak mendeteksi. 

    Mayat Hannah juga kadang tiba-tiba bergerak, bersuara, bernapas dan atau hilang tiba-tiba. CCTV merekam bayangan mayat hidup dan sejak itu hidup Megan tak lagi tenang. 

    Layaknya seperti zombie, mayat Hannah bergerak merangkak di lantai, merayap di dinding, menyerang dan memuntahkan darah. Ditambah dengan suasana mencekam kamar mayat tengah malam, film ini cukup seram dan menakutkan. 

    (Baca juga: Review Film: The Nun)

    Disutradarai Diederik van Rooijen, film ini tak sepenuhnya mengangkat perihal orang kerasukan seperti yang tertera di judul. Justru porsi lebih banyak ada pada sosok Megan yang bertahan hidup menghadapi mayat yang kerasukan. 


    (The Possession of Hannah Grace. Foto: Dok/imdb.com) 


    Shay Mitchell, salah satu bintang Pretty Little Liars, bermain meyakinkan dalam mengimbangi sifat karakter yang meski kuat dari segi fisik, tapi rapuh secara emosional. Begitu juga komedian Nick Thune sebagai petugas ambulans yang menemani Megan kala berugas malam hari. 

    Hanya saja, dari segi cerita, film ini masih mengulang alur yang mudah ditebak dari film-film horor Hollywood sebelumnya. Bahkan, termasuk aksi kerasukan Hannah Grace yang diperankan Kirby Johnson juga sekilas akan mengingatkan pada film The Exorcist. 

    Secara keseluruhan, The Possession of Hannah Grace bisa jadi menyeramkan berkat suasana tengah malam di kamar mayat, serta mayat hidup yang menebar teror. Hanay saja itu cukup sampai di sana. Film ini menakutkan, tapi bisa jadi dengan mudah begitu saja dilupakan karena tak meninggalkan kesan. 

    Film The Possession of Hannah Grace tayang di bioskop Jumat, 30 November 2018. 





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below