Waspada Virus Monkeypox/Cacar Monyet, Ketahui Gejalanya


  • Waspada Virus Monkeypox/Cacar Monyet, Ketahui Gejalanya
    Cacar monyet menyebar di Amerika dan Eropa (Foto: Dok. CDC/Getty Images)

    Penyakit langka yang dijuluki monkeypox atau cacar monyet kembali merajalela di Amerika Serikat dan Eropa, kasus-kasus virus ini mulai bermunculan. Selain kedua wilayah tersebut, Swedia juga baru saja melaporkan kasus pertamanya. 


    Monkeypox virus (MPXV) atau cacar monyet berasal dari hewan liat seperti hewan pengerat dan primata, kemudian menular ke manusia. Pertama kali teridentifikasi oleh para ahli pada tahun 1958, pembawa penyakit utama cacar monyet masih belum diketahui secara jelas. 




    Kasus cacar monyet pada manusia pertama kali tercatat di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. 40 tahun setelahnya, penyakit ini muncul kembali pada tahun 2017 di Nigeria hingga terjadi 450 kasus. Meskipun sebagian besar kasus ditemukan di Afrika Barat dan Tengah, kasus cacar monyet mulai menyebar ke Eropa dan negara lain selama beberapa tahun terakhir. 


    (Baca Juga: Korea Utara Capai 1,7 Juta Kasus Virus Corona Dalam 6 Hari)


    Gejala Cacar Monyet


    Gejala awal virus monkeypox/cacar monyet pada umumnya adalah flu, demam, kelelahan, menggigil, sakit kepala, otot lemas, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening, yang membedakan cacar monyet dengan cacar biasanya.


    Gejala awal ini muncul 6-16 hari setelah terpapar. Sedangkan, masa inkubasi virus ini berkisar antara 6-13 hari atau 5-21 hari di beberapa kasus. 


    Setelah gejala tersebut, akan timbul ruam yang menyebar di wajah dan tubuh, terutama di mulut, telapak kaki, dan telapak kanan. Jika sudah parah, cacar yang timbul di kulit akan terasa sakit dan terlihat seperti mutiara berisi cairan nanah, dikelilingi oleh lingkaran merah. 


    Monkeypox / Cacar monyet

    (Cacar monyet ditandai oleh bentolan berisi nanah. Foto: Dok. WHO)

    Pencegahan Cacar Monyet


    Untuk mencegah penyebaran virus ini, World Health Organization (WHO) menghimbau masyarakat global untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar.


    Selain itu, pemberian vaksin cacar (jynneos) terbukti 85% ampuh mencegah cacar monyet. Vaksin ini sudah disetujui oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) sebagai vaksin yang aman dan bisa mencegah penyakit ini 28 hari setelah pemberian dua dosis. 


    Masyarakat juga dapat mengindari kontrak langsung dengan hewan primata yang terpapar virus dan yang mati di daerah rentan infeksi, serta tempat yang disinggahi oleh hewan yang sakit.


    Hindari makanan daging hewan liar dan jaga jarak dari pasien yang terinfeksi. Gunakan masker dan sarung tangan untuk merawat kerabat yang terinfeksi. 


    Penyembuhan Cacar Monyet


    Belum ada pengobatan khusus untuk cacar monyet di Indonesia karena masih jarang ditemukan kasusnya. Penyakit ini bisa disembuhkan sejak munculnya gejala-gejala awal, didukung dengan antivirus bernama cidofovir atau tecovirimat.


    Penyembuhan awal ini tidak dapat menghentikan virus yang ada di dalam tubuh, namun berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. 


    Perbanyak waktu istirahat dan penuhi kebutuhan nutrisi setiap harinya. Dianjurkan untuk rawat inap di rumah sakit untuk mendapat pengobatan intensif.


    (Baca Juga: Ciri-Ciri Khas Gejala Diabetes Pada Wanita)


    Jika mengalami keluhan dan gejala awal penyakit cacar monyet, segera hubungi dokter dan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Stay safe!


    (Penulis: Andrea Nathania)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below