Ini 4 Cara Mengelola Sampah Organik Dan Anorganik


  • Ini 4 Cara Mengelola Sampah Organik Dan Anorganik
    Kelola sampah organik dan anorganik. (Foto: Dok. Steve Johnson/Pexels)


    Sampah adalah hal yang kita temui setiap harinya. Tapi tahukah kamu bahwa ada sampah organik dan anorganik? Penting banget untuk tahu perbedaan keduanya agar kita bisa merawat dan bertanggung-jawab pada lingkungan.


    Sampah organik sendiri adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti sisa makanan. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tergolong sulit terurai, seperti halnya plastik. Nah, setelah kita tahu dan mengerti, kita akan bisa merencanakan penggunaan sampah yang lebih baik. Berikut ini cara mengelola sampah organik dan anorganik yang perlu kamu tahu.




    (Baca Juga: Wajib Follow Akun Instagram Ini Untuk Panduan Kelola Sampah)


    1. Membuat tempat khusus dan terpisah untuk kedua jenis

    Sampah Organik dan Anorganik

    (Cara mengelola sampah organik dan anorganik dengan memisahkan kedua tempat sampah. Foto: Dok. Lara Jameson/Pexels)


    Alangkah baiknya kamu mulai memisahkan kedua tempat untuk sampah organik dan anorganik ini. Kamu bisa membuat tempat tersebut dengan Do-It-Yourself ataupun dengan membelinya di pusat perbelanjaan. Dengan memisahkannya, kamu pun harus mulai hafal apa saja yang dikategorikan ke dalam sampah organik maupun anorganik.

    Namun, jika kamu belum terbiasa dengan memisahkan sampah, kamu dapat melakukannya dengan perlahan. Yang penting adalah mengetahui apa saja sampah organik dan anorganik itu. Contoh sampah organik adalah ranting pohon, kotoran hewan, dan sisa makanan. Sedangakan untuk sampah anorganik adalah plastik dan botol.


    2. Mendaur ulang sampah anorganik

    Sampah Organik dan Anorganik

    (Cara mengelola sampah organik dan anorganik dengan mendaur ulang jenis anorganik. Foto: Dok. Mali Maeder/Pexels)

    Sampah anorganik dapat kamu daur ulang untuk kegunaan yang lainnya. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan wadah plastik yang ada untuk pot tanaman. Mendaur ulang sampah sangat berdampak positif untuk lingkungan. Dengan mendaur ulang sendiri atau memberikannya kepada lembaga khusus yang menagani daur ulang sampah, kamu sudah berkontribusi dalam pengelolaan sampah ini.


    (Baca Juga: Tips Mengelola Sampah Sendiri)


    3. Mengurangi penggunaan sampah

    Mengurangi penggunaan sampah adalah cara yang paling efektif dalam mengelola sampah organik dan anorganik. Untuk sampah sehari-hari atau sampah rumah tangga, kamu dapat memulai dengan mengurangi penggunaan plastik, botol, dan juga membeli pakaian bekas demi mengurangi pemakaian kain. Kamu bisa mengganti penggunaan plastik dengan menggunakan wadah yang ada. Untuk penggunaan luar, kamu dapat menggunakan botol yang kamu kamu punya di rumah untuk membeli minum, misalnya.

     

    Penggunaan sampah anorganik terhitung banyak pada bidang makanan dan minuman, yaitu plastik. Hal lain yang dapat kamu lakukan untuk menguranginya adalah dengan memesan makanan di tempat yang lebih sedikit menggunakan plastik untuk produk mereka. Plastik sendiri adalah salah satu jenis sampah anorganik yang paling sulit terurai dan sering tertimbun. Untuk itu, sangatlah penting untuk kita mengurangi sampah anorganik yang satu ini.


    4.  Membawa sampah ke pihak yang dapat memproses lebih lanjut

    Pernahkah kamu bepergian ke pusat perbelanjaan lalu ke tempat make up dan melihat box untuk menempatkan botol skincare yang telah habis? Itu adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah. Mereka para pengumpul sampah di toko make up, akan selanjutnya memproses sampah yang telah kita bawa dengan cara mereka sendiri. Dalam beberapa kesempatan, kamu bahkan akan mendapatkan sejumlah uang jika melakukan hal itu. Namun tidak perlu repot ke pusat perbelanjaan, kamu juga dapat mencari suatu lembaga yang khusus menangani pengelolaan sampah ini. Kamu mungkin perlu mencari di internet untuk menemukan lembaga-lembaga tersebut. Para pihak dan lembaga ini ada sebagai penyedia jasa untuk membantu kita dalam pengelolaan sampah. 


    Nah, sampah organik yang ada bisa pula didaur ulang menjadi pupuk kompos dan sampah anorganik bisa dengan cara yang telah disebutkan di atas. 


    Pada dasarnya, pengelolaan sampah organik dan anorganik ini berpatokan pada slogan Reduce, Reuse, dan Recycle. Selama kita mengingat untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang setiap sampah yang kita gunakan, kita telah berkontribusi dalam pengelolaan sampah ini. Selamat mencoba untuk mengelola sampah dengan bijak.


    (Penulis: Vania Ramadina)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Bunga Citra Lestari Cover Mei 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below