Festival Folklor Digital 2021 Hidupkan Dongeng Nusantara


  • Festival Folklor Digital 2021 Hidupkan Dongeng Nusantara
    Festival Folklor Digital 2021 Hidupkan Dongeng Nusantara Secara DIgital (Foto:Dok/Freepik)

    Melanjutkan kesuksesan penyelenggaran festival folklor tahun lalu, Kultural Indonesia kembali menghadirkan gelaran Festival Folklor Digital 2021 yang berlangsung secara daring dan terbuka untuk umum. Sama seperti sebelumnya, acara ini juga mengundang sejumlah tokoh publik untuk ikut serta merayakan dongeng-dongeng nusantara.

    Di antaranya adalah Chelsea Islan, Andien Aisyah, Ayushita, Dimas Anggara, Nadine Chandrawinata, Reynintha Sarassati, Keenan Pearce, dan lain-lain. Mereka akan membacakan dongeng-dongeng nusantara dengan iringan musik yang dibuat khusus untuk festival ini oleh musisi Ammir Gita Pradana. Selain mereka, ada pula komunitas-komunitas dongeng seperti Ayo Dongeng Indonesia dan Komunitas Bali Mendongeng yang akan meramaikan festival Folklor Digital 2021 ini.




    (Baca Juga: Yang Boleh Dilakukan dan Dihindari Saat di Pameran Seni)


    Sebagai Direktur Festival Folklor Digital 2021, Aini S Hutasoit menyampaikan keinginannya, “Kita ingin menciptakan sebuah kebiasaan baru, kebiasaan berbagi dongeng dan membacakan cerita. Dengan terus diceritakan, kearifan dongeng-dongeng nusantara akan terus hidup dan diwariskan ke generasi yang akan datang.” 

    “Selain sebagai sebuah ekspresi budaya yang relevan untuk semua umur, dongeng juga memiliki fungsi yang penting sebagai media pendidikan. Di dalamnya ada nilai-nilai tradisi, pendidikan karakter, dan yang paling utama tentu saja adalah kesenangan dan petualangan imajinatif yang bisa dinikmati bersama-sama dengan gembira. Kegembiraan ini yang paling penting untuk ditularkan, apalagi dalam masa-masa pandemi seperti sekarang ini,” lanjut Aini. 

    Kultural Indonesia juga mengajak publik ikut serta dalam kemeriahan acaranya nanti dengan membuat video dongeng sekreatif mungkin dengan gaya masing-masing sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Peserta bisa menggunakan alat bantu, kostum, dan lain-lain, lalu mengunggah video ke instagram dalam bentuk posting IGTV atau video feed, dengan tag dan mention instagram @kultural.indonesia serta mencantumkan tanda pagar #BerbagiDongeng dalam unggahan tersebut. 

    Challenge ini akan berlangsung dari 21 Juni – 13 Agustus 2021 yang akan terpilih tiga video terbaik setiap minggunya dan berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp250.000. Dari deretan pemenang mingguan nanti akan terpilih 3 video yang akan memenangkan hadiah Rp500.000.

    Festival Folklor Digital 2021 diselenggarakan oleh Kultural.id dengan memanfaatkan platform media sosial instagram. Bekerjasama dengan UOB Indonesia, Magnus Law Offices, Petromax Communication, Sekolah Tesa Montessori, dan deretan komunitas dongeng Indonesia, acara ini diharapkan bisa mewujudkan visinya untuk mengenalkan budaya dan seni Indonesia kepada generasi muda.

    Festival Folklor Digital 2021 hidupkan dongen nusantara secara digital
    (Festival Folklor Digital 2021.Foto:Dok/MRA Media)


    (Baca Juga: OPPO Art Jakarta Virtual 2020 Jaga Ekosistem Seni Rupa)


    Mengenai Folklor

    Folklor adalah bagian dari harta karun kebudayaan kita yang begitu berharga dan semakin bernilai manakala diwariskan dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Sebagai bagian dari kekayaan khazanah folklor Indonesia, dongeng tradisional telah menempuh ruang dan waktu yang begitu panjang, berubah dari satu bentuk ke bentuk lain yang lebih baru dan relevan dalam setiap masa. Tak hanya itu, sejumlah dongeng nusantara telah menjadi medium penghantar kegembiraan, petualangan imajinasi, keajaiban demi keajaiban, nilai-nilai tradisi, dan tentu saja, kebijaksanaan dan pengetahuan. 

    Dengan merayakan cerita rakyat nusantara dalam Festival Folklor Digital 2021, Kultural.id berupaya ikut merawat dan meneruskan kegembiraan, petualangan, keajaiban, dan kebijaksanaan yang terkandung di dalam dongeng-dongeng tradisional dan baru dalam format digital yang modern, interaktif, dekat, dan mudah diakses oleh semua.

    Rama Soeprapto, konseptor perhelatan Festival Folklor Digital berharap bahwa kegiatan-kegiatan semacam ini dapat membangkitkan semangat semua pihak yang terkait untuk menggali dan melestarikan dongeng-dongeng nusantara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.


    (Baca Juga: Marsha Timothy Cerita Industri Film Dan Keluarga)


    “Karena kelestarian dongeng sebagai salah satu permata kebudayaan kita yang sangat berharga bergantung pada kemauan semua pihak untuk ikut terlibat dalam melakukan riset-riset, pengembangan, dan pemutakhiran dongeng-dongeng tersebut,” jelas Rama Soeprapto di Jakarta (07/06/2021).

    Lebih lanjut, seniman kreatif yang berperan sebagai Asisten Sutradara untuk Robert Wilson dalam tur dunia pertunjukan I La Galigo beberapa tahun yang lalu ini berharap kekayaan folklor nusantara mampu menjadi salah satu andalan industri kreatif Indonesia secara global.

    “Folklor bukan hanya cerita rakyat saja. Ada lagu tradisional, tari-tarian, seni pertunjukan, sampai permainan anak-anak tradisional. Banyak sekali ragamnya. Kekayaan yang berakar pada tradisi ini sesungguhnya bisa kita manfaatkan untuk memicu berkembangnya industri kreatif Indonesia,” tutur Rama Soeprapto.

    Pendongeng profesional Mochamad Ariyo Faridh Zidni juga memaparkan alasannya bahwa mendongeng dan membacakan cerita oleh orangtua kepada anak adalah bentuk kegiatan berkomunikasi yang memberikan manfaat baik kepada orang tua juga kepada anak.


    (Baca Juga: Lagu Indonesia Terbaru April-Mei 2021, Pilihan Playlist Kamu)


    “Kedekatan fisik yang terjadi ketika orangtua mendongeng dan membacakan cerita kepada anak dapat menciptakan kedekatan secara psikologis dan emosional. Kedekatan ini akan memberikan pengaruh yang baik dalam perkembangan dan pertumbuhan anak,” terangnya dalam Diskusi Dongeng Nusantara yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Folklor Digital 2021

    Menyetujui hal tersebut, Psikolog Ghianina Armand juga menekankan betapa pentingnya mendongeng dan membacakan cerita pada anak. Menurutnya, memilih dan memilah dongeng dan cerita yang sesuai dengan tahap pertumbuhan dan usia anak harus dilakukan dengan cermat.

    “Mendongeng, membacakan cerita, dan kegiatan komunikatif lain yang dilakukan secara berkala merupakan bagian penting dalam proses pertumbuhan anak. Bahkan sejak anak belum lahir dan masih berada di dalam kandungan,” ujarnya.




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Ayla Dimitri Dan Andra Alodita Juni 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below