Apa Itu Augmentasi Payudara? Inilah Yang Perlu Kamu Ketahui!


  • Apa Itu Augmentasi Payudara? Inilah Yang Perlu Kamu Ketahui!
    Kenali lebih dalam tentang serangkaian tindakan bedah plastik payudara yang membutuhkan komitmen besar (Foto: Dok. Freepik/wayhomestudio)

    Merasa nyaman dengan penampilan sangat penting karena hal tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri. Bagi sebagian perempuan ukuran dan bentuk payudara dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Tak heran jika timbul keinginan mengelevasi tampilannya agar tampak prima. Mungkin pada satu waktu Anda juga pernah beranda-andai memiliki payudara yang lebih sempurna. Breast augmentation menjadi perawatan yang cukup high demand belakangan ini. Cari dan pelajari informasinya sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan estetik bagi payudara. 


    Implant & Fat transfer 

    Tak hanya karena payudara yang berukuran kecil, prosedur breast augmentation dilatarbelakangi oleh alasan berbeda-beda, misalnya payudara kendur karena usia atau proses menyusui atau alasan kesehatan seperti pengangkatan tumor atau kanker payudara. Dr. Vania Aramita Sari Sp.Bp-RE dari Plasthetic Clinic mengungkapkan bahwa kebanyakan pasien yang datang ke klinik menginginkan payudara mereka agar lebih besar dengan menggunakan implan. “Ketika kita berbicara tentang memperbesar payudara, breast augmentation biasanya jadi opsi yang tepat. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yang pertama adalah memasukkan implan pada payudara dan yang kedua adalah fat transfer,” ungkapnya.




    Tindakan fat transfer cocok bagi pasien yang menginginkan hasil akhir payudara yang terlihat lebih natural. Lalu, apa perbedaannya dengan memasukkan implan? Fat transfer merupakan teknik di mana ahli bedah akan memindahkan lemak dari satu area pada tubuh pasien ke area lain yang dituju. Untuk prosedur augmentasi transfer lemak, tujuan pembedahan ini adalah untuk memperbesar payudara dengan menyuntikkan lemak ke area payudara menggunakan kanul. Lemak yang digunakan biasanya diambil dari pinggul, paha atau perut. Prosedur ini biasanya memakan waktu dua sampai tiga jam dan paling cocok bagi perempuan yang menginginkan perubahan kecil pada ukuran payudara mereka.


    augmentasi payudara

    (Augmentasi payudara. Foto: Dok. Nensuria/Freepik)


    Tantangan terbesar dari prosedur transfer lemak ini adalah seberapa banyak lemak yang dibutuhkan untuk tetap berada di tempat yang telah disuntikkan karena lemak dapat diserap kembali ke dalam tubuh. Selain itu, perlu juga diingat jika pasien mengalami penurunan berat badan, hal tersebut dapat berdampak pada kehilangan lemak di payudara sehingga ukurannya pun akan berubah. 


    Berbeda dengan prosedur memasukkan implan. Ini adalah prosedur yang mampu memberikan volume pada payudara sesuai dengan ukuran yang diinginkan pasien. “Implan berfungsi mengisi area yang kosong atau menambah volume? pada payudara, sehingga pasien yang ingin memiliki payudara lebih besar bisa melakukan prosedur ini,” jelas? dr. Vania. Ia menambahkan, “Saya biasanya membuat sayatan atau luka pas di lipatan payudara sebagai jalur untuk memasukkan implan ke dalam jaringan payudara. Luka yang telah saya buat akan membuat kantung di bawah kelenjar payudara sehingga pada keadaan pasca breast augmentation, pasien akan tetap bisa menyusui karena implan berada di bawah kelenjar payudara. Luka juga akan tersembunyi di lipatan payudara.”


    (Baca Juga: 14 Penyebab Nyeri Payudara yang Perlu Diketahui)


    Menurut dr. Vania, sampai saat ini prosedur bedah plastik ini masih sangat populer dan banyak dicari? oleh para perempuan karena hasilnya yang optimal. Selain itu, tindakan ini juga mampu menciptakan belahan dada dan membuat payudara menjadi lebih simetris. Terdapat beberapa jenis implan yang bisa Anda pilih.? Dua jenis yang paling diminati adalah implan saline dan implan silikon. Perbedaan antara dua implan ini lebih kepada bahan yang digunakan yakni implan saline yang merupakan silikon berisi cairan garam steril, lebih aman digunakan karena jika pecah, larutan yang ada di dalamnya dapat diserap oleh tubuh. Sedangkan implan silikon terbuat dari lapisan silikon yang berisi gel silikon lengket dan akan terasa lebih alami. Lalu, apakah implan ini perlu diperbarui Dr. Vania merekomendasi untuk mengganti implan setiap sepuluh tahun sekali. 


    Uniknya lagi, dua perawatan breast augmentation ini bisa Anda lakukan secara bersamaan atau seringkali disebut Hybrid Boob Job. Dengan menggabungkan dua prosedur implan dengan transfer lemak, hasil yang diciptakan dapat terlihat lebih natural tanpa harus menempatkan implan di bawah otot payudara. Pembesaran payudara hybrid ini juga memungkinkan penggunaan implan yang lebih kecil, sehingga mengurangi risiko seperti kontraktur kapsuler atau sagging (pembentukan jaringan scar di sekeliling implan sebagai reaksi tubuh akan masuknya benda asing.


    Setelah menjabarkan serangkaian benefit dari perawatan breast augmentation ini, muncul pertanyaan besar. Is it safe? Jika ditanya tentang permasalahan ini, pastinya akan ada beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan. “Untuk implan, bagaimana pun itu adalah sebuah benda asing yang dimasukkan ke tubuh sehingga tubuh melakukan reaksi penolakan. Jadi efek samping yang mungkin timbul setelah melakukan tindakan breast augmentation implan ini bisa jadi kontraktur kapsuler,” jawab dr. Vania ketika ditanya tentang long term effect dari prosedur implan ini. Pasien juga kemungkinan memiliki kehilangan sensasi pada puting sekitar tiga sampai enam bulan setelah tindakan bedah plastik. 


    Breast Lift 

    augmentasi payudara

    (Breast lift. Foto: Dok. Freepik)


    Perawatan breast lift dianjurkan bagi perempuan yang ingin mengembalikan kekencangan payudara. Perawatan ini memang tidak akan berpengaruh banyak terhadap ukuran payudara, namun bisa membuat tampilannya jadi lebih penuh dan banyak sekali diminati oleh perempuan yang menyusui. “Yang dimaksud dengan breast lift adalah tindakan mengangkat payudara dan mengembalikan posisi puting ke posisi semula, tepat di tengah-tengah bahu dan siku,” jelas dr. Vania. Dalam upaya mengencangkan payudara, operasi ini dilakukan tanpa memasukan implan. Tindakan ini biasanya akan memakan satu sampai dua jam. Adakah efek sampingnya? Ya, mencakup kemerahan dan pembengkakan yang akan hilang dalam beberapa hari setelah prosedur. 


    Breast Reduction 

    Dr. Vania mengungkapkan, beberapa perempuan datang ke klinik dengan permasalahan yang sebaliknya yakni menginginkan payudara yang lebih kecil. “Ada juga beberapa pasien?yang datang ke klinik dengan tujuan ingin melakukan prosedur yang mampu mengecilkan payudara sebab payudaranya yang terlalu besar sehingga susah beraktifitas. Mulai? dari olah raga hingga menggunakan baju menjadi kendala bagi mereka,” tuturnya. Maka dari itu, dr. Vania memberikan solusi kepada para pasien tersebut untuk melakukan tindakan breast reduction. 


    Prosedurnya tidak beda jauh dengan breast augmentation atau pun implan. Bedanya, breast reduction tidak memasukkan benda asing pada tubuh, melainkan mengambil sebagian lemak pada payudara. Diawali dengan pembiusan, lalu pembuatan sayatan dan setelah itu mulai dilakukan rekonstruksi di mana ahli bedah akan membuang jaringan berlebih pada bagian payudara seperti lemak, kulit, ataupun jaringan payudara. 


    Operasi biasanya akan memakan waktu sekitar setengah hari dan ada kemungkinan pasien memerlukan rawat inap di rumah sakit setelah operasi. Prosedur ini sekaligus bertindak? untuk pengencangan payudara, karena ahli bedah akan mengangkat dan membentuk kembali payudara Anda yang juga dapat membuatnya tampak lebih perky. Dr. Vania mengungkapkan bahwa tindakan ini bisa dijadikan opsi utama untuk meningkatkan kualitas hidup bagi para perempuan.


    (Baca Juga: 6 Penyebab Payudara Kendur Paling Umum & Cara Mencegahnya!)


    Bagi Penyintas Kanker Payudara

    Augmentasi payudara

    (Penyintas kanker payudara. Foto: Dok. Anna Shvets/Pexels)


    Ketika ditanya tentang tindakan mana yang paling tepat untuk pasien yang telah melakukan pengangkatan kanker payudara, dr. Vania menganjurkan untuk melakukan tindakan breast augmentation dengan implan. “Memang tindakan breast augmentation ini tidak hanya untuk aesthetic saja tetapi juga bisa untuk rekonstruksi para pasien pasca kanker payudara,” ungkap dr. Vania. “Jika tujuan pasien hanya estetika, sebaiknya pasien yang telah melakukan pengangkatan kanker payudara melakukan prosedur screening terlebih dahulu untuk melihat apakah masih ada benjolan pada payudara atau tidak. Jika benjolan berpontesi bahaya, maka tindakan breast augmentation implan tidak diperbolehkan sampai masalah tersebut diobati,” tambahnya lebih jelas. 


    (Baca Juga: 10 Makanan Yang Bisa Bantu Hindari Risiko Kanker Payudara)


    Breast augmentation dengan implan akan bekerja secara efektif jika problem dan treatment selalu tepat sasaran. Oleh karena itu, para dokter menyarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan. 





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Vanesha Prescilla Cover September 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below