Kiat Sukses Membangun Komunikasi Lancar Antar Generasi


  • Kiat Sukses Membangun Komunikasi Lancar Antar Generasi
    Buku terbaru tentang komunikasi lancar antar generasi (Foto:Dok/Talkinc)


    Topik yang membahas soal kesenjangan generasi atau Generation Gap kian hangat beberapa tahun belakangan ini, terutama saat makin masif nya keberadaan generasi milenial dan generasi Z di lingkungan kerja. Komunikasi antar generasi jadi krusial untuk dibahas, dan diperbaiki agar tercapai tujuan yang diinginkan. Lewat komunikasi yang efektif dan efisien, produktivitas akan meningkat dan tujuan perusahaan dapat tercapai optimal. 

    Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu, duo sahabat di balik perusahaan konsultan komunikasi Talk. Inc, 14 Juli lalu meluncurkan buku berjudul Generation Gap(less) Seni Menjalin Relasi Antargenerasi. Buku yang sangat perlu dibaca terutama bagi mereka yang tiap hari bergelut dalam sistem kerja yang melibatkan beberapa generasi. Sebut saja Generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Milenial, Generasi Z.



    Empat sebutan generasi ini punya kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang membentuk karakternya sendiri. Bagaimana kita mengerti cara berkomunikasi antar generasi kalau tidak mengenal dan memahami mereka?

    (Baca Juga: 7 Rekomendasi Buku Menarik Untuk Liburan Akhir Pekan)


    (Generasi Gap(less).Foto:Dok/Shantica Warman/Her World Indonesia)

    Dalam buku setebal 131 halaman ini, dijabarkan dengan sistematis bagaimana seni menjalin relasi antargenerasi dalam bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Bab pertama membahas latar belakang setiap generasi. Termasuk dibahas selera fashion masing-masing generasi, juga mengapa generasi baby boomers dikenal sebagai generasi yang kaku, sementara generasi X baper, dan milenial dinilai kurang tata krama. Pembahasan berikutnya yang cukup penting adalah bagaimana memahami generasi milenial yang menempati porsi terbesar dunia kerja saat ini.

    Di tahun 2016, 80% pekerja berasal dari generasi milenial dan sebanyak 78.8 juta Generasi Z yang masuk di usia 20an dan akan segera mengisi lapangan kerja. Memahami potensi generasi Z yang didefinisikan sebagai generasi 'phygital' (tidak ada jarak antara fisik dan digital) sebagai pelaku kerja potensial di masa depan, tidak luput dari bahasan buku ini. 

    (Baca Juga: 10 Penulis Perempuan yang Buku-bukunya Menginspirasi)


    Erwin dan Becky menyelipkan cerita dari pengalaman masing-masing dalam berinteraksi dengan generasi yang berbeda. Tak hanya itu, beberapa tokoh pemimpin juga dimintai tips nya di sini, tentang bagaimana mereka sukses membangun komunikasi dalam memimpin sebuah institusi. Sebuah pencerahan yang bisa jadi bekal buat memperbaiki pola komunikasi yang saat ini dirasa kurang efektif.

    Diterbitkan oleh Gramedia, buku Generation Gap(less) Seni Menjalin Relasi Antargenerasi bisa diunduh dalam bentuk e-book di aplikasi Gramedia Digital dan Google Play.











 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below