10 Penulis Perempuan yang Buku-bukunya Menginspirasi


  • 10 Penulis Perempuan yang Buku-bukunya Menginspirasi
    Wanita yang berprofesi yang sangat menginspirasi.Foto:Dok/berbagai sumber


    Hari Buku Nasional (17/5) menjadi momen untuk melihat karya-karya penulis buku perempuan yang menghiasi dunia sastra Indonesia. Karya-karya mereka termasuk fenomenal dan menarik perhatian, serta sukses mencuri minat baca publik. 

    Sebut saja di antaranya ada Nh Dini, Mira W, Dewi Lestari, Ika Natassa atau Ayu Utami. Plot twist dan juga gaya penulisan kreatif membuat karya mereka menjadi inspirasi buat penulis lain, dan bahkan kemudian ada yang difilmkan.



    Di antara nama-nama penulis perempuan yang karyanya menarik perhatian itu, berikut 10 di antaranya: 

    (Hari Kartini: 4 Buku Tentang Kiprah dan Kisah Inspiratif) 


    1. NH Dini 


    (Nh.Dini salah satu sastrawan wanita Indonesia. Foto:Dok/P Raditya Mahendra Yasa/Kompas)


    Penulis 'Pada Sebuah Kapal' ini termasuk produktif dengan cerita yang menggugah emosi dan ingatan. Di gelaran Ubud Writers and Readers Festival dua tahun lalu, ia menerima Lifetime Achievement Award. Nh Dini tutup usia di Desember 2018, tapi karya-karyanya terus menginspirasi. 


    2. Mira W 


    (Mira Widjaja penulis 'Arini'. Foto:Dok/Kompasiana/TitisAyuNingsih)


    Memiliki nama pena Mira W, karya wanita kelahiran 1951 ini, menjadi inspirasi bagi pecinta buku di Indonesia. Salah satu bukunya, 'Arini' berhasil megisi layar lebar Indonesia. Memiliki nama lengkap Mira Widjaja, dia telah meluncurkan 82 novel, di antaranya 'Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi', 'Sepolos Cinta Dini', 'Merpati Tak Pernah Ingkar Janji' dan lainnya.


    3. Dewi Lestari 


    "Menulislah dari hati." Begitulah pesan dari wanita kelahiran Bandung, 20 Januari 1976 ini. Memiliki nama lengkap Dewi Lestari Simangungsong, ia meluncurkan buku pertamanya di tahun 2001, yang kemudian menghadirkan karya-karya yang cukup fenomenal hingga saat ini, seperti 'Supernova' dan 'Aroma Karsa'.  Beberapa karyanya juga kemudian difilmkan dan meraih sukses, di antaranya 'Perahu Kertas' dan 'Filosofi Kopi'.


    4. Ayu Utami


    Wanita yang akrab dipanggil Ayu ini telah meluncurkan 11 karyanya yang terdiri dari Kumpulan Esai dan juga Novel. Beberapa karyanya yang populer dan menarik perhatian, di antaranya 'Saman', 'Larung', dan 'Bilangan Fu'. Ayu juga pernah meraih penghargaan seperti Khatulistiwa Literary Award dan Pemenang Sayembara Penulisan Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta.

    (Baca Juga: 7 Hal Menarik Seputar Peringatan 'Hari Buku Nasional')


    5. Ika Natassa


    Kisah perempuan modern, mandiri dan lugas kerap menjadi ciri khas dari tulisan Ika Natassa. Beberapa karyanya juga kemudian difilmkan dan meraih sukses yang sama, sebut saja di antaranya 'Antologi Rasa dan 'Critical Eleven'. 


    6. Leila S. Chudori


    Mengangkat tema tahun 90-an, Leila S. Chudori berhasil membuat karya-karya tulisan melalui riset yang mendalam. 'Pulang' dan 'Laut Bercerita' menjadi karyanya yang menuliskan tentang kisah-kisah nasionalis dengan campuran cinta, keluarga dan pertemanan. 


    7. Intan Paramaditha


    (Intan Paramaditha. Foto: Dok/TheIrishTimes) 


    Nama Intan Paramaditha dikenal berkat kumpulan cerpennya, 'Sihir Perempuan' yang masuk nominasi cerita pendek Khatulistiwa Literary Award pada 2005. Ia juga menulis cerpen yang masuk antologi Kumpulan Budak Setan, serta buku 'Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu' dan 'Apple and Knife'. Selain produktif menulis, Intan juga menyelesaikan studi dan mendapat gelar doktor dari New York University. 


    8. Okky Madasari 


    (Okky Madasari. Foto: Dok/Wikipedia)


    Lewat Maryam, Okky Madasari meraih penghargaan Sastra Khatulistiwa pada 2012. Ia juga menulis Entrok, Maryam, Kerumunan Terakhir dan Pasung Jiwa yang sarat dengan kritik sosial dan menggugah kesadaran. Dalam dua tahun terakhir, Okky menulis novel anak seri Mata, di antaranya Mata di Tanah Melus, Mata dan Rahasia Pulau Gapi, serta Mata dan Manusia Laut. 


    9. Laksmi Pamuntjak 


    (Laksmi Pamuntjak. Foto: Dok/Laksmipamuntjak.com)


    Karyanya 'Amba' mencuri perhatian publik dan diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing. Sementara, novel 'Aruna dan Lidahnya' kemudian juga difilmkan dan meraih sukses yang sama. Karya-karya Laksmi kerap beranjak dari riset dan sarat dengan kritik. 


    10. Marchella FP

    Selain dikenal berkat buku Generasi 90-an, ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ menjadi buku pertamanya yang berhasil menarik kalangan anak muda. Penggabungan ilustrasi dan juga kata-kata motivasi menjadi ciri khasnya. Baru-baru ini, dia pun baru meluncurkan bukunya yang berjudul ‘Kamu Terlalu Banyak Bercanda’.

    (Baca Juga: 28 Tokoh Wanita Indonesia di Ekshibisi '#IAmTrulyWoman')



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below