7 Hal Yang Patut Kamu Ketahui Tentang Penyakit Meningitis


  • 7 Hal Yang Patut Kamu Ketahui Tentang Penyakit Meningitis
    Hal yang Patut Kamu Ketahui Tentang Penyakit Meningitis. (Foto: Dok/GustavoFrings/Pexels.com)


    Penyanyi Glenn Fredly dikabarkan meninggal dunia karena sakit meningitis, atau radang selaput otak. Ia menambah daftar panjang publik figur yang meninggal karena meningitis, setelah beberapa waktu lalu Olga Syahputra juga ditengarai meninggal karena penyakit menular ini.

    Apa dan bagaimana itu meningitis? Seberapa bahaya dan bagaimana mencegahnya?



    Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada meningen, lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini sulit dikenali karena memiliki gejala awal yang serupa flu, demam dan sakit kepala.

    Untuk mengetahui lebih jauh, berikut 7 hal mengenai meningitis yang patut diketahui:


    (Baca juga: Penularan Penyakit Meningitis


    1. Sebab meningitis?

    - Meningitis dapat disebabkan oleh beberapa hal, dengan yang terbanyak disebabkan infeksi virus, lalu karena bakteri, jamur atau parasit yang ditularkan melalui percikan hidung dan tenggorokan yang terciprat saat batuk atau bersin dari penderita meningitis.

    - Melemahnya sistem imun tubuh juga dapat memicu kena meningitis.

    - Punya riwayat penyakit primer terdahulu, misalkan pernah memiliki TBC paru, antibodi melemah, sehingga kuman dapat menyebar ke otak dan radang di selaput otak.

    - Pengobatan tidak tuntas dari penyakit sebelumnya, misalkan infeksi daerah sinus yang tidak diobati hingga tuntas, sehingga kuman menyebar ke otak.

    - Benturan di kepala karena jatuh atau kecelakan yang menyebabkan tulang kepala retak atau terbuka, sehingga bakteri masuk ke selaput otak. Atau bisa juga efek samping obat dan operasi otak.


    (Ilustrasi. Foto: Dok. Pexels.com) 


    2. Apa tanda dan gejalanya?

    Mengutip laporan mayoclinic, gejala awal meningitis mirip dengan flu. Namun harus tetap waspada, karena pada beberapa kasus juga dapat menimbulkan kejang dan kaku pada leher.

    Gejala awal penyakit meningitis ini dapat bermacam-macam, seperti nyeri kepala, nyeri leher, nyeri otot, mual, muntah, nafsu makan menurun, lesu, dan cepat mengantuk.  

    Gejala yang lebih parah dapat terjadi yaitu kejang, kaku duduk (leher), penurunan kesadaran, nyeri kepala berat, demam tinggi di atas 38 derajat, gangguan penglihatan, kejang, gangguan konsentrasi, gangguan pendengaran, gangguan keseimbangan tubuh dan lumpuh.


    (Baca Juga: Waktunya Memberantas Penyakit Meningitis)


    3. Bagaimana mengobatinya?

    Pengobatan meningitis berbeda-beda tergantung penyebabnya. Jika seseorang terindikasi meningitis, dokter melakukan pemeriksaan fisik dan analisis riwayat kesehatan pasien tersebut. Diagnosis dilakukan melalui alat CT Scan atau MRI, serta cek darah.

    Pengambilan cairan otak agar dapat memastikan penyebab terjadinya meningitis seperti virus, bakteri, atau jamur. Jika ditemukan sumber penyebab meningitis, maka pasien dapat diberikan pengobatan sesuai sumbernya. Misalkan penyebabnya bakteri, maka pasien akan diberikan antibiotik. Jika karena virus akan diberikan antivurs, dan jika karena jamur diberikan anti jamur. Saat masa pengobatan, pasien meningitis harus meningkatkan daya tahan tubuh.


    4. Infeksi virus, bakteri atau jamur?

    Infeksi virus menjadi penyebab utama dari meningitis, diikuti dengan bakteri dan jamur. Meningitis karena bakteri lebih berbahaya dan patut diwaspadai lebih.

    - Infeksi karena virus, diantaranya virus herpes simplex, HIV, dan lainnya yang dapat menyebabkan meningitis.

    - Infeksi karena bakteri, diantaranya streptococcus pneumoniae (pneumococcus), neisseria meningitidis, haemophilus influenca, dan listeria monocytogenes.

    - Infeksi karena jamur, tidak terlalu umum tapi juga bsia jadi penyebab meningitis kronis, diantaranya karena cryptococcal meningitis.

    (Ilustrasi cek dokter. Foto: Dok/Pixabay/Pexels.com) 


    5. Siapa yang berisiko?

    Penyakit radang selaput otak ini dapat menyerang segala usia, dan yang paling rentan bayi di bawah usia 1 tahun dan orang dewasa pada usia lanjut akibat rentannya daya tahan tubuh. Di samping itu, usia remaja 15-24 tahun juga rentan terhadap meningitis jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Di antaranya kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau bepergian ke club di tengah orang banyak, sehingga tanpa disadari memiliki potensi tertular meningitis. Mereka yang hamil juga berisiko kena infeksi yang disebabkan bakteri listeria.


    6. Kapan harus ke dokter ?

    Untuk meredam kekhawatiran, ada baiknya mencari perawatan medis begitu memiliki tanda-tanda atau gejala dari meningitis. Di antaranya demam, sakit kepala berat terus menerus, kebingungan, muntah dan leher kaku. Untuk mengetahui jenis radang selaput otak yang diderita, apa itu virus, bakteri atau jamur perlu berkonsutasi dan diperiksa dokter. Penting juga untuk memberi tahu apakah ada anggota keluarga atau rekan kerja yang memiliki sakit meningitis.


    7. Bagaimana mencegah meningitis?

    Meningitis dapat dicegah dengan kebiasaan gaya hidup sehat dan menghindari kondisi yang dapat menyebabkan penyebaran infeksi.

    - Cuci tangan untuk mencegah kena infeksi virus, bakteri atau jamur. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan bersih. Mempraktikkan kebersihan, tidak berbagi sikat gigi atau sedotan dengan orang lain misalnya.

    - Menerapkan gaya hidup sehat, konsumsi makanan sehat, dan olahraga. Jika bersin tutup mulut dengan tangan.

    - Jika saat ini hamil maka berhati-hati dengan makanan. Kurangi risiko kena listeriosis lewat makanan daging dan keju yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

    - Di samping itu bisa juga dengan meningkatkan kekebalan tubuh dari kuman penyebab meningitis, seperti imunisasi MMR, dan vaksinasi termasuk PCV sesuai anjuran dokter.

    Dengan mengetahui penyakit meningitis atau radang selaput otak lebih baik, kamu bisa mencegah dan lebih waspada untuk mendapat pengobatan lebih dini.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below