6 Kondisi Kesehatan Wanita Yang Lebih Berisiko Dari Pria


  • 6 Kondisi Kesehatan Wanita Yang Lebih Berisiko Dari Pria
    Inilah kondisi kesehatan wanita yang lebih berisiko dari pria. (Foto: Dok. Pexels)

    Tak hanya kanker payudara, endometriosis, atau sindrom ovarium polikistik, ternyata wanita juga memiliki 6 kondisi kesehatan yang lebih berisiko dari pria. Kondisi-kondisi tersebut justru dapat dikategorikan sebagai penyakit yang lebih umum dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ketahui kondisi selengkapnya pada artikel di bawah ini.


    Stroke

    Wanita memiliki beberapa faktor risiko stroke. Melakukan terapi penggantian hormon dan penggunaan pil kontrasepsi ternyata dapat meningkatkan penggumpalan darah yang menyebabkan stroke iskemik. Selain itu, wanita juga lebih berisiko mengalami pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan stroke hemoragik.




    Pencegahannya dapat dilakukan dengan lebih sering berolahraga karena dapat menurunkan sepertiga dari risiko terserang stroke setelah berusia 45 tahun. Hal ini dikarenakan saat berolahraga lebih dari empat jam seminggu, kemungkinanmu mengalami tekanan darah tinggi yang dapat memicu stroke terjadi 20% lebih kecil.


    (Baca Juga: 10 Cara Cegah Stroke Sejak Dini Tanpa Obat)


    Migrain

    Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Migraine Research Foundation, New York, wanita cenderung mengalami migrain tiga kali lebih sering daripada pria. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi hormon pada wanita sehingga migrain terjadi tepat sebelum, selama, atau setelah menstruasi berlangsung setiap bulannya. Kemudian, otak wanita juga memiliki pemicu yang lebih cepat dibandingkan pria dalam mengaktifkan gelombang aktivitas yang bertanggung jawab atas migrain.


    Untuk mengatasinya, dapat dilakukan dengan diet dengan makanan yang kaya akan folat, seperti bayam, jeruk, kacang-kacangan, dan telur. Folat dan vitamin B dapat mengurangi frekuensi serangan migrain dengan menurunkan kadar protein yang menjadi pemicu sakit kepala yang disebut homosistein.


    (Baca Juga: Tak Bisa Tidur? Kenali Jenis-jenis Gangguan Tidur Ini)


    Insomnia

    Terjadinya insomnia dapat disebabkan jika seseorang mengalami stres, depresi, gaya hidup tidak sehat, pengaruh obat-obatan tertentu, atau faktor lingkungan seperti lampu yang terlalu terang dan suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas.


    Dalam hal ini, terdapat perubahan hormonal yang berperan, terutama di sekitar usia menopause sehingga meningkatkan risiko insomnia. Kemudian, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita memiliki kemungkinan lebih tinggi dalam mewariskan gen spesifik yang meningkatkan terjadinya insomnia lebih tinggi daripada pria.


    Sebagai bentuk pencegahannya, kamu dapat melakukan meditasi kesadaran selama 20 menit setiap harinya untuk meningkatkan kualitas tidur yang signifikan.


    Depresi

    Berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup mampu meningkatkan risiko depresi dalam diri seorang wanita, termasuk melahirkan atau mengalami menopause lebih awal. Selain itu, wanita lebih cenderung menjadi caretaker bagi anggota keluarga lainnya dan tanpa disadari, hal ini juga mampu meningkatkan depresi.


    Kamu dapat menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau selama 30 menit setiap minggunya untuk membuat pikiranmu lebih sehat. Hal ini disebabkan waktu di alam dapat menyebabkan menurunnya aktivitas di otak terkait munculnya pikiran negatif secara berulang yang merupakan faktor utama dalam terjadinya depresi.


    (Baca Juga: 8 Gejala Depresi Yang Sulit Dipahami Oleh Diri Sendiri)


    Alzheimer

    Otak wanita cenderung lebih banyak mengakumulasi amiloid, yakni protein yang membentuk plak dan berperan dalam perkembangan alzheimer. Penelitian belum memastikan alasan hal ini terjadi, tetapi sebuah teori menyatakan bahwa membawa dua kromosom X dapat meningkatkan risiko pewarisan gen yang juga meningkatkan risiko penyakit.


    Untuk menghindarinya, kamu dapat menerapkan diet MIND yakni makanan yang dapat meningkatkan kesehatan otak, seperti sayuran hijau, buah beri, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan daging unggas. Sebuah studi pada 2015 menunjukkan bahwa melakukan diet ini dapat menurunkan risiko alzheimer sebanyak 53 persen.


    Rheumatoid Arthritis

    Penyakit ini merupakan peradangan sendi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan. Umumnya, penyakit ini menyerang wanita berusia 40-60 tahun yang kemungkinan disebabkan oleh kombinasi kromosom X dan gen yang terkait dengan kekebalan, hormon, dan faktor lingkungan.


    Mengonsumsi ikan yang mengandung minyak dan asam lemak omega-3, seperti salmon, tuna, dan sarden, dinyatakan mampu melawan penyakit ini karena dapat membantu menghalangi zat inflamasi yang bekerja untuk menurunkan risiko pengembangan Rheumatoid Arthritis sebanyak 52%. Selain itu, minyak ikan dikenal dapat mengurangi nyeri sendi.


    Itulah 6 kondisi kesehatan wanita yang lebih berisiko dari pria. Semoga kamu bisa lebih menjaga kesehatan ya!


    (Penulis: Aurelia Gracia)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below