Indonesia Fashion Week 2020 Promosikan Sustainable Fashion


  • Indonesia Fashion Week 2020 Promosikan Sustainable Fashion
    Indonesia Fashion Week tahun 2019 juga mengambil inspirasi dari budaya Kalimantan (Foto: dok. Instagram/indonesiafashionweekofficial)

    Pandemi lagi-lagi mengubah cara tradisional industri fashion dalam beroperasi, dan kali ini, Indonesia Fashion Week (IFW) menjadi korbannya. Pagelaran busana tahunan yang telah ditunggu oleh banyak peminat fashion ini akan dilaksanakan secara virtual pada tanggal 14-15 November melalui kanal YouTube Indonesia Fashion Week Official. 


    (baca juga: Keindahan Budaya Di Indonesia Fashion Week 2018)




    Poppy Dharsono, Presiden IFW dan Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), beraspirasi untuk tetap mendukung kemajuan industri mode di Indonesia meskipun pandemi telah membuat banyak gerai busana tutup di seluruh dunia. 


    "Kita semua di APPMI dan tim IFW ini juga belajar sesuatu yang baru yang kedepannya kita semua harus beradaptasi dengan kehidupan baru, perilaku baru, dan langkah baru di pandemi ini," kata Poppy di konferensi pers virtual IFW 2020 hari Senin (9/11). 



    Sama seperti tahun sebelumnya, IFW 2020 akan kembali mengangkat tema budaya Kalimantan yang bertajuk “Tales of the Equator - Treasure of The Magnificent Borneo.” Namun, kesamaan tersebut tidak akan membuat pagelaran busana ini bersifat monoton.


    Beda dari tahun-tahun sebelumnya, APPMI telah bekerja sama dengan Indonesia Global Compact Network (IGCN), yang merupakan alinasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam menggelar IFW 2020. Kerjasama ini bertujuan untuk mempromosikan sustainable fashion atau fesyen yang berkelanjutan. 


    Hal ini juga didukung oleh Asia Pacific Rayon (APR) yang akan menjadi pemasok utama katun rayon, jenis tekstil yang digunakan pada busana-busana yang akan ditampilkan di IFW 2020 nanti. Katun rayon adalah jenis tekstil yang ramah lingkungan karena terbuat dari bahan-bahan alami yang berkelanjutan dan juga dapat terurai. 



    Poppy berkata bahwa ia sangat antusias untuk menunjukkan hasil rancangan yang dibuatnya menggunakan bahan tersebut. "Ini benar-benar sesuatu yang baru, sebuah inovasi baru dalam teknologi yang bisa memproduksi tekstur yang beda pada rayon," katanya. 


    (baca juga: Memperkenalkan 'Sustainable Fashion' Ke Desainer Muda)


    Sebelumnya, Poppy hanya mengenal satu jenis rayon, yaitu jenis yang biasanya dipakai untuk membuat baju batik Bali. Pada IFW 2020 ini, akan ada banyak jenis rancangan busana yang di buat dari bahan tersebut. "Bahkan untuk pertama kalinya, saya melihat ada jeans yang terbuat dari rayon!" ujar Poppy dengan semangat.


    (penulis: Regina Yohana) 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below