Hannah Al Rashid Sempat Cemas Aktivismenya Menyulitkan Karir


  • Hannah Al Rashid Sempat Cemas Aktivismenya Menyulitkan Karir
    Hannah Al Rashid adalah salah satu alumni Women of The Year Her World Indonesia tahun 2019 (Foto: dok. Her World Indonesia)

    Aktris Hannah Al Rashid mengaku sempat khawatir bahwa partisipasinya dalam dunia aktivisme akan menyulitkan karir. Dalam konferensi pers virtual The Body Shop mengenai kampanye pengesahan UU PKS pada hari Kamis (5/11), Hannah berbagi pengalamannya sebagai seorang artis dan aktivis.  


    (baca juga: Women of the Year 2019: Hannah Al Rashid)





    Perempuan kelahiran Inggris ini sering dikenal sebagai aktivis kesetaraan gender dan penuntut keadlian bagi korban pelecehan seksual di Indonesia. Dalam sesi door step interview, Hannah bercerita bahwa dulu banyak brand yang ragu untuk meng-endorse dia. "Lu terlalu politis Han," kata temannya di digital agency saat berdiskusi dengan sang artis mengenai karirnya.


    Sebagai seseorang yang sedang merintis karir, sudah pasti ia merasa sedikit kecewa. Namun, Hannah akhirnya sadar bahwa brand-brand tersebut tidak pantas mendapat dukungannya.


    "Kalau mereka adalah perusahaan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri, then there's no point in supporting them," ujarnya. 


    Hannah tidak lupa mengekspresikan kegembiraannya terhadap kampanye The Body Shop yang bertajuk Semua peduli, semua terlindungi, sahkan UU PKS.


    "Aku senang sekali dapat mendukung brand seperti The Body Shop yang memang secara konsisten mendukung banyak gerakan sosial. Tidak seperti brand lain yang hanya berkampanye sekali, lalu bungkam bertahun-tahun. Sepertinya, kampanye tersebut hanya dijadikan sebagai tujuan komersil saja," katanya. 


    Konferensi pers The Body Shop ini dimeriahi oleh banyak tokoh penting seperti Lily Yulianto (pendiri Makassar International Writers Festival), Bintang Emon (stand up comedian yang kritis terhadap isu-isu sosial), dan juga Suzy Hutomo, chairperson The Body Shop Indonesia yang memulai kampanye ini karena beliau sendiri merupakan penyintas pelecehan seksual. 



    Dengan gerakan #TBSFightForSisterhood, brand yang sudah banyak mendukung isu-isu sosial ini meminta para pendukungnya untuk menandatangani petisi online di www.tbsfightforsisterhood.co.id untuk menuntut pemerintah Indonesia mengesahkan UU PKS yang akan melindungi korban kekerasan seksual. 


    Kamu dapat mendukung kampanye ini dengan cara menandatangani petisi, memberikan sumbangan melalui gerai The Body Shop di kotamu, atau melalui Benih Baik.


    (baca juga: Bersama Benih Baik, SOGO Selamatkan 3.500 Anak Indonesia)


    "Aku percaya bahwa apa yang aku representasikan harus sejalan dengan visiku, aku tidak takut," kata Hannah Al Rashid. 


    (penulis: Regina Yohana)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below